Jaringan Burger Amerika Lakukan Pembelian Bitcoin Senilai US$10 Juta
Steak ‘n Shake telah membeli Bitcoin senilai US$10.000.000, menandakan peningkatan besar dalam strategi mereka untuk mengubah pendapatan restoran cepat saji menjadi treasury aset kripto perusahaan.
Aksi akuisisi ini menandai fase terbaru dari inisiatif “Bitcoin-to-Burger” milik jaringan yang sudah berusia 90 tahun, yaitu langkah keuangan yang langsung mengkonversi arus kas operasional menjadi aset digital.
Steak ‘n Shake Klaim Strategi Bitcoin Dorong Pertumbuhan ‘Terbaik di Industri’ pada 2025
Program ini, yang dimulai pada Mei 2025, mengintegrasikan akumulasi aset digital ke dalam operasi harian perusahaan.
Dengan menerima pembayaran Bitcoin dan memasarkan langsung ke komunitas kripto, jaringan restoran ini bertujuan untuk memodernisasi struktur modalnya.
Manajemen perusahaan menggambarkan model ini sebagai “sistem yang dapat menopang dirinya sendiri.” Dalam kerangka ini, peningkatan kualitas makanan mendorong peningkatan pendapatan, yang kemudian dialirkan ke cadangan Bitcoin perusahaan.
Berdasarkan data internal, strategi ini telah memberikan hasil nyata. Tahun lalu, perusahaan mencatat pertumbuhan dua digit pada penjualan toko yang sama, didorong oleh adopsi BTC, yang membuatnya unggul jauh dibandingkan industri serupa.
“Pada tahun 2025, Steak n Shake mencapai pertumbuhan penjualan toko sejenis dua digit — terbaik di industri! Menjadi perusahaan Bitcoin memberikan dorongan besar pada bisnis kami, sehingga kami bisa lebih meningkatkan kualitas makanan,” demikian dinyatakan oleh mereka.
Yang penting, jaringan restoran ini sedang memantapkan diri sebagai entitas “hanya Bitcoin”.
Walaupun survei perusahaan baru-baru ini menunjukkan 53% responden memilih menambah Ethereum (ETH) sebagai metode pembayaran, pihak manajemen dengan tegas menolak usulan tersebut.
Keputusan ini memperkuat filosofi maksimalis yang bertujuan menjaga loyalitas dari segmen pasar yang spesifik dan memiliki orientasi ideologis.
Selain itu, integrasi BTC ini juga meluas ke karyawan perusahaan.
Pada Oktober lalu, Steak ‘n Shake mengupdate infrastruktur penggajian mereka agar 10.000 karyawannya dapat menerima persentase gaji mereka dalam Bitcoin. Langkah ini menunjukkan pandangan perusahaan bahwa aset ini sebagai penyimpan nilai yang layak sebanding dengan mata uang fiat.
Berdiri sejak tahun 1934, Steak ‘n Shake mengoperasikan ratusan lokasi di seluruh Amerika Serikat dan juga di mancanegara.
Langkah terbarunya mengukuhkan status mereka sebagai pengecualian di sektor restoran konvensional, dengan mencoba memodernisasi merek warisan dengan mengaitkan kesehatan finansial jangka panjang perusahaan ke performa aset kripto terbesar di dunia ini.
Bull Ethereum Bisa Gagal karena Pembalikan Kritis Ini
Harga Ethereum baru saja mengalami breakout dari pola segitiga bullish, yang menunjukkan adanya dorongan naik kembali.
Namun, breakout ini kini nampaknya rentan. ETH sudah mencetak divergensi bearish hampir selama tiga minggu, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa pergerakan ini kurang meyakinkan.
Holder Penting Ethereum Tengah Melakukan Koreksi
Ethereum menunjukkan divergensi bearish yang jelas dalam tiga minggu terakhir, yang menjadi sinyal melemahnya kekuatan internal. Walaupun harga ETH terus membentuk level tertinggi yang lebih tinggi, indikator Chaikin Money Flow justru membentuk posisi terendah yang semakin tinggi pula. Pola ini mengisyaratkan bahwa kenaikan harga terjadi bersamaan dengan meningkatnya arus keluar modal, bukan arus masuk modal yang konsisten.
Biasanya, divergensi seperti ini mendahului pembalikan tren. Investor nampaknya mendistribusikan ETH saat harga menguat dan bukan menambah kepemilikan. Ketika modal keluar dari pasar sewaktu harga naik, maka dorongan naik pun berkurang. Dinamika ini meningkatkan kemungkinan breakout yang gagal, apalagi di tengah situasi pasar kripto yang sedang berhati-hati.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftar ke Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Divergensi Bearish ETH | Sumber: TradingView
Data makro semakin memperkuat sinyal bearish yang terlihat pada indikator momentum. Crypto whale Ethereum meningkatkan aktivitas penjualan selama sepekan terakhir. Wallet yang berisi antara 100.000 dan 1 juta ETH telah menjual lebih dari 230.000 ETH, menurut data on-chain.
