Bitcoin ($BTC ) menunjukkan performa kuat pekan ini, memantul dari $61.500 ke hampir $65.000. Reli ini didorong oleh kabar makro yang positif, karena CPI AS (inflasi) bulan Juni lebih dingin dari perkiraan, yakni 3,5%, sehingga kekhawatiran kenaikan suku bunga mereda dan membuat Indeks Dolar AS ($DXYZ.US ) turun.

Namun, saat $BTC attempts untuk naik lebih tinggi, dua kelompok besar investor sedang menjual pada kekuatan ini, menciptakan hambatan resistansi overhead yang berat:

1️⃣ Kecewa Pemegang Jangka Panjang (LTH) 📉

  • Aksi: Investor yang membeli di dekat puncak siklus tahun lalu menyerah.

  • Motifnya: Alih-alih menunggu pemulihan penuh, mereka memanfaatkan reli penghiburan ini untuk menyerah (kapitulasi) dan menjual dengan rugi guna meminimalkan dampaknya. "Menjual saat kekuatan" ini menunjukkan kurangnya kepercayaan jangka panjang yang jelas.

2️⃣ Profit-Taking Short-Term Holders (STHs) 💰

  • Aksinya: Trader jangka pendek yang dengan cerdas membeli koin murah di dekat level terendah baru-baru ini kini secara agresif mengambil profit.

  • Motifnya: Pengambilan profit telah melonjak melewati $4 juta per hari—gelombang penjualan yang belum terlihat sejak puncak lokal bulan Mei.

💡 Kesimpulan

Dengan pemegang jangka panjang yang masih berada di bawah harga beli (underwater) panik-menjual untuk mengurangi kerugian, sementara trader jangka pendek mengunci keuntungan cepat, pasar menghadapi tembok penawaran dari dua sisi. Penjualan besar-besaran ini dapat memperlambat momentum naik $BTC sampai pasar menyerap penawaran tersebut.

💬 Strategi kamu apa? Apakah kamu mengambil profit di sini, atau bertahan untuk target yang lebih tinggi? Tulis di komentar ya! 👇

#CryptoNews #bitcoin #BTC #Macro #TechnicalAnalysis