Binance Square

8BitBoi

只要互联网和电力存在,加密货币就不会消亡,财富也永远不会停止流动🧧X: @xme8bitboi🔸T: @tme8bitboi🔸Dc: dcme8bitboi
取引を発注
超高頻度トレーダー
9.4か月
1.8K+ フォロー
15.8K+ フォロワー
12.8K+ いいね
1.5K+ 共有
投稿
ポートフォリオ
PINNED
·
--
翻訳参照
@mira_network #mira $MIRA [\\\] AI untuk Sektor Kritis: Peran Vital Mira Network Industry Professional Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat antusiasme besar terhadap AI, namun di balik layar, banyak industri kritis yang masih ragu untuk mengadopsinya secara penuh. Mengapa industri medis, dirgantara, dan hukum begitu berhati-hati? Jawabannya sederhana: risiko. Dalam industri ini, margin kesalahan haruslah nol atau mendekati nol. AI saat ini, dengan segala kecerdasannya, masih terlalu sering melakukan kesalahan yang tidak terduga. Di sinilah Mira Network hadir untuk menjembatani kesenjangan antara potensi AI dan kebutuhan akan keandalan absolut. Mira Network menyediakan protokol verifikasi yang mengubah AI dari sekadar alat eksperimental menjadi infrastruktur kelas industri. Dengan memastikan bahwa output AI diverifikasi secara kriptografis, Mira memberikan jaminan keamanan yang dibutuhkan oleh para profesional. Misalnya, dalam diagnosis medis berbasis AI, Mira dapat memverifikasi setiap klaim medis yang dihasilkan oleh model dengan membandingkannya melalui konsensus validator independen. Hal ini meminimalkan risiko salah diagnosa yang disebabkan oleh halusinasi model. Selain itu, dalam sektor operasi otonom, keandalan sistem adalah harga mati. Kendaraan atau robot otonom harus mengambil keputusan dalam hitungan milidetik berdasarkan data yang mereka terima. Jika data tersebut bias atau salah, konsekuensinya bisa fatal. Mira Network memastikan bahwa aliran data dan keputusan yang dihasilkan oleh AI telah melewati filter verifikasi yang ketat melalui blockchain. Ini memberikan lapisan perlindungan ekstra yang mencegah sistem melakukan tindakan berbahaya akibat kesalahan logika internal model AI.
@Mira - Trust Layer of AI #mira $MIRA [\\\]

AI untuk Sektor Kritis: Peran Vital Mira Network

Industry Professional

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah melihat antusiasme besar terhadap AI, namun di balik layar, banyak industri kritis yang masih ragu untuk mengadopsinya secara penuh. Mengapa industri medis, dirgantara, dan hukum begitu berhati-hati? Jawabannya sederhana: risiko. Dalam industri ini, margin kesalahan haruslah nol atau mendekati nol. AI saat ini, dengan segala kecerdasannya, masih terlalu sering melakukan kesalahan yang tidak terduga. Di sinilah Mira Network hadir untuk menjembatani kesenjangan antara potensi AI dan kebutuhan akan keandalan absolut.
Mira Network menyediakan protokol verifikasi yang mengubah AI dari sekadar alat eksperimental menjadi infrastruktur kelas industri. Dengan memastikan bahwa output AI diverifikasi secara kriptografis, Mira memberikan jaminan keamanan yang dibutuhkan oleh para profesional. Misalnya, dalam diagnosis medis berbasis AI, Mira dapat memverifikasi setiap klaim medis yang dihasilkan oleh model dengan membandingkannya melalui konsensus validator independen. Hal ini meminimalkan risiko salah diagnosa yang disebabkan oleh halusinasi model.
Selain itu, dalam sektor operasi otonom, keandalan sistem adalah harga mati. Kendaraan atau robot otonom harus mengambil keputusan dalam hitungan milidetik berdasarkan data yang mereka terima. Jika data tersebut bias atau salah, konsekuensinya bisa fatal. Mira Network memastikan bahwa aliran data dan keputusan yang dihasilkan oleh AI telah melewati filter verifikasi yang ketat melalui blockchain. Ini memberikan lapisan perlindungan ekstra yang mencegah sistem melakukan tindakan berbahaya akibat kesalahan logika internal model AI.
PINNED
翻訳参照
MIRA [\\\]: Mengapa Konsensus Trustless Adalah Masa Depan AI@mira_network #Mira $MIRA Futurology & Tech Strategy ​Di masa lalu, kepercayaan dibangun atas dasar reputasi institusi. Kita percaya pada bank karena mereka adalah lembaga besar, kita percaya pada media karena merek mereka. Namun di era digital, reputasi saja tidak cukup. Di dunia yang dipenuhi dengan deepfake dan AI yang bisa memalsukan identitas, kita membutuhkan bentuk kepercayaan baru: Trustless Consensus. Mira Network membawa konsep ini ke jantung industri kecerdasan buatan, memastikan bahwa keandalan tidak lagi bergantung pada kontrol terpusat. ​Kontrol terpusat pada sistem AI adalah ancaman bagi demokrasi informasi. Jika satu raksasa teknologi menguasai algoritma verifikasi, mereka memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang "benar" dan apa yang "salah". Ini adalah pintu gerbang menuju sensor dan manipulasi skala besar. Mira Network menawarkan jalan keluar dengan membangun protokol di mana konsensus dicapai melalui jaringan model AI independen yang tersebar di seluruh dunia. Dalam sistem trustless, Anda tidak perlu mengenal siapa validatornya, dan Anda tidak perlu mempercayai niat baik mereka. Anda hanya perlu mempercayai protokol matematika yang mengatur jaringan tersebut. ​Mira Network memastikan bahwa hasil divalidasi melalui mekanisme yang transparan. Setiap langkah dalam proses verifikasi dapat dilacak kembali di blockchain. Ini menciptakan tingkat akuntabilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah AI. Jika terjadi kesalahan, sistem dapat mengidentifikasi di mana letak kegagalannya tanpa perlu intervensi manual yang bias. Ini sangat penting untuk kasus penggunaan seperti manajemen rantai pasok otonom atau sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang sangat bergantung pada data input yang akurat. ​Selain itu, pendekatan Mira Network memberikan solusi bagi masalah bias yang melekat pada AI. Semua AI memiliki bias karena mereka dilatih pada set data tertentu yang mencerminkan pandangan penciptanya. Dengan mendistribusikan verifikasi ke berbagai model independen, Mira menciptakan sistem "check and balance" digital. Model AI yang bias ke satu sisi akan dikoreksi oleh model lain yang memiliki perspektif data berbeda. Hasil akhirnya adalah informasi yang lebih jernih, lebih adil, dan yang paling penting, lebih bisa diandalkan. Ini adalah langkah krusial dalam membangun infrastruktur digital yang sehat, di mana manusia bisa bekerja berdampingan dengan AI tanpa rasa takut akan disesatkan oleh algoritma yang tidak akurat. {spot}(MIRAUSDT)