Tekanan jual ini setara dengan sekitar US$760 juta pada harga saat ini. Arus keluar besar dari wallet sejalan dengan penurunan CMF, yang mengonfirmasi kepercayaan yang melemah di antara holder besar. Ketika whale menjual di momen breakout, kekuatan harga menjadi lemah dan peluang penurunan harga dalam waktu dekat pun meningkat.
Kepemilikan Whale ETH | Sumber: TradingView Harga ETH Bisa Menghadapi Penurunan
Harga Ethereum saat ini diperdagangkan di sekitar US$3.309 pada waktu publikasi dan masih berada sedikit di atas level support US$3.287. Breakout dari pola segitiga sebelumnya memproyeksikan kenaikan hingga 29,5%, dengan target ke US$4.240. Namun, melemahnya momentum dan divergensi bearish mengancam struktur bullish tersebut.
Dengan situasi seperti saat ini, ETH kemungkinan akan kehilangan support US$3.287. Jika breakdown terjadi, harga bisa turun ke area US$3.131 dan memvalidasi pergerakan ini sebagai fakeout. Penolakan seperti ini akan meningkatkan tekanan jual dan mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam di bawah US$3.000.
Analisis Harga ETH | Sumber: TradingView
Meski begitu, potensi turun belum pasti terjadi. Jika ETH berhasil rebound dari US$3.287 dan aksi jual whale mulai berkurang, momentum bullish bisa kembali.
Menahan support tersebut bisa membuka peluang Ethereum naik hingga US$3.441. Dan jika kekuatan berlanjut, maka potensi keuntungan bisa bertambah ke area US$3.802, sehingga membatalkan outlook bearish sebelumnya.
Sebuah Perampokan Bitcoin Senilai US$280 Juta Picu Reli Harga Monero
Seorang investor aset kripto kehilangan lebih dari US$282 juta dalam bentuk Bitcoin dan Litecoin setelah terkena scam rekayasa sosial yang melibatkan hardware wallet.
Pada 16 Januari, investigator on-chain ZachXBT mengungkap pencurian besar ini, yang dilaporkan menguras akun korban hingga 2,05 juta Litecoin (LTC) dan 1.459 Bitcoin (BTC).
Monero Naik 36% setelah Hacker Tukar Aset Kripto Curian ke Privacy Coin
Perusahaan keamanan siber ZeroShadow memastikan bahwa pelaku melakukan aksi perampokan ini dengan menyamar sebagai customer support Trezor. Trezor sendiri adalah penyedia hardware wallet ternama yang sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.
Penipu itu berhasil memanipulasi korban dengan membuatnya memberikan recovery seed phrase, sehingga mereka bisa menguasai penuh seluruh aset korban.
Setelah terjadinya peretasan, pelaku langsung mulai mencuci dana hasil curian tersebut.
ZachXBT melaporkan bahwa pelaku memanfaatkan beberapa instant exchange, terutama Thorchain, untuk menjembatani Bitcoin curian ke Ethereum, Ripple, dan Litecoin.
Sementara itu, ketergantungan pelaku pada Thorchain mendapat kritik tajam terhadap penyedia infrastruktur decentralized tersebut.
ZachXBT menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya pelaku kejahatan memanfaatkan platform ini untuk keperluan semacam itu. Hal ini menandakan bahwa platform tersebut masih menjadi tujuan favorit para kriminal untuk memindahkan kekayaan hasil curian.
Di saat bersamaan, hacker tersebut mengonversi sebagian besar dana curian ke Monero (XMR), token yang berfokus pada privasi dan dirancang untuk menyembunyikan detail transaksi.
“ZeroShadow melacak arus keluar dana dan berhasil membekukan lebih dari US$1 juta sebelum dana itu ditukar ke XMR. Aktivitas yang lolos kemungkinan meningkatkan harga XMR,” demikian bunyi pernyataan Zero Shadow dalam keterangannya.
Menariknya, aksi pembelian besar-besaran tersebut memicu kenaikan harga signifikan di pasar Monero.
Data dari BeinCrypto menunjukkan token tersebut melonjak lebih dari 36% selama periode tujuh hari, mencapai puncak hampir US$800. Setelah itu, harga aset telah mengalami koreksi ke kisaran US$621 pada saat artikel ini diterbitkan.
Insiden ini semakin menyoroti krisis keamanan yang semakin besar di sektor aset digital. Para pelaku kini mulai mengubah taktik, mengutamakan scam rekayasa sosial dan penyamaran merek ketimbang eksploitasi kode teknis untuk menipu korban.
Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menghitung tren ini, dengan melaporkan lonjakan scam impersonasi hingga 1.400% dari tahun ke tahun. Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata kerugian finansial per kejadian naik lebih dari 600%.
Pemulihan Harga XRP Kembali Ditolak, Bisakah XRP Hindari Penurunan di Bawah US$2?
Harga XRP terus kesulitan seiring kondisi pasar aset kripto yang melemah. Token ini masih berada di bawah tekanan selama beberapa hari, karena gagal mempertahankan upaya pemulihan.
Meski aksi jual masih terjadi, para investor XRP tetap aktif melakukan akumulasi, bertujuan untuk mempertahankan level support kunci dan membatasi risiko penurunan.
