🔔Udh saya TP $SOL Kita nunggu pembalikan short, Tipis tipis kita maximalkan kerapatan mencari peluang sedikit sambil menunggu sinyal peluang besar,baru swing sementara ini scalping memanfaatkan peluang meski sedikit . Dyorr...
STOP Jangan serakah secukupnya saja hehe yang sudah pernahku bilang,melindungi dari distorsi lanjut kita ngejogrok sambil nunggu peluang$SOL #solana mulai ada pelemahan kita mencari dan menunggu peluang berikutnya.semongkooooooo
berapa % margin dengan laverag nya yang sehat dan SL dan TP berapa banding berapa resikonya pertrade , terimakasih semoga di jawab@SNIPER_TRADE
SNIPER_TRADE
·
--
🚨Sekedar info dari kami, khusus buat pemula yang baru gabung chanel, kami minta tolong di setiap kami memberikan analisa, baik short maupun long, jangan BERJUDI leverage maksimal, margin rata kanan, ke geser dikit kena SL marah-marahin kami, bilang tidak akurat lah bilang developer koin, bilang saya whale penipu, waduhh, padahal kan saya sering pamerin leverage gw cuma x5-x10, boleh x50 cuma kami pake margin kecil, bukannya rata kanan, Jika jiwa² anda penjudi ingin setiap call akurat 100% chanel kami bukan tempat anda, kami di sini trading cari profit konsisten, meskipun pelan, jika jiwa² all in jangan salahkan kami, Toh di koin yang sama kalian MC aku masih aman, meskipun floating soalnya resiko nya rata² di setiap perdagangan cuma 5-7%. kami sebenarnya cuma mengisi waktu memberikan signal, sebenarnya ini bukan tugas prioritas, cuma karena banyak yang minta banyak yang terbantu jadi kami mencoba memberikan yang terbaik, ☕, Silahkan komentar di bawah apakah chanel ini akan di lanjutkan atau Stop 🤝
NGERI NGERI SEDAP AKAN KUANTUM.BANK INVESTASI AS CABUT DARI BITCOIN!?
@SNBooM10⁹⁹ #NEWSSNB Ngeri-Ngeri Sedap akan Kuantum, Bank Investasi AS Cabut dari Bitcoin Kepala Strategi Ekuitas Global di bank investasi Jefferies Christopher Wood menghapus seluruh alokasi Bitcoin (BTC) sebesar 10% dari portofolio modelnya karena kekhawatiran terhadap perkembangan komputasi kuantum. Dalam buletin Greed & Fear yang dikutip Bloomberg, ia menilai kemajuan teknologi tersebut berpotensi mengancam keamanan jangka panjang aset crypto terbesar di dunia itu. Posisi Bitcoin yang dilepas kemudian dialihkan ke emas fisik dan saham perusahaan tambang emas, aset yang dinilai punya rekam jejak lebih panjang dan stabil. Wood sebelumnya memasukkan Bitcoin sejak akhir 2020 dan bahkan menambah porsi pada 2021, dengan keyakinan crypto bisa menjadi “emas digital” di tengah banjir stimulus bank sentral saat pandemi. Namun kini, Wood menegaskan kekhawatirannya lebih mendasar, yakni soal risiko eksistensial terhadap fungsi Bitcoin sebagai penyimpan nilai. Ia berpandangan bahwa terobosan kuantum dapat melemahkan sistem kriptografi Bitcoin. Meski begitu, sejumlah pakar menilai ancaman tersebut belum mendesak, dengan CEO Blockstream Adam Back menyebut risiko kuantum baru relevan dalam 20–40 tahun ke depan dan bisa diantisipasi lewat standar enkripsi pasca-kuantum. Kendati skeptisisme masih dominan, langkah Wood menunjukkan isu ini mulai memengaruhi keputusan alokasi aset, seiring beberapa negara seperti El Salvador juga mengambil langkah preventif untuk mengamankan kepemilikan Bitcoin mereka. @SNB00M10
$BTC #BTC *Strategy Lepas Ribuan Bitcoin Senilai Rp62 Triliun dalam Sehari, Ada Apa?**
Strategy, yang dulunya bernama MicroStrategy, tercatat melepas 37.995 Bitcoin (BTC) miliknya dalam sehari. Puluhan ribu Bitcoin ini ditaksir nilainya mencapai US$3,7 miliar atau sekitar Rp62 triliun, menurut Arkham Intelligence.