MIRA [\\\]: Mengapa Konsensus Trustless Adalah Masa Depan AI

@Mira - Trust Layer of AI #Mira $MIRA
Futurology & Tech Strategy
​Di masa lalu, kepercayaan dibangun atas dasar reputasi institusi. Kita percaya pada bank karena mereka adalah lembaga besar, kita percaya pada media karena merek mereka. Namun di era digital, reputasi saja tidak cukup. Di dunia yang dipenuhi dengan deepfake dan AI yang bisa memalsukan identitas, kita membutuhkan bentuk kepercayaan baru: Trustless Consensus. Mira Network membawa konsep ini ke jantung industri kecerdasan buatan, memastikan bahwa keandalan tidak lagi bergantung pada kontrol terpusat.
​Kontrol terpusat pada sistem AI adalah ancaman bagi demokrasi informasi. Jika satu raksasa teknologi menguasai algoritma verifikasi, mereka memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang "benar" dan apa yang "salah". Ini adalah pintu gerbang menuju sensor dan manipulasi skala besar. Mira Network menawarkan jalan keluar dengan membangun protokol di mana konsensus dicapai melalui jaringan model AI independen yang tersebar di seluruh dunia. Dalam sistem trustless, Anda tidak perlu mengenal siapa validatornya, dan Anda tidak perlu mempercayai niat baik mereka. Anda hanya perlu mempercayai protokol matematika yang mengatur jaringan tersebut.
​Mira Network memastikan bahwa hasil divalidasi melalui mekanisme yang transparan. Setiap langkah dalam proses verifikasi dapat dilacak kembali di blockchain. Ini menciptakan tingkat akuntabilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah AI. Jika terjadi kesalahan, sistem dapat mengidentifikasi di mana letak kegagalannya tanpa perlu intervensi manual yang bias. Ini sangat penting untuk kasus penggunaan seperti manajemen rantai pasok otonom atau sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang sangat bergantung pada data input yang akurat.
​Selain itu, pendekatan Mira Network memberikan solusi bagi masalah bias yang melekat pada AI. Semua AI memiliki bias karena mereka dilatih pada set data tertentu yang mencerminkan pandangan penciptanya. Dengan mendistribusikan verifikasi ke berbagai model independen, Mira menciptakan sistem "check and balance" digital. Model AI yang bias ke satu sisi akan dikoreksi oleh model lain yang memiliki perspektif data berbeda. Hasil akhirnya adalah informasi yang lebih jernih, lebih adil, dan yang paling penting, lebih bisa diandalkan. Ini adalah langkah krusial dalam membangun infrastruktur digital yang sehat, di mana manusia bisa bekerja berdampingan dengan AI tanpa rasa takut akan disesatkan oleh algoritma yang tidak akurat.
翻訳参照
bergabunglah dengan geng kapak
bergabunglah dengan geng kapak
avatar
@QL青龙
が発言中
[ライブ] 🎙️ LM🌙
リスナー数:232人
live
翻訳参照
Fabric Protocol Mendefinisikan Ulang Kolaborasi Manusia-Robot@FabricFND Dunia sedang berdiri di ambang pintu revolusi industri kelima. Jika revolusi sebelumnya fokus pada otomatisasi massal, era yang kita masuki sekarang adalah tentang otonomi cerdas. Kita tidak lagi berbicara tentang robot lengan kaku di pabrik otomotif, melainkan tentang robot serbaguna (general-purpose robots) yang mampu berjalan di trotoar, membantu di rumah sakit, hingga mengelola logistik gudang secara mandiri. Namun, di balik kecanggihan mekaniknya, muncul satu pertanyaan besar: Siapa yang mengorkestrasi "otak" mereka agar tetap aman, transparan, dan terukur? Di sinilah Fabric Protocol, yang didukung oleh organisasi nirlaba Fabric Foundation, hadir bukan hanya sebagai pemain, melainkan sebagai fondasi (infrastruktur) bagi masa depan tersebut. Dilema Kotak Hitam: Mengapa Kita Butuh Protokol Terbuka? Selama ini, pengembangan robotika sering kali terjebak dalam ekosistem tertutup (silo). Perusahaan raksasa membangun sistem mereka sendiri, menggunakan data tertutup, dan algoritma yang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Masalahnya, ketika robot mulai berinteraksi langsung dengan manusia di ruang publik, sistem "kotak hitam" ini menjadi risiko keamanan yang nyata. Fabric Protocol mendobrak batasan tersebut dengan menawarkan jaringan terbuka global. Protokol ini memastikan bahwa evolusi robotika tidak dimonopoli oleh segelintir entitas, melainkan tumbuh melalui kolaborasi global yang transparan. Tiga Pilar Utama: Komputasi, Agen, dan Buku Besar Apa yang membuat Fabric Protocol begitu revolusioner dibandingkan sistem operasi robotika konvensional? Jawabannya terletak pada integrasi tiga teknologi mutakhir: Komputasi yang Dapat Diverifikasi (Verifiable Computing): Dalam sistem tradisional, kita harus "percaya" bahwa robot menjalankan perintah dengan benar. Dalam Fabric Protocol, kepercayaan digantikan dengan bukti matematis. Setiap proses komputasi dapat diverifikasi oleh jaringan, memastikan bahwa instruksi yang dijalankan robot sesuai dengan regulasi dan parameter keamanan yang telah ditetapkan. Infrastruktur Native Agen: Robot di masa depan bukan sekadar mesin; mereka adalah "agen" yang memiliki identitas digital. Fabric menyediakan infrastruktur yang memungkinkan agen-agen ini berkomunikasi, bertukar data, dan belajar satu sama lain dalam lingkungan yang aman. Ini memungkinkan terjadinya swarm intelligence atau kecerdasan kolektif antar mesin. Koordinasi melalui Buku Besar Publik (Public Ledger): Dengan menggunakan teknologi buku besar publik (mirip dengan prinsip blockchain namun dioptimalkan untuk performa tinggi), Fabric Protocol mencatat koordinasi data dan regulasi. Ini menciptakan jejak audit yang tidak dapat dimanipulasi, memberikan kepastian hukum dan teknis bagi manusia yang bekerja berdampingan dengan mesin tersebut. Modularitas: Membangun Tanpa Batas Salah satu hambatan terbesar dalam inovasi robotika adalah biaya infrastruktur yang sangat mahal. Fabric Protocol mengatasi ini dengan pendekatan infrastruktur modular. Pengembang tidak perlu lagi membangun sistem keamanan atau jaringan komunikasi dari nol. Mereka cukup menggunakan modul-modul yang sudah tersedia dalam protokol, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada fungsi spesifik robot mereka—apakah itu untuk operasi medis, pemadaman kebakaran, atau eksplorasi luar angkasa. Visi Akhir: Kolaborasi Manusia-Mesin yang Aman Visi utama dari Fabric Foundation bukanlah menciptakan dunia yang didominasi mesin, melainkan memfasilitasi kolaborasi manusia-mesin yang aman. Kita sedang bergerak menuju masa depan di mana batas antara instruksi manusia dan eksekusi mesin menjadi sangat halus namun tetap dalam kendali etika yang ketat. Fabric Protocol adalah "konstitusi digital" bagi dunia robotika. Ia memastikan bahwa saat mesin-mesin ini menjadi lebih cerdas dan lebih kuat, mereka tetap beroperasi di bawah payung transparansi dan akuntabilitas. Di tangan Fabric Foundation, evolusi robot serbaguna bukan lagi sekadar impian fiksi ilmiah, melainkan realitas infrastruktur yang siap menyambut masa depan. {future}(ROBOUSDT)