Holder XRP Ubah Sikap Mereka
Sentimen pasar terhadap XRP saat ini masih rapuh, sementara data likuidasi menunjukkan risiko penurunan yang semakin meningkat. Berdasarkan liquidation heatmap, trader long XRP menghadapi risiko besar jika harga turun mendekati US$2,00. Terdapat klaster padat likuidasi long di sekitar US$2,02, mewakili sekitar US$25,4 juta posisi leverage.
Pergerakan menuju zona ini bisa dengan cepat mengikis kepercayaan bullish. Likuidasi paksa akan memperbesar tekanan jual dan menarik minat short seller.
Perubahan ini kemungkinan besar akan mendorong sentimen pasar menjadi bearish, khususnya di antara para trader derivatif yang masih optimistis di tengah tren penurunan berkepanjangan dan momentum jangka pendek yang melemah pada XRP.
Ingin insight token seperti ini? Daftar Newsletter Crypto Harian dari Editor Harsh Notariya di sini.
Peta Likuidasi XRP | Sumber: Coinglass
Meski ada tekanan jangka pendek, indikator makro menunjukkan permintaan dasar yang semakin positif. Data perubahan posisi di exchange menunjukkan peningkatan bar hijau, menandakan arus keluar bersih dari exchange. Tren ini biasanya mencerminkan meningkatnya tekanan beli, karena para investor memindahkan XRP ke wallet pribadi alih-alih menyiapkan aset untuk dijual.
Ini merupakan perubahan mencolok dibanding tiga bulan sebelumnya, ketika tekanan jual menguasai pergerakan harga XRP. Akumulasi yang berkelanjutan bisa membantu menstabilkan perilaku harga selama kondisi pasar secara umum tidak semakin memburuk.
Peralihan dari distribusi ke akumulasi ini mendukung kemungkinan skenario pemulihan dalam jangka menengah.
Perubahan Arus Bersih Posisi XRP di Exchange | Sumber: Glassnode Harga XRP Mungkin Aman dari Penurunan Lebih Lanjut
Harga XRP berada di kisaran US$2,06 pada waktu publikasi, masih melanjutkan tren turun yang sudah membatasi pemulihan selama lebih dari sepuluh hari. Token ini masih bertahan di atas level support US$2,03 yang sangat penting untuk struktur pasar jangka pendek dan kepercayaan trader.
Support ini sudah bertahan dari beberapa kali uji dalam beberapa pekan terakhir, sehingga menandakan minat investor yang kuat di level tersebut. Akumulasi yang berkelanjutan diperkirakan akan tetap bertahan di US$2,03, bahkan jika XRP konsolidasi di kisaran harga itu.
Pantulan yang berhasil bisa mendorong harga menembus US$2,10, sehingga XRP mampu breakout dari tren turun dan mendapatkan kembali momentum.
Analisis Harga XRP | Sumber: TradingView
Namun, tekanan kelemahan pasar secara umum bisa saja mengalahkan upaya bullish ini. Penurunan harga yang jelas di bawah US$2,03 akan membuka peluang XRP turun di bawah US$2,00.
Pergerakan seperti itu akan membatalkan skenario bullish, memicu likuidasi long sekitar US$25 juta, dan kemungkinan membawa harga XRP jatuh ke US$1,93 di tengah tekanan jual yang semakin menguat.
White House Mungkin Akan Tarik Dukungan untuk CLARITY Act setelah Perseteruan dengan Coinbase
Gedung Putih mempertimbangkan untuk sepenuhnya menarik dukungannya terhadap rancangan undang-undang struktur pasar aset kripto di AS, setelah Coinbase mencabut dukungan dan menolak kembali ke meja perundingan, menurut berbagai laporan.
Administrasi dilaporkan sedang mendorong tercapainya kesepakatan di menit terakhir terkait aturan imbal hasil stablecoin agar dapat memuaskan pihak bank serta membawa pelaku industri kembali sejalan. Jika Coinbase menolak untuk terlibat lagi, Gedung Putih bisa saja meninggalkan rancangan undang-undang tersebut.
Ketegangan CLARITY Act Semakin Meningkat
Konfrontasi ini menjadi babak terbaru dalam saga CLARITY Act yang berlangsung sangat cepat dalam satu minggu terakhir.
Pejabat disebut sangat marah atas apa yang mereka gambarkan sebagai langkah “sepihak” dari Coinbase awal pekan ini. Perusahaan tersebut dikabarkan tidak memberi tahu pihak administrasi terlebih dahulu.
CLARITY Act yang telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat dirancang untuk mengatasi isu inti dalam regulasi aset kripto di AS. RUU ini menentukan apakah sebagian besar aset digital harus diawasi oleh Commodity Futures Trading Commission atau Securities and Exchange Commission.
Pada awalnya, kerangka kerja ini mendapatkan dukungan luas dari industri.
namun, Komite Perbankan Senat memperkenalkan revisi total rancangan undang-undang tersebut, memperluas kewenangan SEC, memperketat aturan keterbukaan untuk token, membatasi imbal hasil stablecoin, dan menarik sebagian aspek DeFi agar semakin tunduk pada regulasi serta pengawasan bergaya perbankan.
