Apa Itu Data Network (DATA)?

Apa Itu Data Network (DATA)?

Tingkat Menengah
Diperbarui Jul 21, 2026
6m

Poin Utama

  • Data Network (sebelumnya Story) adalah jaringan blockchain yang dirancang untuk menciptakan marketplace yang dapat diprogram untuk kekayaan intelektual dan data terverifikasi dengan menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan lisensi dan pembayaran royalti.

  • Arsitektur multi-intinya mencakup lapisan eksekusi khusus IP yang mengelola pendaftaran, kepemilikan, dan hubungan ekonomi untuk aset kreatif dan pengetahuan. Token asli DATA (sebelumnya IP) digunakan untuk biaya transaksi, staking, dan transaksi terkait AI di jaringan.

  • Pada bulan Juli 2026, proyek ini melakukan rebranding dari Story Protocol menjadi DATA Foundation dengan mengalihkan fokusnya ke data terverifikasi untuk pelatihan AI.

Spanduk kursus Binance Academy

Pendahuluan

Data Network bermula sebagai Story dengan tujuan menyederhanakan pengelolaan hak kekayaan intelektual (IP) dan menciptakan infrastruktur IP terbuka berbasis blockchain. Pada bulan Juli 2026, Story mengumumkan rebranding menjadi Data Network dengan menyebut adanya resistansi dari merek-merek besar lama yang sangat menjaga hak IP mereka dan menolak lisensi terbuka secara luas. Kini, Data Network berfokus pada data pelatihan AI seiring meningkatnya permintaan kumpulan data yang bebas masalah hak untuk melatih model AI.

Apa Itu Data Network?

Data Network adalah jaringan blockchain yang dibangun untuk kekayaan intelektual dan data terverifikasi. Jaringan ini menyediakan buku besar universal yang terbuka untuk mendaftarkan karya kreatif, data ilmiah, model pembelajaran mesin, dan aset pengetahuan lainnya sebagai aset digital asli.

Alih-alih mengandalkan otoritas tersentralisasi untuk melacak kepemilikan dan perjanjian lisensi, Data Network memungkinkan kreator dan organisasi menetapkan aturan yang dapat diprogram terkait cara IP mereka dapat digunakan, dibagikan, atau dimonetisasi. Kemudian, pihak ketiga dapat mengakses aset tersebut berdasarkan ketentuan otomatis tanpa negosiasi yang panjang.

Bagaimana Cara Kerja Data Network?

Arsitektur multi-inti

Data Network menggunakan lingkungan eksekusi multi-inti. Inti utamanya kompatibel dengan Mesin Virtual Ethereum (EVM) yang memungkinkan pengembang membangun aplikasi terdesentralisasi yang familier di jaringan. Inti Kekayaan Intelektual (IP) yang terpisah mengelola pendaftaran on-chain, lisensi, dan hubungan kepemilikan untuk aset IP.

Inti IP melacak grafik aset kompleks yang menunjukkan bagaimana suatu aset IP berasal dari atau berhubungan dengan aset lainnya. Hal ini memungkinkan jaringan menghitung dan mendistribusikan royalti secara otomatis kepada beberapa kreator dan kontributor secara transparan.

Protokol Proof of Creativity

Protokol Proof of Creativity (PoC) dibangun di atas inti IP. Protokol ini berfungsi sebagai repositori terbuka yang mencatat riwayat lengkap setiap aset IP, mulai dari pembuatan awal hingga setiap modifikasi, perluasan, atau penggunaan komersial.

PoC menghadirkan modul lisensi yang dapat diprogram agar pemilik IP dapat menetapkan ketentuan penggunaan tertentu dalam kode. Misalnya, seorang kreator dapat mengizinkan penggunaan gratis dalam proyek nonkomersial sambil mengenakan royalti untuk aplikasi komersial. Aturan bagi hasil ditegakkan secara otomatis melalui smart contract tanpa memerlukan perantara.

Token DATA

Token asli DATA (sebelumnya IP) adalah alat tukar di Data Network. Token ini digunakan untuk membayar biaya transaksi, memberikan insentif kepada validator melalui staking, dan memfasilitasi arus ekonomi terkait penggunaan IP, seperti pembayaran royalti dan biaya lisensi.

Token DATA juga mendukung transaksi terkait AI di jaringan. Agen AI otonom dapat menggunakannya untuk menegosiasikan lisensi dan membayar akses ke kumpulan data atau model atas nama pengguna.

Integrasi cross-chain dan off-chain

Data Network mendukung komunikasi cross-chain, sehingga aset IP dapat digunakan pada berbagai blockchain dan platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) tanpa membuat pemilik kehilangan kendali. Jaringan ini juga mengintegrasikan oracle dan layanan off-chain yang memverifikasi keaslian IP, memvalidasi klaim kepemilikan, dan mendukung penyelesaian sengketa hukum.

Rebranding: Dari Story menjadi Data Network

Pada bulan Juli 2026, Story Protocol melakukan rebranding menjadi DATA Foundation, lalu Story Network menjadi Data Network. Token proyek yang sebelumnya dikenal sebagai IP dikonversi menjadi DATA melalui migrasi satu banding satu. Rebranding ini mencerminkan pergeseran strategis: sementara Story Protocol awal berfokus pada menjadikan kekayaan intelektual dapat diprogram untuk hiburan dan game, DATA Foundation mengalihkan fokusnya ke data terverifikasi untuk pelatihan AI.

Yayasan ini menjelaskan bahwa perusahaan di balik musik, game, dan merek bernilai tinggi telah menolak lisensi terbuka, sehingga membatasi adopsi model awal yang berfokus pada IP. Sebaliknya, permintaan data pelatihan AI terbukti lebih kuat.