Fabric Protocol Mendefinisikan Ulang Kolaborasi Manusia-Robot

@Fabric Foundation
Dunia sedang berdiri di ambang pintu revolusi industri kelima. Jika revolusi sebelumnya fokus pada otomatisasi massal, era yang kita masuki sekarang adalah tentang otonomi cerdas. Kita tidak lagi berbicara tentang robot lengan kaku di pabrik otomotif, melainkan tentang robot serbaguna (general-purpose robots) yang mampu berjalan di trotoar, membantu di rumah sakit, hingga mengelola logistik gudang secara mandiri. Namun, di balik kecanggihan mekaniknya, muncul satu pertanyaan besar: Siapa yang mengorkestrasi "otak" mereka agar tetap aman, transparan, dan terukur?
Di sinilah Fabric Protocol, yang didukung oleh organisasi nirlaba Fabric Foundation, hadir bukan hanya sebagai pemain, melainkan sebagai fondasi (infrastruktur) bagi masa depan tersebut.
Dilema Kotak Hitam: Mengapa Kita Butuh Protokol Terbuka?
Selama ini, pengembangan robotika sering kali terjebak dalam ekosistem tertutup (silo). Perusahaan raksasa membangun sistem mereka sendiri, menggunakan data tertutup, dan algoritma yang tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Masalahnya, ketika robot mulai berinteraksi langsung dengan manusia di ruang publik, sistem "kotak hitam" ini menjadi risiko keamanan yang nyata.
Fabric Protocol mendobrak batasan tersebut dengan menawarkan jaringan terbuka global. Protokol ini memastikan bahwa evolusi robotika tidak dimonopoli oleh segelintir entitas, melainkan tumbuh melalui kolaborasi global yang transparan.
Tiga Pilar Utama: Komputasi, Agen, dan Buku Besar
Apa yang membuat Fabric Protocol begitu revolusioner dibandingkan sistem operasi robotika konvensional? Jawabannya terletak pada integrasi tiga teknologi mutakhir:
Komputasi yang Dapat Diverifikasi (Verifiable Computing):
Dalam sistem tradisional, kita harus "percaya" bahwa robot menjalankan perintah dengan benar. Dalam Fabric Protocol, kepercayaan digantikan dengan bukti matematis. Setiap proses komputasi dapat diverifikasi oleh jaringan, memastikan bahwa instruksi yang dijalankan robot sesuai dengan regulasi dan parameter keamanan yang telah ditetapkan.
Infrastruktur Native Agen:
Robot di masa depan bukan sekadar mesin; mereka adalah "agen" yang memiliki identitas digital. Fabric menyediakan infrastruktur yang memungkinkan agen-agen ini berkomunikasi, bertukar data, dan belajar satu sama lain dalam lingkungan yang aman. Ini memungkinkan terjadinya swarm intelligence atau kecerdasan kolektif antar mesin.
Koordinasi melalui Buku Besar Publik (Public Ledger):
Dengan menggunakan teknologi buku besar publik (mirip dengan prinsip blockchain namun dioptimalkan untuk performa tinggi), Fabric Protocol mencatat koordinasi data dan regulasi. Ini menciptakan jejak audit yang tidak dapat dimanipulasi, memberikan kepastian hukum dan teknis bagi manusia yang bekerja berdampingan dengan mesin tersebut.
Modularitas: Membangun Tanpa Batas
Salah satu hambatan terbesar dalam inovasi robotika adalah biaya infrastruktur yang sangat mahal. Fabric Protocol mengatasi ini dengan pendekatan infrastruktur modular. Pengembang tidak perlu lagi membangun sistem keamanan atau jaringan komunikasi dari nol. Mereka cukup menggunakan modul-modul yang sudah tersedia dalam protokol, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada fungsi spesifik robot mereka—apakah itu untuk operasi medis, pemadaman kebakaran, atau eksplorasi luar angkasa.
Visi Akhir: Kolaborasi Manusia-Mesin yang Aman
Visi utama dari Fabric Foundation bukanlah menciptakan dunia yang didominasi mesin, melainkan memfasilitasi kolaborasi manusia-mesin yang aman. Kita sedang bergerak menuju masa depan di mana batas antara instruksi manusia dan eksekusi mesin menjadi sangat halus namun tetap dalam kendali etika yang ketat.
Fabric Protocol adalah "konstitusi digital" bagi dunia robotika. Ia memastikan bahwa saat mesin-mesin ini menjadi lebih cerdas dan lebih kuat, mereka tetap beroperasi di bawah payung transparansi dan akuntabilitas. Di tangan Fabric Foundation, evolusi robot serbaguna bukan lagi sekadar impian fiksi ilmiah, melainkan realitas infrastruktur yang siap menyambut masa depan.
翻訳参照
@FabricFND #robo $ROBO Membongkar "Otak" di Balik Robotika Masa Depan: Fabric Protocol 🤖⚙️ ​Banyak yang bicara soal robot pintar, tapi sedikit yang bicara soal siapa yang mengatur datanya? Di sinilah Fabric Protocol masuk sebagai pemain kunci yang mengubah aturan main. ​Alih-alih sistem tertutup yang kaku, Fabric Foundation membangun jaringan terbuka global yang memungkinkan robot serbaguna berevolusi secara kolaboratif. Apa yang membuatnya berbeda? Jawabannya ada pada dua pilar: Komputasi yang dapat diverifikasi dan Infrastruktur native agen. {future}(ROBOUSDT)
@Fabric Foundation #robo $ROBO

Membongkar "Otak" di Balik Robotika Masa Depan: Fabric Protocol 🤖⚙️

​Banyak yang bicara soal robot pintar, tapi sedikit yang bicara soal siapa yang mengatur datanya? Di sinilah Fabric Protocol masuk sebagai pemain kunci yang mengubah aturan main.

​Alih-alih sistem tertutup yang kaku, Fabric Foundation membangun jaringan terbuka global yang memungkinkan robot serbaguna berevolusi secara kolaboratif. Apa yang membuatnya berbeda? Jawabannya ada pada dua pilar: Komputasi yang dapat diverifikasi dan Infrastruktur native agen.
翻訳参照
22:12 bergabung dengan gengster
22:12 bergabung dengan gengster
GBeliard
·
--
[終了] 🎙️ Hello, Good Morning everyone.
リスナー数:1.1k人
翻訳参照
Menuju Era Kolaborasi Manusia-Mesin: Mengenal FABRIC PROTOCOL dan Masa Depan Robotika Otonom@FabricFND #ROBO $ROBO Dunia sedang berada di ambang revolusi industri berikutnya. Jika dekade terakhir kita disuguhi dengan ledakan kecerdasan buatan (AI) di ranah digital, maka dekade ini adalah tentang bagaimana "otak" digital tersebut merasuki tubuh fisik. Di sinilah Fabric Protocol, sebuah inisiatif ambisius yang didukung oleh Fabric Foundation, hadir sebagai tulang punggung (backbone) bagi evolusi robotika global. Namun, pertanyaannya bukan sekadar "bisakah kita membuat robot yang pintar?", melainkan "bagaimana kita membangun infrastruktur yang memungkinkan jutaan robot bekerja, belajar, dan berkolaborasi secara aman tanpa kendali terpusat yang kaku?" Apa Itu Fabric Protocol? Secara sederhana, Fabric Protocol adalah jaringan terbuka global yang dirancang khusus untuk mendukung pembangunan, tata kelola, dan evolusi kolaboratif robot serbaguna (general-purpose robots). Bayangkan sebuah dunia di mana robot tidak hanya bekerja dalam isolasi di pabrik tertutup, tetapi berinteraksi dalam ekosistem terbuka. Untuk mencapai hal ini, Fabric Protocol menggabungkan dua pilar teknologi mutakhir: komputasi yang dapat diverifikasi dan infrastruktur native agen. 1. Komputasi yang Dapat Diverifikasikan (Verifiable Computing) Dalam sistem robotika konvensional, kita sering kali harus percaya begitu saja bahwa instruksi yang dijalankan oleh mesin adalah benar dan tidak dimanipulasi. Fabric Protocol mengubah paradigma ini. Dengan komputasi yang dapat diverifikasi, setiap proses pengambilan keputusan oleh robot dapat dibuktikan kebenarannya melalui kriptografi. Ini memastikan bahwa robot bertindak sesuai protokol dan tidak "berhalusinasi" atau disusupi oleh pihak ketiga yang jahat. 2. Infrastruktur Native Agen Protokol ini memandang robot bukan sekadar mesin statis, melainkan sebagai "agen" yang memiliki otonomi. Infrastruktur ini memungkinkan agen-agen tersebut untuk saling berkomunikasi, bertukar data, dan bahkan melakukan transaksi ekonomi secara mandiri di atas buku besar publik (public ledger). Peran Vital Fabric Foundation Di balik teknologi yang kompleks ini, terdapat Fabric Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bertugas menjaga visi jangka panjang proyek ini. Sebagai organisasi non-profit, peran mereka sangat krusial untuk memastikan bahwa protokol ini tetap menjadi barang publik (public good) dan tidak dimonopoli oleh satu korporasi besar. Tugas utama Fabric Foundation meliputi: Standarisasi: Menetapkan protokol komunikasi agar robot dari vendor yang berbeda dapat saling mengerti. Ecosystem Growth: Memberikan dukungan bagi para pengembang (developer) untuk membangun aplikasi di atas Fabric Protocol. Etika dan Tata Kelola: Memastikan bahwa evolusi robotika tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan melalui sistem tata kelola yang demokratis. Mengapa Kita Membutuhkan Infrastruktur Modular? Salah satu kata kunci dalam deskripsi Fabric Protocol adalah "infrastruktur modular". Dalam rekayasa perangkat lunak, modularitas berarti kemampuan untuk membongkar pasang komponen tanpa merusak keseluruhan sistem. Dalam konteks Fabric, modularitas memungkinkan: Fleksibilitas: Pengembang dapat memilih modul spesifik (misalnya, modul navigasi atau modul pengenalan suara) yang paling sesuai dengan kebutuhan robot mereka. Keamanan yang Lebih Baik: Jika satu modul mengalami kegagalan, sistem lainnya tetap dapat berfungsi secara mandiri, mengurangi risiko kegagalan sistemik (systemic failure). Kolaborasi Terbuka: Peneliti dari seluruh dunia dapat menyumbangkan modul baru ke dalam ekosistem, mempercepat inovasi jauh lebih cepat daripada riset tertutup di laboratorium rahasia. Sinergi Manusia dan Mesin: Bukan Kompetisi, Tapi Kolaborasi Ketakutan terbesar masyarakat terhadap robotika sering kali berkisar pada isu penggantian peran manusia. Namun, Fabric Protocol menawarkan narasi yang berbeda: Kolaborasi Manusia-Mesin yang Aman. Melalui penggunaan buku besar publik (blockchain), setiap interaksi antara manusia dan mesin dicatat secara transparan. Ini menciptakan sistem kepercayaan (trust) yang baru. Kita tidak lagi perlu "menebak" apa yang akan dilakukan mesin; kita memiliki akses ke regulasi dan data yang mengoordinasikan tindakan mereka secara real-time. Misalnya, dalam skenario pencarian dan penyelamatan (search and rescue), sekelompok robot dapat dikoordinasikan oleh manusia melalui Fabric Protocol. Data yang dikumpulkan oleh robot diverifikasi secara instan, memastikan tim penyelamat mendapatkan informasi akurat tanpa risiko manipulasi data di tengah krisis. Tantangan dan Masa Depan Tentu saja, membangun jaringan global untuk robot bukanlah tanpa tantangan. Skalabilitas, latensi komunikasi, dan regulasi hukum di berbagai negara merupakan hambatan nyata. Namun, dengan pendekatan sumber terbuka (open-source) dan dukungan dari Fabric Foundation, hambatan ini dihadapi dengan kekuatan kolektif komunitas global. Fabric Protocol bukan sekadar tentang teknologi robotika; ini tentang bagaimana kita mendefinisikan ulang cara kerja dunia fisik. Dengan mengoordinasikan data, komputasi, dan regulasi di satu tempat, kita sedang membangun fondasi bagi peradaban di mana teknologi benar-benar menjadi perpanjangan tangan manusia yang aman dan tepercaya. Kesimpulan Fabric Protocol adalah jawaban atas kebutuhan akan standar global dalam dunia robotika yang semakin terfragmentasi. Melalui kombinasi antara transparansi buku besar publik, keamanan komputasi kriptografis, dan semangat nirlaba dari Fabric Foundation, kita sedang bergerak menuju masa depan di mana robot serbaguna bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan rekan kerja yang andal dalam kehidupan sehari-hari. Era baru telah tiba, dan kain (fabric) yang menyatukan manusia serta mesin kini sedang ditenun. Apakah Anda tertarik untuk mendalami aspek teknis dari komputasi yang dapat diverifikasi ini, atau ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara bergabung dengan ekosistem Fabric Foundation? {future}(ROBOUSDT)