Coinbase merespons dengan menarik dukungan mereka, dengan alasan bahwa versi Senat justru merugikan ekuitas ter-tokenisasi, melemahkan peran CFTC, membatasi DeFi, serta membiarkan bank membatasi persaingan di stablecoin.
Langkah Coinbase tersebut langsung mengganggu perjalanan RUU ini dan menyebabkan Senat menunda penjadwalan pembahasan resmi.
Mengapa Gedung Putih Turut Campur
Keterlibatan Gedung Putih menunjukkan betapa pentingnya secara politis RUU ini bagi pemerintahan Trump.
Gedung Putih kini mendorong kompromi soal imbal hasil stablecoin. Hal ini menjadi titik panas antara perusahaan aset kripto dan pihak perbankan, demi menyelamatkan legislasi sekaligus menampilkan persatuan di industri.
Kegagalan mencapai kompromi bisa membuat administrasi menarik dukungannya, bukan membiarkan RUU itu mandek sebab perpecahan di industri.
Waktu kini sangat krusial.
Mengesahkan CLARITY Act sebelum pemilu paruh waktu November akan memungkinkan pemerintahan Trump mengklaim kemenangan besar dalam inovasi keuangan, kejelasan regulasi, dan daya saing AS di aset digital.
Keterlambatan hingga melampaui pemilu paruh waktu berisiko mengubah total lanskap politik. Kepemimpinan komite bisa berubah, prioritas regulator dapat bergeser, dan Kongres baru mungkin tidak sejalan dengan pendekatan administrasi terhadap pasar aset kripto.
Bagi Gedung Putih, mendorong pengesahan RUU ini dengan cepat bisa mengurangi risiko politik dan menghindari pembukaan kembali perundingan di bawah keseimbangan kekuasaan yang mungkin kurang menguntungkan.
Vitalik Buterin Akui Ethereum ‘Mundur’ dalam 10 Tahun Terakhir
Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun di mana blockchain ini akan kembali ke asal-usul “cypherpunk”-nya.
Pada 16 Januari, Buterin mengumumkan roadmap teknis yang bertujuan membalikkan apa yang ia sebut sebagai “mundurnya” desentralisasi selama satu dekade terakhir.
Co-founder Ethereum itu mengakui bahwa upaya jaringan untuk mencapai skalabilitas secara luas telah mengorbankan janji dasarnya tentang kedaulatan diri.
Menurutnya, ekosistem saat ini membuat pengguna sangat bergantung pada infrastruktur terpusat untuk berinteraksi dengan ledger. Ketergantungan ini terpusat pada server tepercaya dan Remote Procedure Calls (RPC).
Arsitektur ini memaksa pengguna untuk percaya pada penyedia data pihak ketiga alih-alih memverifikasi chain sendiri.
Untuk mengatasi ketergantungan ini, roadmap tahun 2026 memprioritaskan penerapan Helios dan Zero-Knowledge Ethereum Virtual Machines (ZK-EVMs).
Teknologi tersebut bertujuan mendemokratisasi pengalaman “full node”, sehingga perangkat keras konsumen biasa bisa memverifikasi data yang masuk menggunakan Bridges dan Local Verification (BAL).
Dengan memindahkan verifikasi ke sisi pengguna, Ethereum ingin menghilangkan kebutuhan pengguna untuk percaya begitu saja pada gateway terpusat seperti Infura atau Alchemy.
Roadmap ini juga memperkenalkan fitur “privacy UX” agresif yang bisa menempatkan jaringan ini berseberangan dengan perusahaan analitik yang haus data.
Maka dari itu, Buterin mengusulkan integrasi Oblivious RAM (ORAM) dan Private Information Retrieval (PIR). Protokol kriptografi ini memungkinkan wallet untuk meminta data dari jaringan tanpa mengungkapkan pola akses spesifik, sehingga RPC provider tidak bisa melihat aktivitas pengguna secara langsung.
Langkah ini bertujuan mencegah “penjualan” data perilaku pengguna ke pihak ketiga.
Dari sisi keamanan, jaringan akan membuat standarisasi penggunaan social recovery wallet dan time lock. Kedua alat ini bertujuan membuat pemulihan dana jadi lebih mudah tanpa harus kembali ke penyedia kustodian terpusat atau cadangan cloud yang bisa saja “dibobol Google” atau raksasa teknologi lainnya.
Selain itu, Ethereum juga akan memperkuat antarmuka pengguna dengan menggunakan protokol penyimpanan terdesentralisasi seperti IPFS. Hal ini mengurangi risiko peretasan tampilan depan yang dapat mengunci pengguna dari aset mereka sendiri.
Meski dia mengingatkan bahwa peningkatan ini mungkin belum hadir di rilis berikutnya, agenda 2026 menandai perombakan mendasar pada cara blockchain terbesar kedua di dunia menangani kepercayaan.
“Ini akan menjadi perjalanan panjang. Kita tidak akan mendapatkan semua yang kita inginkan di rilis Kohaku berikutnya, atau di hard fork selanjutnya, ataupun di hard fork setelah itu. Tapi, perubahan ini akan membuat Ethereum menjadi ekosistem yang layak bukan hanya untuk posisinya saat ini di dunia, melainkan tempat yang jauh lebih besar lagi,” terang dia.
