Circle kehilangan 5% kapitalisasi hanya dalam satu hari – bukan karena masalah teknis, melainkan karena Visa baru saja membuka front baru di medan perang stablecoin.

Kemarin, Visa secara resmi meluncurkan Platform Stablecoin Visa (VSP), yang memungkinkan bank dan fintech menerbitkan serta mengelola Open USD. Ini bukan sekadar produk teknologi, melainkan langkah strategis yang secara langsung menargetkan model bisnis Circle (USDC).

Hal yang patut diperhatikan: Open Standard – aliansi di balik Open USD – mendapat dukungan dari raksasa-raksasa keuangan seperti Visa, BlackRock, Alphabet. Model mereka menghilangkan biaya penerbitan dan membagikan hampir seluruh pendapatan dari cadangan kepada mitra distribusi. Sederhananya: mereka memindahkan manfaat ekonomi dari tangan organisasi penerbit ke tangan perusahaan-perusahaan distribusi.

Dampaknya terhadap USDC jelas terlihat. Saham Circle turun 5% pada hari itu, dan tekanan ini berpotensi berlanjut ketika bank-bank besar mulai mempertimbangkan untuk beralih ke Open USD.

Pandangan saya: Ini adalah sinyal bahwa permainan stablecoin sedang bergeser dari "siapa yang menerbitkan" ke "siapa yang mendistribusikan". Visa memanfaatkan infrastruktur pembayaran yang sudah dimilikinya sebagai keunggulan kompetitif. Para trader sebaiknya memantau arus dana yang berpindah antar stablecoin – volatilitas makro seperti ini sering kali menciptakan peluang, tetapi juga disertai risiko likuiditas.

DYOR dan lakukan pengelolaan risiko dengan ketat.

#Stablecoin #Visa #Crypto #USDC #DeFi