Menuju Era Kolaborasi Manusia-Mesin: Mengenal FABRIC PROTOCOL dan Masa Depan Robotika Otonom

@Fabric Foundation #ROBO $ROBO

Dunia sedang berada di ambang revolusi industri berikutnya. Jika dekade terakhir kita disuguhi dengan ledakan kecerdasan buatan (AI) di ranah digital, maka dekade ini adalah tentang bagaimana "otak" digital tersebut merasuki tubuh fisik. Di sinilah Fabric Protocol, sebuah inisiatif ambisius yang didukung oleh Fabric Foundation, hadir sebagai tulang punggung (backbone) bagi evolusi robotika global.
Namun, pertanyaannya bukan sekadar "bisakah kita membuat robot yang pintar?", melainkan "bagaimana kita membangun infrastruktur yang memungkinkan jutaan robot bekerja, belajar, dan berkolaborasi secara aman tanpa kendali terpusat yang kaku?"
Apa Itu Fabric Protocol?
Secara sederhana, Fabric Protocol adalah jaringan terbuka global yang dirancang khusus untuk mendukung pembangunan, tata kelola, dan evolusi kolaboratif robot serbaguna (general-purpose robots).
Bayangkan sebuah dunia di mana robot tidak hanya bekerja dalam isolasi di pabrik tertutup, tetapi berinteraksi dalam ekosistem terbuka. Untuk mencapai hal ini, Fabric Protocol menggabungkan dua pilar teknologi mutakhir: komputasi yang dapat diverifikasi dan infrastruktur native agen.
1. Komputasi yang Dapat Diverifikasikan (Verifiable Computing)
Dalam sistem robotika konvensional, kita sering kali harus percaya begitu saja bahwa instruksi yang dijalankan oleh mesin adalah benar dan tidak dimanipulasi. Fabric Protocol mengubah paradigma ini. Dengan komputasi yang dapat diverifikasi, setiap proses pengambilan keputusan oleh robot dapat dibuktikan kebenarannya melalui kriptografi. Ini memastikan bahwa robot bertindak sesuai protokol dan tidak "berhalusinasi" atau disusupi oleh pihak ketiga yang jahat.
2. Infrastruktur Native Agen
Protokol ini memandang robot bukan sekadar mesin statis, melainkan sebagai "agen" yang memiliki otonomi. Infrastruktur ini memungkinkan agen-agen tersebut untuk saling berkomunikasi, bertukar data, dan bahkan melakukan transaksi ekonomi secara mandiri di atas buku besar publik (public ledger).
Peran Vital Fabric Foundation
Di balik teknologi yang kompleks ini, terdapat Fabric Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bertugas menjaga visi jangka panjang proyek ini. Sebagai organisasi non-profit, peran mereka sangat krusial untuk memastikan bahwa protokol ini tetap menjadi barang publik (public good) dan tidak dimonopoli oleh satu korporasi besar.
Tugas utama Fabric Foundation meliputi:
Standarisasi: Menetapkan protokol komunikasi agar robot dari vendor yang berbeda dapat saling mengerti. Ecosystem Growth: Memberikan dukungan bagi para pengembang (developer) untuk membangun aplikasi di atas Fabric Protocol. Etika dan Tata Kelola: Memastikan bahwa evolusi robotika tetap selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan melalui sistem tata kelola yang demokratis.
Mengapa Kita Membutuhkan Infrastruktur Modular?
Salah satu kata kunci dalam deskripsi Fabric Protocol adalah "infrastruktur modular". Dalam rekayasa perangkat lunak, modularitas berarti kemampuan untuk membongkar pasang komponen tanpa merusak keseluruhan sistem.
Dalam konteks Fabric, modularitas memungkinkan:
Fleksibilitas: Pengembang dapat memilih modul spesifik (misalnya, modul navigasi atau modul pengenalan suara) yang paling sesuai dengan kebutuhan robot mereka. Keamanan yang Lebih Baik: Jika satu modul mengalami kegagalan, sistem lainnya tetap dapat berfungsi secara mandiri, mengurangi risiko kegagalan sistemik (systemic failure). Kolaborasi Terbuka: Peneliti dari seluruh dunia dapat menyumbangkan modul baru ke dalam ekosistem, mempercepat inovasi jauh lebih cepat daripada riset tertutup di laboratorium rahasia.
Sinergi Manusia dan Mesin: Bukan Kompetisi, Tapi Kolaborasi
Ketakutan terbesar masyarakat terhadap robotika sering kali berkisar pada isu penggantian peran manusia. Namun, Fabric Protocol menawarkan narasi yang berbeda: Kolaborasi Manusia-Mesin yang Aman.
Melalui penggunaan buku besar publik (blockchain), setiap interaksi antara manusia dan mesin dicatat secara transparan. Ini menciptakan sistem kepercayaan (trust) yang baru. Kita tidak lagi perlu "menebak" apa yang akan dilakukan mesin; kita memiliki akses ke regulasi dan data yang mengoordinasikan tindakan mereka secara real-time.
Misalnya, dalam skenario pencarian dan penyelamatan (search and rescue), sekelompok robot dapat dikoordinasikan oleh manusia melalui Fabric Protocol. Data yang dikumpulkan oleh robot diverifikasi secara instan, memastikan tim penyelamat mendapatkan informasi akurat tanpa risiko manipulasi data di tengah krisis.
Tantangan dan Masa Depan
Tentu saja, membangun jaringan global untuk robot bukanlah tanpa tantangan. Skalabilitas, latensi komunikasi, dan regulasi hukum di berbagai negara merupakan hambatan nyata. Namun, dengan pendekatan sumber terbuka (open-source) dan dukungan dari Fabric Foundation, hambatan ini dihadapi dengan kekuatan kolektif komunitas global.
Fabric Protocol bukan sekadar tentang teknologi robotika; ini tentang bagaimana kita mendefinisikan ulang cara kerja dunia fisik. Dengan mengoordinasikan data, komputasi, dan regulasi di satu tempat, kita sedang membangun fondasi bagi peradaban di mana teknologi benar-benar menjadi perpanjangan tangan manusia yang aman dan tepercaya.
Kesimpulan
Fabric Protocol adalah jawaban atas kebutuhan akan standar global dalam dunia robotika yang semakin terfragmentasi. Melalui kombinasi antara transparansi buku besar publik, keamanan komputasi kriptografis, dan semangat nirlaba dari Fabric Foundation, kita sedang bergerak menuju masa depan di mana robot serbaguna bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan rekan kerja yang andal dalam kehidupan sehari-hari.
Era baru telah tiba, dan kain (fabric) yang menyatukan manusia serta mesin kini sedang ditenun.
Apakah Anda tertarik untuk mendalami aspek teknis dari komputasi yang dapat diverifikasi ini, atau ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara bergabung dengan ekosistem Fabric Foundation?
翻訳参照
percepatan 🌆
percepatan 🌆
Fabric Foundation
·
--
ロボティクスはAIの次のフロンティアであり、今後2年間で$150Bを超える。