Pemberi Pinjaman Perumahan AS Akan Terima Bitcoin dan Ethereum untuk Kualifikasi Hipotek
Newrez, salah satu pemberi pinjaman dan pengelola hipotek terkemuka, mengumumkan rencana untuk mulai mengakui aset kripto sebagai syarat kualifikasi hipotek pada Februari 2026.
Langkah ini menandai integrasi besar antara keuangan digital dan pasar properti tradisional.
Newrez Bidik Gen Z dengan Produk Hipotek yang Mengakomodasi Aset Kripto
Inisiatif ini akan memungkinkan peminjam menggunakan kepemilikan Bitcoin, Ethereum, stablecoin yang dipatok US dollar, dan exchange-traded fund (ETF) kripto spot untuk memverifikasi aset. Kepemilikan tersebut juga dapat digunakan untuk memperkirakan pendapatan dalam pengajuan pinjaman hipotek.
Program ini eksklusif untuk produk Smart Series milik Newrez. Lini ini menawarkan pinjaman hipotek non-kualifikasi bagi peminjam yang tidak memenuhi kriteria standar pinjaman pemerintah.
Presiden Newrez, Baron Silverstein ujar langkah ini merefleksikan evolusi yang diperlukan dalam pembiayaan modern seiring industri kripto yang makin terintegrasi dengan keuangan tradisional.
Pemberi pinjaman ini mengutip data internal yang menunjukkan sekitar 45% investor Gen Z dan Milenial memiliki aset kripto. Kelompok ini digambarkan sebagai demografi inti pembeli rumah pertama kali.
Perlu dicatat, selama ini pemberi pinjaman biasanya mewajibkan peminjam untuk menjual aset digital mereka demi membuktikan cadangan dana, yang memicu beban pajak dan membuat mereka keluar dari pasar.
“Kami percaya sekarang adalah waktu yang tepat untuk dengan hati-hati mengintegrasikan aset kripto yang memenuhi syarat ke dalam pembiayaan hipotek modern—sehingga konsumen dapat tetap memiliki investasinya sembari mengakses solusi pendanaan inovatif,” jelas Silverstein.
Newrez Menghindari Decentralized Finance, Wajibkan Penyimpanan di Exchange Teregulasi
Berdasarkan kebijakan baru ini, peminjam bisa memenuhi syarat tanpa perlu menjual asetnya. tapi, pemberi pinjaman akan menggunakan valuasi aset yang sudah disesuaikan dengan pasar untuk memperhitungkan volatilitas harga kripto.
“Misi kami di Newrez adalah melakukan segala yang mungkin agar setiap orang dapat memiliki rumah, dan inovasi ini menjadi langkah baru dalam menciptakan jalur baru untuk memiliki rumah, memberi konsumen fleksibilitas dan kendali,” terang Chief Commercial Officer Newrez, Leslie Gillin.
Selain itu, program ini juga menerapkan aturan ketat bagi peminjam baru. Newrez menegaskan, peminjam bisa menggunakan kripto untuk rasio underwriting, tapi tetap harus membayar uang muka dan biaya penutupan dalam mata uang US dollar.
Selain itu, semua aset yang memenuhi syarat wajib disimpan di entitas yang diawasi di AS, seperti exchange yang sesuai, aplikasi retail FinTech, atau broker yang diatur SEC maupun FINRA.
Syarat ini secara efektif mengecualikan aset yang disimpan di wallet self-custody atau protokol decentralized finance (DeFi).
Sementara itu, pengumuman ini mengikuti perubahan regulasi yang lebih luas di Washington.
Pada Juni 2025, Federal Housing Finance Agency mengeluarkan arahan untuk mempertimbangkan kripto dalam pemodelan risiko hipotek. Lembaga ini meminta Fannie Mae dan Freddie Mac membuat proposal agar aset digital dapat dimasukkan dalam penilaian risiko pinjaman keluarga tunggal.
Arahan tersebut merupakan bagian dari reformasi kebijakan keuangan AS yang dilakukan pemerintahan Trump. Hal ini menandakan mulai mencairnya hubungan antara regulator perumahan federal dan industri kripto.
Trump Ubah Pilihan untuk The Fed setelah Peluang Hassett Menurun: Siapa yang Akan Gantikan Powell?
Presiden Donald Trump secara terbuka menunjukkan keragu-raguan tentang memindahkan Kevin Hassett ke Federal Reserve, sehingga membuat peluang Hassett menjadi pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed semakin diragukan.
Berbicara di sebuah konferensi, Trump menyebut ia ingin tetap mempertahankan Hassett di posisi saat ini, karena ia khawatir akan kehilangan penasihat kepercayaannya jika Hassett dipindahkan ke The Fed.
Peluang Kevin Hassett Nampaknya Menurun
Pernyataan tersebut langsung mengubah ekspektasi tentang siapa yang akan menjadi ketua The Fed berikutnya. Dengan peluang Hassett menurun, kini perhatian beralih ke Kevin Warsh, yang sekarang dipandang oleh pasar dan kalangan Washington sebagai kandidat terkuat.
