💳 16 Juli 2026. Stripe membeli PayPal senilai $530 miliar, pada hari yang sama Visa meluncurkan platform stablecoin miliknya sendiri.
Dua raksasa pembayaran tradisional terbesar tersebut sama-sama bertaruh pada infrastruktur stablecoin. Bukan karena mereka ingin berinovasi, tapi karena mereka tidak ingin ketinggalan.
---
**Logika akuisisi Stripe atas PayPal**
Stripe menawarkan $530 miliar untuk mengakuisisi PayPal. Angka itu bukan sekadar membeli merek pembayaran, melainkan membeli 400 juta dompet konsumen aktif + Venmo + jaringan pedagang global.
Namun hadiah strategis yang sesungguhnya ada di belakangnya: infrastruktur stablecoin.
Sebelumnya Stripe sudah menyiapkan tiga langkah:
1️⃣ Pada 2024 mengakuisisi Bridge senilai $1,1 miliar (perusahaan infrastruktur stablecoin)
2️⃣ Pada 2025 meluncurkan jaringan blockchain miliknya sendiri bernama Tempo
3️⃣ Pada Juni 2026 bergabung dengan aliansi Open USD (OpenUSD)
Sekarang mengakuisisi PayPal berarti mengintegrasikan secara vertikal penerbitan stablecoin + jaringan penyelesaian + sisi pedagang + sisi konsumen—semuanya dalam satu kesatuan.
Pertanyaan kunci: bagaimana nasib PYUSD (stablecoin milik PayPal)?
PYUSD diterbitkan oleh Paxos, bukan oleh PayPal sendiri. Stripe sudah berkomitmen menggunakan OpenUSD sebagai stablecoin default untuk sisi pedagang.
Laporan riset Citi merangkumnya paling tepat: jika Stripe mengintegrasikan PYUSD dengan OpenUSD, itu akan menciptakan “susunan digital dolar pribadi yang sepenuhnya terintegrasi pertama di pasar”—dari penerbitan hingga penyelesaian, dari pedagang hingga konsumen, semuanya dikendalikan oleh satu perusahaan.
---
**Pada hari yang sama, Visa meluncur**
Visa mengumumkan peluncuran Visa Stablecoin Platform (VSP)—agar bank, fintech, dan perusahaan kripto dapat menerbitkan, menyimpan, dan mentransfer stablecoin OpenUSD secara langsung.
Chief Product Officer Visa bicara sangat blak-blakan: “Stablecoin sedang membuka lapisan mata uang terprogram baru, tetapi bagi kebanyakan institusi, kesulitannya bukan konsepnya, melainkan kenyataan operasionalnya.”
Ini pukulan langsung bagi Circle (penerbit USDC). Saham Circle turun sekitar 5% pada hari itu.
---
**Cara stablecoin menghasilkan uang? (versi pemula)**
Jika Anda menukar $1 USD menjadi 1 USDC, Circle menggunakan $1 itu untuk membeli obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi sekitar 4–5%. Kapitalisasi pasar USDC mencapai $80 miliar, sehingga pendapatan bunga per tahun kira-kira $3,2–$4 miliar.
Skema OpenUSD berbeda: membebaskan biaya pencetakan (minting) dan penebusan (redemption), serta mengembalikan sebagian besar pendapatan bunga kepada para distributor. Artinya bank sendiri membuka OpenUSD, bank sendiri memperoleh bunga, tanpa perlu memberi keuntungan lagi kepada Circle atau Tether.
Ini adalah restrukturisasi mendasar terhadap model bisnis stablecoin.
---
**Tapi tetap harus tenang: risiko dan batasan**
⚠️ Peninjauan antimonopoli — penggabungan Stripe + PayPal menghadapi pemeriksaan ketat antitrust
⚠️ OpenUSD belum teruji pasar — aliansi baru terbentuk akhir Juni, tidak ada data operasi jangka panjang
⚠️ Circle / Tether tidak akan diam — gabungan nilai pasar USDC + USDT lebih dari $3.000 miliar, dengan efek jaringan
⚠️ Stablecoin tetap punya risiko — keruntuhan Terra/UST pada 2022, $40 miliar lenyap dalam dua hari
⚠️ Regulasi bisa membatasi penggunaan ritel — MiCA Uni Eropa sudah membatasi pembayaran ritel berbasis stablecoin
---
**Dari sudut pandang Hong Kong / Asia**
1️⃣ Hong Kong meluncurkan sistem perizinan stablecoin pada 2025. Jika model OpenUSD berhasil, Hong Kong bisa menarik lembaga keuangan untuk menerbitkan stablecoin mereka sendiri.
2️⃣ Jaringan penyelesaian stablecoin dari gabungan Stripe + PayPal mencakup perdagangan elektronik global. E-commerce lintas negara di Asia mungkin perlu kompatibel dengan OpenUSD.
3️⃣ Visa VSP didorong ke bank-bank di Asia—bank lokal bisa menerbitkan stablecoin mereka sendiri. Biaya remitansi lintas negara bisa ditekan dari 3–5% menjadi di bawah 0,1%.
---
**Kesimpulan**
Stripe membeli jalur distribusi senilai $530 miliar. Visa menggunakan strategi platform untuk merebut posisi infrastruktur. OpenUSD memakai pembagian pendapatan untuk merebut para distributor. Saham Circle turun 5%—mencerminkan bahwa pasar mulai menghargai risiko persaingan.
Raksasa pembayaran tradisional tidak bermain crypto di sini. Mereka justru merancang ulang fondasi infrastruktur pembayaran global.
Tapi perubahan ini baru saja dimulai. Apakah OpenUSD bisa menantang USDT / USDC bergantung pada persetujuan antimonopoli, kerangka regulasi, dan apakah konsumen benar-benar mau beralih.
Jangan menganggap kemungkinan sebagai kepastian.
Menurut Anda, apakah OpenUSD bisa menantang USDT / USDC? Atau efek jaringan lama terlalu kuat?👇
#Stablecoin #Crypto #Web3