私たちの主要な貢献者OpenMindは、Circle、NVIDIA、Unitreeなどの主要なプレーヤーと共に、ロボットのAIブレインを支える重要なソフトウェアを構築しています。

したがって、Fabric Foundationは、世界中でオープンロボティクスの道を築き、オンチェーン決済、アイデンティティ、ガバナンスインフラの開発を加速するために設立されました。

分散型ロボット経済は今日始まります。$ROBOによって支えられています。

私たちのブログからもっと読む: https://fabric.foundation/blog/fabric-own-the-robot-economy
翻訳参照
pada Kamis (26 Februari), Vitalik merilis draf Roadmap Ketahanan Quantum. Ia mengidentifikasi empat area Ethereum yang rentan terhadap serangan komputer kuantum di masa depan, termasuk tanda tangan validator dan penyimpanan data. Ia mengusulkan transisi ke tanda tangan berbasis hash yang lebih kuat dan penggunaan STARKs untuk keamanan data. 🏗️ Menuju Ethereum yang "Cypherpunk" Vitalik juga aktif mempromosikan visi "Ethereum yang tidak jelek" (non-ugly Ethereum), yang mengedepankan prinsip cypherpunk. Ini termasuk dukungan untuk EIP-8141, yang akan memungkinkan dompet pintar (smart wallets) memiliki keamanan tingkat tinggi tanpa perlu perantara. $ETH #BlockAILayoffs #JaneStreet10AMDump #MarketRebound #AxiomMisconductInvestigation #TrumpStateoftheUnion
pada Kamis (26 Februari), Vitalik merilis draf Roadmap Ketahanan Quantum. Ia mengidentifikasi empat area Ethereum yang rentan terhadap serangan komputer kuantum di masa depan, termasuk tanda tangan validator dan penyimpanan data. Ia mengusulkan transisi ke tanda tangan berbasis hash yang lebih kuat dan penggunaan STARKs untuk keamanan data.

🏗️ Menuju Ethereum yang "Cypherpunk"
Vitalik juga aktif mempromosikan visi "Ethereum yang tidak jelek" (non-ugly Ethereum), yang mengedepankan prinsip cypherpunk. Ini termasuk dukungan untuk EIP-8141, yang akan memungkinkan dompet pintar (smart wallets) memiliki keamanan tingkat tinggi tanpa perlu perantara.

$ETH
#BlockAILayoffs #JaneStreet10AMDump #MarketRebound #AxiomMisconductInvestigation #TrumpStateoftheUnion
最近の取引
取引数0件
ETH/USDT
翻訳参照
Mengenal FOGO: Mengapa Solana VM Menjadi "Game Changer" untuk Layer 1?@fogo #fogo $FOGO Dunia kripto nggak pernah tidur. Baru saja kita merasa nyaman dengan Ethereum, muncul Solana. Baru saja kita paham tentang Layer 2, sekarang muncul tren baru yang disebut "Fogo". Jika kamu melihat gambar logo oranye dengan petir putih itu, kamu mungkin bertanya-tanya: Apa lagi ini? Secara singkat, Fogo adalah Layer 1 (L1) berkinerja tinggi yang mengadopsi kekuatan Solana Virtual Machine (SVM). Tapi, apa sih sebenarnya artinya buat kita sebagai pengguna atau investor? ​Apa Itu SVM dan Kenapa Fogo Memilihnya? Selama bertahun-tahun, EVM (Ethereum Virtual Machine) adalah raja. Namun, EVM punya masalah klasik: antrean transaksi yang bikin stres dan biaya gas yang kadang nggak masuk akal. Di sinilah SVM masuk. Berbeda dengan EVM yang memproses transaksi satu per satu (seperti antrean kasir tunggal), SVM bisa melakukan parallel execution. Bayangkan sebuah supermarket dengan 50 kasir yang buka sekaligus. Itulah yang dibawa Fogo ke dalam ekosistem L1-nya. ​Keunggulan Fogo: Lebih dari Sekadar Kecepatan Fogo bukan cuma "copy-paste" Solana. Sebagai sebuah L1 yang mandiri, Fogo membangun infrastruktur yang mengoptimalkan bahasa pemrograman Rust. Bagi para developer, ini adalah surga. Mereka bisa membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang super cepat tanpa takut jaringan "macet" saat ada minting NFT besar-besaran atau lonjakan volume trading di DEX. ​Pengalaman Pengguna (UX) yang Manusiawi Seringkali, teknologi canggih itu ribet. Fogo mencoba mendobrak itu. Dengan latensi yang sangat rendah, transaksi di Fogo terasa instan. Kamu klik "send", dan boom, selesai. Tidak ada lagi ritual menunggu konfirmasi blok sambil menahan napas. Ini adalah langkah besar menuju adopsi massal di mana orang awam pun merasa nyaman menggunakannya. Fogo hadir di saat pasar sedang haus akan skalabilitas yang nyata. Dengan menggabungkan fleksibilitas L1 dan kecepatan murni dari SVM, Fogo bukan sekadar proyek ikut-ikutan, melainkan fondasi baru bagi ekonomi digital masa depan.

Mengenal FOGO: Mengapa Solana VM Menjadi "Game Changer" untuk Layer 1?

@Fogo Official #fogo $FOGO
Dunia kripto nggak pernah tidur. Baru saja kita merasa nyaman dengan Ethereum, muncul Solana. Baru saja kita paham tentang Layer 2, sekarang muncul tren baru yang disebut "Fogo". Jika kamu melihat gambar logo oranye dengan petir putih itu, kamu mungkin bertanya-tanya: Apa lagi ini? Secara singkat, Fogo adalah Layer 1 (L1) berkinerja tinggi yang mengadopsi kekuatan Solana Virtual Machine (SVM). Tapi, apa sih sebenarnya artinya buat kita sebagai pengguna atau investor?