Nama Hassett sebelumnya banyak dibicarakan sebagai calon utama pengganti Powell menjelang masa transisi Mei 2026.
Namun, pernyataan Trump nampaknya menunjukkan bahwa dia lebih memilih adanya kesinambungan di dalam Gedung Putih dibandingkan memindahkan Hassett ke bank sentral.
Akibatnya, pasar prediksi dan pembicaraan analis dalam beberapa hari terakhir mulai menjauhi nama Hassett.
Kevin Warsh Naik Peringkat di Peluang Polymarket | Sumber: Polymarket Kevin Warsh Maju ke Depan
Kevin Warsh membawa pengalaman dari bank sentral, setelah pernah menjabat sebagai gubernur The Fed saat krisis keuangan global. Profilnya telah lama menarik minat Partai Republik yang ingin memiliki kredibilitas di mata pasar dan pemisahan yang lebih tegas antara kebijakan moneter dan politik sehari-hari.
Keengganan Trump untuk melepas Hassett telah mengangkat nama Warsh ke jajaran kandidat teratas.
Crypto Lens: Warsh vs. Powell
Terkait aset kripto, Warsh dan Powell lebih banyak berbeda dari segi nada bicara, bukan hasil kebijakan. Powell tetap menjaga pendekatan hati-hati dan mengutamakan kelembagaan, berulang kali menekankan stabilitas keuangan, perlindungan konsumen, serta kejelasan aturan untuk stablecoin dan exchange.
Powell belum pernah secara terbuka mendukung kripto sebagai uang, namun tetap memberikan ruang bagi pasar berkembang di bawah aturan yang ada.
Rekam jejak Warsh menunjukkan sikap skeptis pragmatis. Ia mengakui potensi Bitcoin sebagai penyimpan nilai, sering membandingkannya dengan emas, namun dia tetap berhati-hati terhadap penggunaan aset kripto privat sebagai uang sehari-hari.
Sikap ini menunjukkan kemungkinan adanya pengawasan yang lebih ketat, bukan permusuhan secara langsung. Jika dibandingkan Powell, Warsh memang terdengar lebih terbuka untuk berdiskusi soal aset digital, tapi hasil kebijakan sepertinya akan tetap konservatif.
Waktu Powell Mulai Habis
Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei 2026. Ia masih bisa bertahan sebagai anggota Dewan Gubernur hingga tahun 2028, meskipun jarang ada ketua yang tetap menjabat setelah mengundurkan diri.
Meski inflasi mulai mereda tetapi belum sepenuhnya teratasi, pasar memprediksi ruang perubahan kebijakan yang besar sangat terbatas sebelum Powell lengser.
Trader semakin memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga lagi di bawah Powell sebelum masa transisi, dengan asumsi data ekonomi mendukungnya.
Mayoritas Pasar Memperkirakan Suku Bunga Akan Tetap Sama Sampai April 2026 | Sumber: CME FedWatch
Setiap perubahan kebijakan besar saat ini nampaknya semakin kecil kemungkinannya, sehingga semakin menegaskan bahwa kebijakan di tahun 2026 dan setelahnya bakal sangat dipengaruhi oleh ketua baru.
Sementara itu, Powell tengah menghadapi situasi politik yang tak biasa. Penyelidikan oleh Departemen Kehakiman terkait kesaksiannya di kongres soal pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed sudah memicu pemanggilan dokumen sebagai barang bukti.
Powell menyampaikan bahwa kasus tersebut tidak memengaruhi kebijakan moneter. Meski begitu, investigasi ini semakin memperkuat perdebatan tentang independensi bank sentral di tengah mendekatnya pergantian kepemimpinan.
Sepertiga Perusahaan Kripto Prancis Masih Belum Berizin di Bawah MiCA saat Batas Waktu Semakin Dekat
Regulator Prancis mengumumkan minggu ini bahwa sekitar 30% perusahaan aset kripto belum mengajukan izin MiCA. Berita ini muncul seiring tenggat waktu penting regulasi yang akan menentukan apakah perusahaan-perusahaan ini dapat terus beroperasi secara legal.
Walaupun Uni Eropa menjadi yurisdiksi pertama yang menciptakan kerangka hukum untuk aset kripto, MiCA mendapat penolakan karena persyaratan modal yang berat dan biaya operasional yang tinggi.
Prancis Hadapi Batas Waktu Lisensi
Berdasarkan regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) Uni Eropa, perusahaan aset kripto wajib memperoleh otorisasi dari regulator nasional untuk bisa beroperasi di seluruh kawasan Uni Eropa.
Di Prancis, perusahaan punya batas waktu sampai 30 Juni untuk memberi tahu regulator apakah mereka berniat mengajukan izin MiCA atau menutup operasional mereka. Tapi sekitar sepertiga dari perusahaan itu masih belum jelas dengan niatnya.
Berbicara kepada wartawan di Paris awal pekan ini, Stéphane Pontoizeau, kepala Divisi Perantara Pasar di otoritas pasar keuangan Prancis, menyampaikan bahwa regulator telah menghubungi perusahaan-perusahaan pada bulan November untuk mengingatkan bahwa masa transisi nasional hampir selesai.
