3 cara bertransaksi
#P2P untuk meminimalkan risiko bagi rekening bank
Belakangan ini, banyak orang yang bertransaksi P2P melaporkan bahwa rekening bank mereka dibekukan sementara atau diminta untuk menjelaskan sumber dana. Sebagian besar bukan karena membeli
#USDT. , melainkan karena **menerima dana yang keliru terkait penipuan**.
Jika Anda sedang bertransaksi P2P, perhatikan poin-poin berikut:
1. Aset kripto belum diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Vietnam
Saat ini, kripto belum diizinkan untuk digunakan membayar barang atau layanan. Karena itu, ketika muncul sengketa atau transaksi yang menunjukkan tanda-tanda tidak wajar, pengguna perlu menyiapkan dokumen yang cukup untuk membuktikan bahwa transaksi mereka transparan.
2. Tanda-tanda transaksi berisiko
#BinanceSquareFamily Batalkan pesanan segera jika menemukan salah satu kasus berikut:
- Pihak yang membuat pesanan meminta untuk mentransfer USDT sebelum menerima uang.
- Kurs beli/jual sangat baik secara tidak wajar dibandingkan kondisi umum di platform bursa.
- Dana yang ditransfer berasal dari **rekening bank yang tidak atas nama yang sama** dengan pihak yang membuat pesanan.
- Satu pesanan tetapi **banyak orang yang sama-sama mentransfer uang**.
- Pihak pembeli terus-menerus mendesak, memberi tekanan agar aset dibuka.
- Permintaan untuk pindah ke Telegram, Zalo, atau melakukan transaksi di luar platform.
- Isi transfer tidak sesuai dengan permintaan pesanan.
- Memecah pembayaran menjadi banyak bagian untuk menyelesaikan satu transaksi
Ambil foto semua bukti transaksi, lalu berikan kepada Customer Service platform agar bisa mendapatkan bantuan.
3. Selalu simpan seluruh dokumen
Jangan menghapus:
* Kode pesanan P2P.
* Bukti transfer.
* Riwayat percakapan.
* Waktu pembukaan kunci USDT.
* Foto transaksi.
Dokumen-dokumen ini dapat menjadi dasar penting jika bank atau instansi berwenang meminta verifikasi.