​Apa Itu SVM dan Kenapa Fogo Memilihnya?
Selama bertahun-tahun, EVM (Ethereum Virtual Machine) adalah raja. Namun, EVM punya masalah klasik: antrean transaksi yang bikin stres dan biaya gas yang kadang nggak masuk akal. Di sinilah SVM masuk. Berbeda dengan EVM yang memproses transaksi satu per satu (seperti antrean kasir tunggal), SVM bisa melakukan parallel execution. Bayangkan sebuah supermarket dengan 50 kasir yang buka sekaligus. Itulah yang dibawa Fogo ke dalam ekosistem L1-nya.

​Keunggulan Fogo: Lebih dari Sekadar Kecepatan
Fogo bukan cuma "copy-paste" Solana. Sebagai sebuah L1 yang mandiri, Fogo membangun infrastruktur yang mengoptimalkan bahasa pemrograman Rust. Bagi para developer, ini adalah surga. Mereka bisa membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) yang super cepat tanpa takut jaringan "macet" saat ada minting NFT besar-besaran atau lonjakan volume trading di DEX.

​Pengalaman Pengguna (UX) yang Manusiawi
Seringkali, teknologi canggih itu ribet. Fogo mencoba mendobrak itu. Dengan latensi yang sangat rendah, transaksi di Fogo terasa instan. Kamu klik "send", dan boom, selesai. Tidak ada lagi ritual menunggu konfirmasi blok sambil menahan napas. Ini adalah langkah besar menuju adopsi massal di mana orang awam pun merasa nyaman menggunakannya.

Fogo hadir di saat pasar sedang haus akan skalabilitas yang nyata. Dengan menggabungkan fleksibilitas L1 dan kecepatan murni dari SVM, Fogo bukan sekadar proyek ikut-ikutan, melainkan fondasi baru bagi ekonomi digital masa depan.
翻訳参照
Silahkan bergabung 🐎🌠
Silahkan bergabung 🐎🌠
NewRoland
·
--
[終了] 🎙️ Memecoins: Time to cry or time to buy #Dyor $Pepe 🐸 $Doge 🐶
リスナー数:75人
翻訳参照
Ekonomi Kreator 3.0: NFT Dinamis dan Royalti Instan di FOGO⚡@fogo ⚡#fogo ⚡$FOGO ​NFT Generasi Baru, Hak Milik Digital, dan Monetisasi Konten ​Era NFT sebagai sekadar gambar profil (PFP) sudah berakhir. Masa depan adalah NFT dinamis yang dapat berubah berdasarkan data nyata. Namun, untuk menjalankan NFT yang kompleks, dibutuhkan blockchain yang mampu menangani pembaruan data yang konstan. Fogo adalah jawabannya. ​NFT yang "Hidup" di Fogo ​Bayangkan sebuah NFT karakter game yang levelnya naik secara real-time saat Anda bermain, atau NFT tiket konser yang berubah menjadi akses eksklusif setelah acara selesai. Di blockchain tradisional, setiap perubahan ini mahal dan lambat. Di Fogo, berkat efisiensi SVM, pembaruan status NFT terjadi secara instan dengan biaya mendekati nol. ​Royalti yang Adil bagi Seniman ​Salah satu masalah di ekosistem lain adalah penegakan royalti. Fogo membangun standar royalti di tingkat protokol, memastikan seniman selalu mendapatkan haknya setiap kali karya mereka berpindah tangan.

Ekonomi Kreator 3.0: NFT Dinamis dan Royalti Instan di FOGO⚡

@Fogo Official #fogo $FOGO

​NFT Generasi Baru, Hak Milik Digital, dan Monetisasi Konten
​Era NFT sebagai sekadar gambar profil (PFP) sudah berakhir. Masa depan adalah NFT dinamis yang dapat berubah berdasarkan data nyata. Namun, untuk menjalankan NFT yang kompleks, dibutuhkan blockchain yang mampu menangani pembaruan data yang konstan. Fogo adalah jawabannya.
​NFT yang "Hidup" di Fogo
​Bayangkan sebuah NFT karakter game yang levelnya naik secara real-time saat Anda bermain, atau NFT tiket konser yang berubah menjadi akses eksklusif setelah acara selesai. Di blockchain tradisional, setiap perubahan ini mahal dan lambat. Di Fogo, berkat efisiensi SVM, pembaruan status NFT terjadi secara instan dengan biaya mendekati nol.
​Royalti yang Adil bagi Seniman
​Salah satu masalah di ekosistem lain adalah penegakan royalti. Fogo membangun standar royalti di tingkat protokol, memastikan seniman selalu mendapatkan haknya setiap kali karya mereka berpindah tangan.
翻訳参照
@fogo ⚡#fogo ⚡$FOGO ⚡FOGO dan Integrasi AI: Ketika Blockchain Berperforma Tinggi Bertemu Kecerdasan Buatan ​ 🔮Masa Depan ​Di tahun 2026, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar alat, melainkan entitas yang beroperasi secara mandiri di internet. Namun, AI membutuhkan infrastruktur yang cepat dan tanpa izin untuk bertransaksi. Fogo, dengan arsitektur SVM-nya, adalah pasangan sempurna bagi revolusi AI. ​Mengapa AI Membutuhkan Fogo? 🕵️​Agen AI otonom melakukan ribuan keputusan dan transaksi dalam hitungan detik. Mereka tidak bisa menunggu konfirmasi blok yang lambat atau membayar biaya gas yang fluktuatif. ⚡Fogo menyediakan "rel" bagi AI untuk bergerak. Dengan kecepatan sub-second, sebuah bot AI dapat melakukan arbitrage, mengelola portofolio, atau membeli data di pasar terdesentralisasi secara instan di atas jaringan Fogo. 📝​Verifikasi Data AI On-Chain🔗 ​Salah satu tantangan terbesar AI adalah transparansi. Di Fogo, jejak keputusan AI dapat dicatat secara permanen dan murah. Ini memungkinkan terciptanya "AI yang dapat diaudit". Karena kapasitas Fogo yang besar, kita bisa menyimpan hash dari model AI dan data pelatihannya secara on-chain tanpa membebani jaringan. {spot}(FOGOUSDT)
@Fogo Official #fogo $FOGO
⚡FOGO dan Integrasi AI: Ketika Blockchain Berperforma Tinggi Bertemu Kecerdasan Buatan

🔮Masa Depan
​Di tahun 2026, Artificial Intelligence (AI) bukan lagi sekadar alat, melainkan entitas yang beroperasi secara mandiri di internet. Namun, AI membutuhkan infrastruktur yang cepat dan tanpa izin untuk bertransaksi. Fogo, dengan arsitektur SVM-nya, adalah pasangan sempurna bagi revolusi AI.
​Mengapa AI Membutuhkan Fogo?

🕵️​Agen AI otonom melakukan ribuan keputusan dan transaksi dalam hitungan detik. Mereka tidak bisa menunggu konfirmasi blok yang lambat atau membayar biaya gas yang fluktuatif.

⚡Fogo menyediakan "rel" bagi AI untuk bergerak. Dengan kecepatan sub-second, sebuah bot AI dapat melakukan arbitrage, mengelola portofolio, atau membeli data di pasar terdesentralisasi secara instan di atas jaringan Fogo.