Rebranding ini juga menghadirkan kemitraan dengan Kled, yang dideskripsikan sebagai marketplace data manusia opsional terbesar, yang menambahkan lebih dari 1,5 miliar gambar, video, dan file ke jaringan. Pendiri Kled, yaitu Avi Patel, bergabung ke DATA Foundation sebagai chief data officer.

Bagi pembaca yang mencari artikel sebelum rebranding, lihat penjelasan kami yang sudah ada tentang Apa Itu Story (IP)? yang membahas arsitektur proyek dan token aslinya.

Kegunaan dan Penerapan

Data Network dirancang untuk mendukung berbagai kegunaan terkait IP dan AI.

  • Marketplace IP universal: Data Network memungkinkan transaksi IP peer-to-peer yang langsung dan dapat diprogram, termasuk lisensi, bagi hasil, dan kepemilikan fraksional. Hal ini relevan untuk karya kreatif, musik, literatur, dan seni seiring konten buatan AI menjadi makin umum.

  • Pasar model AI dan kumpulan data: Organisasi dapat mendaftarkan kumpulan data pelatihan AI, model fondasi, dan paket penyempurnaan di Data Network, sehingga menjadi aset yang dapat dilisensikan. Pengembang yang menggunakan aset ini dapat membayar royalti secara otomatis. Untuk mempelajari selengkapnya tentang kaitan blockchain dan AI, lihat Hubungan antara Blockchain dan AI.

  • Perdagangan berbasis agen: Agen AI otonom dapat menegosiasikan, melisensikan, dan membayar aset IP atas nama pengguna secara trustless. Hal ini menghilangkan kebutuhan negosiasi kontrak manual ketika sistem AI berinteraksi dalam skala besar.

  • Legal dan kepatuhan: Melalui lisensi yang dapat diprogram dan atestasi off-chain, Data Network dapat mendukung perjanjian yang dapat diberlakukan dan penyelesaian sengketa. Lapisan tata kelola juga dapat berfungsi serupa dengan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) untuk keputusan protokol.

FAQ

Apa masalah yang diselesaikan Data Network untuk kekayaan intelektual?

Sistem IP tradisional mengandalkan registri tersentralisasi serta proses hukum yang dapat berjalan lambat dan mahal. Data Network memindahkan pengelolaan IP ke on-chain, sehingga kreator dapat mendaftarkan aset, menetapkan ketentuan lisensi dalam kode, dan menerima royalti secara otomatis. Hal ini mengurangi kebutuhan perantara dan membuat pasar IP lebih mudah diakses.

Apa kegunaan token DATA?

Token DATA adalah token asli dari Data Network. Token ini digunakan untuk membayar biaya transaksi, melakukan staking untuk mendukung validator jaringan, dan memfasilitasi transaksi ekonomi seperti biaya lisensi dan pembayaran royalti. Token ini juga memungkinkan agen AI bertransaksi atas nama pengguna di dalam jaringan. DATA menggantikan token IP sebelumnya melalui migrasi 1:1.

Apa itu protokol Proof of Creativity?

Proof of Creativity (PoC) adalah repositori IP terbuka milik Data Network. Protokol ini mencatat riwayat lengkap suatu aset IP, termasuk asalnya, karya turunan apa pun, dan semua penggunaan komersial. Protokol ini juga menegakkan lisensi yang dapat diprogram, sehingga royalti dapat didistribusikan secara otomatis tanpa intervensi manual.

Bagaimana cara Data Network mendukung AI dan pembelajaran mesin?

Data Network memungkinkan kumpulan data dan model pelatihan AI didaftarkan sebagai aset IP yang dapat dilisensikan. Ketika seorang pengembang menggunakan kumpulan data terdaftar untuk melatih model, aturan royalti yang dikodekan dalam lisensi dapat memicu pembayaran otomatis kepada kreator data asli. Agen AI juga dapat menggunakan token DATA untuk menegosiasikan dan membayar lisensi secara mandiri.

Apa yang terjadi pada token IP setelah rebranding?

Token IP dikonversi menjadi DATA melalui migrasi satu banding satu ketika Story Protocol melakukan rebranding menjadi DATA Foundation pada bulan Juli 2026. Integrasi dan validator tetap berjalan tanpa gangguan.

Apakah Data Network kompatibel dengan blockchain lain?

Ya. Data Network mendukung komunikasi cross-chain, sehingga aset IP yang didaftarkan di Data Network dapat digunakan di jaringan blockchain lain dan platform DeFi. Interoperabilitas ini dirancang untuk membuat jaringan ini berguna melampaui ekosistemnya sendiri.

Penutup

Pergeseran fokus Data Network dari IP hiburan ke data terverifikasi untuk pelatihan AI menunjukkan bahwa proyek ini bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat tetapi tidak sepenuhnya dapat ditangkap oleh model awalnya. Keberhasilan perubahan ini akan bergantung pada adopsi pengembang, kualitas kemitraan data seperti Kled, serta arah yang lebih luas dari konvergensi AI dan blockchain.

Bacaan Lebih Lanjut

Penafian: Konten ini disajikan kepada Anda dengan dasar “sebagaimana adanya” hanya sebagai informasi umum dan edukasi tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan, hukum, atau profesional lainnya ataupun dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian produk atau jasa tertentu. Anda sebaiknya mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Jika konten merupakan kontribusi dari kontributor pihak ketiga, harap diperhatikan bahwa pandangan yang dinyatakan merupakan milik kontributor pihak ketiga tersebut dan tidak mencerminkan pandangan Binance Academy. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance Academy tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian yang mungkin Anda alami. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Ketentuan Penggunaan, Peringatan Risiko, dan Ketentuan Binance Academy.