Menurut Reuters, dari sekitar 90 perusahaan aset kripto yang terdaftar di Prancis dan belum berlisensi MiCA, sebanyak 30% sudah mengajukan permohonan otorisasi. Sementara itu, 40% menyatakan tidak berencana untuk mengajukannya.
Sisa 30% lagi belum merespons surat November tersebut dan juga belum menginformasikan rencana mereka kepada regulator.
MiCA mewajibkan otorisasi dari regulator nasional agar bisa memberikan layanan lintas Uni Eropa. Jika perusahaan melewatkan tenggat waktu, mereka berisiko kehilangan hak legal untuk beroperasi di Prancis maupun negara Uni Eropa lainnya.
Aturan Uni Eropa Menghadapi Penolakan Industri
MiCA mulai berlaku penuh pada Desember 2024, menghadirkan kerangka regulasi menyeluruh pertama untuk aset kripto yang diadopsi oleh yurisdiksi utama, membuat Uni Eropa lebih maju dari pesaing utamanya, terutama Amerika Serikat.
Walaupun mendapat pujian karena memberikan kejelasan dan kesatuan regulasi, beberapa pengamat industri mengungkapkan kekhawatiran terhadap detail aturan tersebut.
Pihak yang mengkritik berpendapat bahwa kerangka kerja ini memberikan beban patuh dan biaya operasional yang tinggi sehingga memberatkan perusahaan aset kripto kecil, dan bisa memaksa sebagian perusahaan keluar dari pasar atau konsolidasi.
Pihak lain menyoroti aturan stablecoin MiCA sebagai potensi masalah. Aturannya mengharuskan integrasi erat dengan infrastruktur perbankan tradisional, dan beberapa pengamat menilai hal ini bisa menguntungkan lembaga keuangan mapan dibanding penerbit aset kripto native.
Akhirnya, laporan minggu ini tentang perusahaan aset kripto Prancis yang belum merespons menjelang tenggat waktu bulan Juni semakin memunculkan pertanyaan tentang daya tarik beroperasi di Uni Eropa.
Tekanan-tekanan ini bisa mendorong perusahaan untuk menjajaki yurisdiksi lain di luar kawasan dengan rezim regulasi yang lebih fleksibel.
DOJ Tuntut Warga Negara Venezuela dalam Skema Pencucian Kripto Senilai US$1 Miliar
Departemen Kehakiman mendakwa seorang warga negara Venezuela minggu ini karena diduga menggunakan exchange kripto dalam skema pencucian uang sebesar US$1 miliar.
Berdasarkan dokumen tuntutan, dana tersebut bergerak masuk dan keluar Amerika Serikat. Tujuan keluar termasuk yurisdiksi “berisiko tinggi” seperti Kolombia, Cina, Panama, dan Meksiko.
Jaksa Jabarkan Rute Berlapis Dana Aset Kripto
Berdasarkan catatan pengadilan, Jorge Figueira yang berusia 59 tahun asal Venezuela diduga memakai banyak rekening bank, akun exchange kripto, wallet kripto pribadi, serta perusahaan cangkang, untuk memindahkan dan mencuci dana ilegal lintas negara.
“Dengan menggunakan bawahan dan melakukan puluhan transfer, Figueira berusaha menyembunyikan sifat dana tersebut, yang berpotensi memfasilitasi aktivitas kriminal di banyak negara,” ujar agen khusus FBI Reid Davis dalam pernyataannya.
Figueira diduga mengikuti proses berlapis yang mencakup konversi dana ke aset kripto dan menyalurkannya melalui jaringan wallet digital. Setelah itu, aset kripto tersebut dipindahkan melalui serangkaian tahapan yang dirancang agar asal-usulnya tidak terlacak.
Kabarnya, ia kemudian mengirim dana itu ke penyedia likuiditas untuk mengonversi kripto menjadi dolar AS, lalu memindahkan dana ke rekening banknya sendiri, dan akhirnya ke penerima akhir.
Kasus Figueira saat ini sedang berlangsung di Distrik Timur Virginia. Jaksa AS Lindsey Halligan menyoroti bahwa jumlah uang yang terlibat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan publik.
“Pencucian uang dalam skala ini memungkinkan organisasi kriminal lintas negara beroperasi, berkembang, dan menyebabkan kerugian nyata di dunia nyata. Siapa pun yang memindahkan dana ilegal dalam jumlah miliaran harus siap untuk diidentifikasi, digagalkan, dan bertanggung jawab penuh di bawah hukum federal,” terang Halligan dalam pernyataannya.
Jika terbukti bersalah, Figueira menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara.
Ini adalah salah satu dari sejumlah investigasi yang mengemuka selama tahun lalu. Semua kasus ini menunjukkan makin besarnya penggunaan aset kripto untuk memfasilitasi tindak kejahatan.
Arus Kripto Ilegal Melonjak meski Ada Pengawasan
Kejahatan seputar aset kripto mencapai rekor tertinggi pada 2025, dan tren tersebut sepertinya akan berlanjut di tahun baru.