📝​Verifikasi Data AI On-Chain🔗
​Salah satu tantangan terbesar AI adalah transparansi. Di Fogo, jejak keputusan AI dapat dicatat secara permanen dan murah. Ini memungkinkan terciptanya "AI yang dapat diaudit". Karena kapasitas Fogo yang besar, kita bisa menyimpan hash dari model AI dan data pelatihannya secara on-chain tanpa membebani jaringan.
翻訳参照
Mengapa Konsensus Trustless Adalah Masa Depan AI@mira_network #Mira $MIRA {spot}(MIRAUSDT) Di masa lalu, kepercayaan dibangun atas dasar reputasi institusi. Kita percaya pada bank karena mereka adalah lembaga besar, kita percaya pada media karena merek mereka. Namun di era digital, reputasi saja tidak cukup. Di dunia yang dipenuhi dengan deepfake dan AI yang bisa memalsukan identitas, kita membutuhkan bentuk kepercayaan baru: Trustless Consensus. Mira Network membawa konsep ini ke jantung industri kecerdasan buatan, memastikan bahwa keandalan tidak lagi bergantung pada kontrol terpusat. Kontrol terpusat pada sistem AI adalah ancaman bagi demokrasi informasi. Jika satu raksasa teknologi menguasai algoritma verifikasi, mereka memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang "benar" dan apa yang "salah". Ini adalah pintu gerbang menuju sensor dan manipulasi skala besar. Mira Network menawarkan jalan keluar dengan membangun protokol di mana konsensus dicapai melalui jaringan model AI independen yang tersebar di seluruh dunia. Dalam sistem trustless, Anda tidak perlu mengenal siapa validatornya, dan Anda tidak perlu mempercayai niat baik mereka. Anda hanya perlu mempercayai protokol matematika yang mengatur jaringan tersebut. Mira Network memastikan bahwa hasil divalidasi melalui mekanisme yang transparan. Setiap langkah dalam proses verifikasi dapat dilacak kembali di blockchain. Ini menciptakan tingkat akuntabilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah AI. Jika terjadi kesalahan, sistem dapat mengidentifikasi di mana letak kegagalannya tanpa perlu intervensi manual yang bias. Ini sangat penting untuk kasus penggunaan seperti manajemen rantai pasok otonom atau sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang sangat bergantung pada data input yang akurat. Selain itu, pendekatan Mira Network memberikan solusi bagi masalah bias yang melekat pada AI. Semua AI memiliki bias karena mereka dilatih pada set data tertentu yang mencerminkan pandangan penciptanya. Dengan mendistribusikan verifikasi ke berbagai model independen, Mira menciptakan sistem "check and balance" digital. Model AI yang bias ke satu sisi akan dikoreksi oleh model lain yang memiliki perspektif data berbeda. Hasil akhirnya adalah informasi yang lebih jernih, lebih adil, dan yang paling penting, lebih bisa diandalkan. Ini adalah langkah krusial dalam membangun infrastruktur digital yang sehat, di mana manusia bisa bekerja berdampingan dengan AI tanpa rasa takut akan disesatkan oleh algoritma yang tidak akurat.

Mengapa Konsensus Trustless Adalah Masa Depan AI

@Mira - Trust Layer of AI #Mira $MIRA

Di masa lalu, kepercayaan dibangun atas dasar reputasi institusi. Kita percaya pada bank karena mereka adalah lembaga besar, kita percaya pada media karena merek mereka. Namun di era digital, reputasi saja tidak cukup. Di dunia yang dipenuhi dengan deepfake dan AI yang bisa memalsukan identitas, kita membutuhkan bentuk kepercayaan baru: Trustless Consensus. Mira Network membawa konsep ini ke jantung industri kecerdasan buatan, memastikan bahwa keandalan tidak lagi bergantung pada kontrol terpusat.
Kontrol terpusat pada sistem AI adalah ancaman bagi demokrasi informasi. Jika satu raksasa teknologi menguasai algoritma verifikasi, mereka memiliki kekuatan untuk menentukan apa yang "benar" dan apa yang "salah". Ini adalah pintu gerbang menuju sensor dan manipulasi skala besar. Mira Network menawarkan jalan keluar dengan membangun protokol di mana konsensus dicapai melalui jaringan model AI independen yang tersebar di seluruh dunia. Dalam sistem trustless, Anda tidak perlu mengenal siapa validatornya, dan Anda tidak perlu mempercayai niat baik mereka. Anda hanya perlu mempercayai protokol matematika yang mengatur jaringan tersebut.
Mira Network memastikan bahwa hasil divalidasi melalui mekanisme yang transparan. Setiap langkah dalam proses verifikasi dapat dilacak kembali di blockchain. Ini menciptakan tingkat akuntabilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam sejarah AI. Jika terjadi kesalahan, sistem dapat mengidentifikasi di mana letak kegagalannya tanpa perlu intervensi manual yang bias. Ini sangat penting untuk kasus penggunaan seperti manajemen rantai pasok otonom atau sistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang sangat bergantung pada data input yang akurat.
Selain itu, pendekatan Mira Network memberikan solusi bagi masalah bias yang melekat pada AI. Semua AI memiliki bias karena mereka dilatih pada set data tertentu yang mencerminkan pandangan penciptanya. Dengan mendistribusikan verifikasi ke berbagai model independen, Mira menciptakan sistem "check and balance" digital. Model AI yang bias ke satu sisi akan dikoreksi oleh model lain yang memiliki perspektif data berbeda. Hasil akhirnya adalah informasi yang lebih jernih, lebih adil, dan yang paling penting, lebih bisa diandalkan. Ini adalah langkah krusial dalam membangun infrastruktur digital yang sehat, di mana manusia bisa bekerja berdampingan dengan AI tanpa rasa takut akan disesatkan oleh algoritma yang tidak akurat.
翻訳参照
@mira_network #mira $MIRA Membedah Mekanisme "Break and Verify" Mira Network Bagaimana sebenarnya sebuah protokol desentralisasi bisa menjamin kebenaran dari sebuah paragraf yang dihasilkan AI? Untuk memahami Mira Network, kita harus membedah mekanisme internalnya yang dikenal dengan proses pemecahan klaim. Saat sebuah AI menghasilkan teks panjang, risiko kesalahan biasanya tersembunyi di antara baris-baris kalimat yang terlihat benar. Mira Network mengatasi ini dengan tidak memvalidasi teks secara keseluruhan sekaligus, melainkan membaginya menjadi unit-unit informasi terkecil atau "klaim atomik". Proses ini dimulai ketika output AI dikirim ke protokol Mira. Sistem akan secara otomatis mengidentifikasi poin-poin faktual di dalam teks tersebut. Misalnya, jika AI mengatakan "Obat X aman untuk anak di atas 5 tahun", Mira akan mengisolasi klaim ini sebagai satu unit verifikasi. Klaim tersebut kemudian disebarkan ke jaringan model AI independen yang bertindak sebagai validator. Validator ini tidak saling mengenal (trustless), yang mencegah terjadinya kolusi atau kesepakatan jahat untuk memanipulasi data. Di sinilah peran penting blockchain masuk. Setiap hasil verifikasi dari validator dicatat dalam buku besar terdistribusi yang tidak dapat diubah (immutable). Verifikasi ini menggunakan kriptografi canggih untuk memastikan bahwa data tidak dimodifikasi selama proses transmisi. Hasil akhirnya adalah informasi yang memiliki "sertifikat digital" kebenaran. Pengguna akhir tidak lagi menerima teks biasa, melainkan informasi yang telah melalui proses konsensus yang ketat. Mengapa sistem ini begitu andal? Karena adanya insentif ekonomi. Validator di dalam Mira Network mempertaruhkan reputasi dan aset mereka. Jika mereka memberikan verifikasi yang salah secara sengaja, mereka akan kehilangan insentif mereka. Sebaliknya, jika mereka konsisten memberikan verifikasi yang akurat, mereka akan mendapatkan imbalan ekonomi. Ini menciptakan keseimbangan di mana kepentingan ekonomi validator sejalan dengan kebenaran informasi. {spot}(MIRAUSDT)
@Mira - Trust Layer of AI #mira $MIRA

Membedah Mekanisme "Break and Verify" Mira Network

Bagaimana sebenarnya sebuah protokol desentralisasi bisa menjamin kebenaran dari sebuah paragraf yang dihasilkan AI? Untuk memahami Mira Network, kita harus membedah mekanisme internalnya yang dikenal dengan proses pemecahan klaim. Saat sebuah AI menghasilkan teks panjang, risiko kesalahan biasanya tersembunyi di antara baris-baris kalimat yang terlihat benar. Mira Network mengatasi ini dengan tidak memvalidasi teks secara keseluruhan sekaligus, melainkan membaginya menjadi unit-unit informasi terkecil atau "klaim atomik".