Hingga saat ini belum ada informasi yang diberikan terkait hal tersebut. Namun, perusahaan terlacak mentransfer Bitcoin kepada alamat yang tidak dikenali dan bukan ke platform crypto.
Biasanya, tindakan tersebut digunakan untuk memecah atau membagi kepemilikan Bitcoin agar tidak terpusat dalam satu wallet. Namun, hal ini memicu spekulasi para pelaku pasar yang menduga perusahaan tersebut telah melakukan penjualan.
Diketahui, inisiatif ini dilakukan perusahaan dalam 3 bulan terakhir, terhitung sejak Oktober. Sehingga, membuat kepemilikannya terus menurun hingga saat ini, dari total nilainya US$60 miliar kini tersisa US$42,9 miliar, artinya turun 28%.
Sebagai informasi, perusahaan milik Saylor tersebut telah melakukan transaksi sebelum peristiwa besar atau 'black swan terjadi. Kala itu, jutaan pelaku pasar crypto terkena likuidasi totalnya US$19,16 miliar atau sekitar Rp317,22 triliun, pada Sabtu (11/10).
$XRP (SNBNEWSDAILY) Carousel | Bitcoin-Ethereum Sudah Pesta All-time High Tahun Ini, XRP Kapan Nyusul?**
XRP, token garapan Ripple, faktanya terakhir mencapai all-time high (ATH) pada Januari 2018 silam di harga US$3.84. Artinya, token itu belum juga mencetak rekor tertinggi baru pada tahun ini, di mana ia terus tertinggal dari Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) yang sudah cetak level tertinggi baru berkali-kali pada tahun ini.
Lebih rinci, Bitcoin telah tembus rekor tertinggi tahun ini pada 7 Agustus, di level US$126.198, sementara Ethereum pada 25 Agustus lalu. Namun, jika XRP ingin mencetak all-time high baru, artinya token itu harus melampaui harga terakhir di US$3.84, di mana sekarang XRP masih berada di harga US$2.30.
Lalu, saat ini pasar tengah memantau level support dan resistance untuk XRP, lantaran pergerakan harga di masa mendatang disebut akan bergantung pada dinamika pasar global dan sentimen investor.
Meski demikian, XRP masih menjadi altcoin terbesar ke-3 di dunia, menurut CoinMarketCap, Minggu (09/11). Bahkan, XRP telah mencapai kapitalisasi pasar US$139,14 miliar. Bahkan, sejak pertama kali diluncurkan pada 2012 lalu, 100 miliar token XRP telah diciptakan dan beredar tanpa penambangan sama sekali.
Sebagai informasi, keunggulan model XRP dirancang untuk menghadirkan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi dalam sistem transaksi digital. Alih-alih menggunakan sistem Proof-of-Work seperti Bitcoin, jaringan XRP mengandalkan protokol konsensus untuk memverifikasi transaksi.
*Disclaimer Alert. Not Financial Advice (NFA). Do Your Own Research (DYOR).*
Bitcoin Rebound ke US$103.000, Buat Rp6 Triliun Posisi Short Lenyap Terlikuidasi**
Bitcoin rebound ke harga US$103.000 usai sempat jatuh ke US$99.000 sehari sebelumnya, menurut CoinMarketCap, Sabtu (08/11) pagi. Namun, kenaikan kali ini pun membuat posisi shorts Bitcoin senilai US$365 juta atau sekitar Rp6 triliun posisi shorts terlikuidasi.
Kenaikan aset digital terbesar itu juga membuat altcoin berterbangan. Dengan, Ethereum (ETH) dan XRP, BNB yang sempat anjlok puluhan persen kini masing-masing dibanderol US$3.425, US$2.31 dan US$991.
Adapun kenaikan ini terjadi usai JPMorgan Chase and Co menaikkan kepemilikan atas iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock sekitar 64% atau sebesar US$343 juta.
Oleh karena itu, kepercayaan investor pun kembali meningkat lantaran salah satu bank terbesar di dunia telah mengambil posisi di salah satu ETF Spot Bitcoin terkemuka di dunia tersebut.
Selain itu, dengan instutusi besar menggandakan Bitcoin meskipun volatilitas yang terjadi baru-baru ini, di mana Bitcoin justru ambruk ke US$99.000, semakin memperkuat kepercayaan nilai jangka panjangnya. Lalu, arus masuk ETF secara langsung mampu meningkatkan permintaan untuk Bitcoin.