Proses ini dimulai ketika output AI dikirim ke protokol Mira. Sistem akan secara otomatis mengidentifikasi poin-poin faktual di dalam teks tersebut. Misalnya, jika AI mengatakan "Obat X aman untuk anak di atas 5 tahun", Mira akan mengisolasi klaim ini sebagai satu unit verifikasi. Klaim tersebut kemudian disebarkan ke jaringan model AI independen yang bertindak sebagai validator. Validator ini tidak saling mengenal (trustless), yang mencegah terjadinya kolusi atau kesepakatan jahat untuk memanipulasi data.

Di sinilah peran penting blockchain masuk. Setiap hasil verifikasi dari validator dicatat dalam buku besar terdistribusi yang tidak dapat diubah (immutable). Verifikasi ini menggunakan kriptografi canggih untuk memastikan bahwa data tidak dimodifikasi selama proses transmisi. Hasil akhirnya adalah informasi yang memiliki "sertifikat digital" kebenaran. Pengguna akhir tidak lagi menerima teks biasa, melainkan informasi yang telah melalui proses konsensus yang ketat.
Mengapa sistem ini begitu andal? Karena adanya insentif ekonomi. Validator di dalam Mira Network mempertaruhkan reputasi dan aset mereka. Jika mereka memberikan verifikasi yang salah secara sengaja, mereka akan kehilangan insentif mereka. Sebaliknya, jika mereka konsisten memberikan verifikasi yang akurat, mereka akan mendapatkan imbalan ekonomi. Ini menciptakan keseimbangan di mana kepentingan ekonomi validator sejalan dengan kebenaran informasi.
翻訳参照
Krisis Integritas AI dan Lahirnya Mira Network@mira_network #Mira $MIRA Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan teknologi yang sangat berbahaya. Di satu sisi, kita memiliki Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu menulis puisi, menyusun kode pemrograman, hingga mendiagnosis penyakit. Namun, di sisi lain, kita menghadapi kenyataan pahit bahwa AI sering kali "berhalusinasi". Istilah "halusinasi" ini sebenarnya adalah eufemisme untuk kesalahan fatal: AI memberikan informasi yang salah namun dengan nada bicara yang sangat meyakinkan. Mengapa ini terjadi? Karena AI modern seperti Large Language Models (LLM) dilatih untuk memprediksi probabilitas kata, bukan untuk memahami kebenaran faktual. ​Masalah ini bukan sekadar gangguan kecil. Dalam kasus penggunaan yang kritis—seperti operasi otonom pada kendaraan, sistem pertahanan, atau pengambilan keputusan medis—kesalahan kecil akibat halusinasi atau bias bisa berujung pada bencana. Inilah tantangan keandalan yang ingin dipecahkan oleh Mira Network. Mira Network lahir sebagai protokol verifikasi terdesentralisasi yang tidak hanya percaya pada apa yang dikatakan AI, tetapi menuntut bukti. ​Mira Network memahami bahwa untuk mencapai "Artificial General Intelligence" (AGI) yang aman, kita membutuhkan lapisan verifikasi. Protokol ini mengubah output AI yang bersifat "mentah" dan mungkin salah, menjadi informasi yang diverifikasi secara kriptografis. Bayangkan sebuah dunia di mana setiap jawaban dari bot AI harus melalui pemeriksaan ketat oleh ribuan "juri" independen sebelum sampai ke tangan Anda. Inilah yang dilakukan Mira melalui konsensus blockchain. Dengan memecah konten kompleks menjadi klaim-klaim kecil yang dapat diverifikasi, Mira memastikan bahwa setiap atom informasi telah diuji validitasnya. ​Keunggulan utama Mira terletak pada desentralisasinya. Jika verifikasi dilakukan oleh satu perusahaan besar (sentralisasi), risiko bias dan manipulasi tetap ada. Namun, Mira mendistribusikan tugas ini ke seluruh jaringan model AI independen. Tidak ada satu entitas pun yang memiliki kontrol penuh atas "kebenaran". Melalui insentif ekonomi dan konsensus trustless, Mira menciptakan ekosistem di mana kejujuran adalah mata uang yang paling berharga. Kita tidak lagi dipaksa untuk percaya pada janji perusahaan teknologi; kita percaya pada protokol matematika yang tidak bisa disuap. Ini adalah revolusi dalam cara kita berinteraksi dengan mesin. {spot}(MIRAUSDT)

Krisis Integritas AI dan Lahirnya Mira Network

@Mira - Trust Layer of AI #Mira $MIRA
Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan teknologi yang sangat berbahaya. Di satu sisi, kita memiliki Kecerdasan Buatan (AI) yang mampu menulis puisi, menyusun kode pemrograman, hingga mendiagnosis penyakit. Namun, di sisi lain, kita menghadapi kenyataan pahit bahwa AI sering kali "berhalusinasi". Istilah "halusinasi" ini sebenarnya adalah eufemisme untuk kesalahan fatal: AI memberikan informasi yang salah namun dengan nada bicara yang sangat meyakinkan. Mengapa ini terjadi? Karena AI modern seperti Large Language Models (LLM) dilatih untuk memprediksi probabilitas kata, bukan untuk memahami kebenaran faktual.
​Masalah ini bukan sekadar gangguan kecil. Dalam kasus penggunaan yang kritis—seperti operasi otonom pada kendaraan, sistem pertahanan, atau pengambilan keputusan medis—kesalahan kecil akibat halusinasi atau bias bisa berujung pada bencana. Inilah tantangan keandalan yang ingin dipecahkan oleh Mira Network. Mira Network lahir sebagai protokol verifikasi terdesentralisasi yang tidak hanya percaya pada apa yang dikatakan AI, tetapi menuntut bukti.
​Mira Network memahami bahwa untuk mencapai "Artificial General Intelligence" (AGI) yang aman, kita membutuhkan lapisan verifikasi. Protokol ini mengubah output AI yang bersifat "mentah" dan mungkin salah, menjadi informasi yang diverifikasi secara kriptografis. Bayangkan sebuah dunia di mana setiap jawaban dari bot AI harus melalui pemeriksaan ketat oleh ribuan "juri" independen sebelum sampai ke tangan Anda. Inilah yang dilakukan Mira melalui konsensus blockchain. Dengan memecah konten kompleks menjadi klaim-klaim kecil yang dapat diverifikasi, Mira memastikan bahwa setiap atom informasi telah diuji validitasnya.
​Keunggulan utama Mira terletak pada desentralisasinya. Jika verifikasi dilakukan oleh satu perusahaan besar (sentralisasi), risiko bias dan manipulasi tetap ada. Namun, Mira mendistribusikan tugas ini ke seluruh jaringan model AI independen. Tidak ada satu entitas pun yang memiliki kontrol penuh atas "kebenaran". Melalui insentif ekonomi dan konsensus trustless, Mira menciptakan ekosistem di mana kejujuran adalah mata uang yang paling berharga. Kita tidak lagi dipaksa untuk percaya pada janji perusahaan teknologi; kita percaya pada protokol matematika yang tidak bisa disuap. Ini adalah revolusi dalam cara kita berinteraksi dengan mesin.
Binance Indonesian
·
--
[リプレイ] 🎙️ 🎙️ AMA - Ramadan NgabubuTalk: Series 2
01 時間 36 分 47 秒 · リスナー数:10.9k人
翻訳参照
Bergabung dan berkembang bersama $BTC
Bergabung dan berkembang bersama $BTC
Bitcoin Buyer
·
--
[リプレイ] 🎙️ US Stocks Recovering
01 時間 22 分 50 秒 · リスナー数:578人
翻訳参照
7777
7777
引用されたコンテンツは削除されました
翻訳参照
7777
7777
汤姆哥_Tom
·
--
#红包大派送 #redpocket
初五迎财神,红包来敲门!
USDT 福利限时开抢,手慢无!
2026 核心目标:
钱包上涨!爆率翻倍!胜率拉满!
接好运,纳千祥,馬年一路長虹 🐎
#正月初五 #USDT红包 #财运爆棚
さらにコンテンツを探すには、ログインしてください
暗号資産関連最新ニュース総まとめ
⚡️ 暗号資産に関する最新のディスカッションに参加
💬 お気に入りのクリエイターと交流
👍 興味のあるコンテンツがきっと見つかります
メール / 電話番号
サイトマップ
Cookieの設定
プラットフォーム利用規約