Menurut laporan Chainalysis terbaru, alamat ilegal menerima setidaknya US$154 miliar tahun lalu. Angka ini naik 162% dari 2024.
Stablecoin terutama menjadi aset kripto andalan bagi pelaku kejahatan. Pada 2020, Bitcoin menyumbang sekitar 70% dari transaksi ilegal, sedangkan stablecoin hanya 15% dari total volume.
Stablecoin kini menjadi aset pilihan utama keuangan ilegal | Sumber: Chainalysis.
Lima tahun berselang, pola ini pun terbalik. Pada 2025, stablecoin menyumbang 84% dari seluruh volume transaksi ilegal, sementara penggunaan Bitcoin turun hanya menjadi 7% saja.
Akibatnya, penerbit stablecoin besar terpaksa mengambil tindakan. Pada hari Minggu, Tether, penerbit USDT, membekukan lebih dari US$180 juta hanya dalam satu hari karena mendeteksi aktivitas mencurigakan di berbagai wallet berbasis Tron.
Kejadian ini juga menunjukkan semakin eratnya koordinasi antara lembaga penegak hukum, penerbit stablecoin, dan platform analitik blockchain.
Salah Satu Strategi Teratas Wall Street Tidak Lagi Percaya pada Bitcoin | Berita Kripto AS
Selamat datang di US Crypto News Morning Briefing—ringkasan utama Anda untuk perkembangan paling penting di dunia aset kripto hari ini.
Ambil secangkir kopi — karena hari ini kita tidak membahas grafik harga, arus masuk exchange-traded fund (ETF), atau narasi halving berikutnya. Kita justru membahas sesuatu yang jauh lebih tidak nyaman: apakah Bitcoin, seperti yang ada saat ini, memang dibangun untuk bertahan lama.
Berita Kripto Hari Ini: Mengapa Salah Satu Bitcoin Bull Terbesar di Wall Street Baru Saja Pergi
Sebuah perubahan yang tenang namun penting sedang terjadi di cara berpikir pelaku institusi tentang aset kripto. Christopher Wood, kepala strategi ekuitas global di Jefferies dan salah satu analis pasar Wall Street yang paling diperhatikan, telah menghapus Bitcoin sepenuhnya dari portofolio andalannya.
Petinggi Jefferies ini tidak menyebut volatilitas harga, melainkan keraguan atas daya tahan aset tersebut dalam jangka panjang.
Wood memangkas alokasi Bitcoin sebesar 10% dari portofolio model Jefferies dan membaginya secara merata ke emas fisik dan saham pertambangan emas.
Keputusan ini dijelaskan dalam edisi terbaru newsletter Greed & Fear, di mana Wood menyoroti ancaman jangka panjang yang diakibatkan oleh kemajuan komputasi kuantum terhadap keamanan Bitcoin dan anggapan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.
“Ancaman komputasi kuantum yang dahulu terasa jauh sekarang membuat salah satu analis pasar yang paling diperhatikan memutuskan untuk meninggalkan Bitcoin,” lapor Bloomberg mengutip pernyataan Wood di newsletter tersebut, serta menyoroti bagaimana sebuah risiko teoretis kini mulai masuk ke dalam konstruksi portofolio utama.
Wood adalah salah satu pendukung institusional awal untuk Bitcoin, yang pertamakali menambahkan aset ini ke dalam portofolio modelnya pada Desember 2020 di tengah stimulus era pandemi dan kekhawatiran atas penurunan nilai mata uang.
Kemudian, ia meningkatkan eksposur menjadi 10% di 2021. Menariknya, sejak penambahan awal tersebut, Bitcoin telah naik sekitar 325%, sedangkan emas hanya naik 145%. Meski begitu, Wood menyatakan performa bukan lagi hal yang utama.
Menurutnya, komputasi kuantum telah melemahkan argumen bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai penyimpan nilai andal untuk jangka panjang, khususnya bagi investor pensiun dan jangka waktu panjang lainnya.
“Ada kekhawatiran yang semakin besar di komunitas Bitcoin bahwa komputasi kuantum mungkin hanya tinggal beberapa tahun lagi, bukan satu dekade atau lebih,” tulis Wood.
Memang, keamanan Bitcoin saat ini bertumpu pada sistem kriptografi yang membuat komputer masa kini nyaris mustahil mendapatkan private key dari public key.
namun, jika komputer kuantum yang relevan untuk kriptografi (CRQC) hadir, hal ini dapat mematahkan asimetri tersebut. Ini bisa membuat para penyerang mampu menemukan kembali private key hanya dalam hitungan jam atau hari.
Risiko Quantum, Tata Kelola, dan Pemikiran Ulang Institusional tentang Bitcoin
Perdebatan ini membuka jurang yang semakin besar antara pengelola modal dan pengembang. Nic Carter, partner di Castle Island Ventures, menangkap ketegangan ini dalam sebuah postingan pada bulan Desember lalu.
Meski demikian, isu utama terletak pada tata kelola. Solusi yang diusulkan—seperti membakar koin yang rentan terhadap quantum atau memaksa migrasi ke kriptografi pasca-kuantum—mengundang pertanyaan pelik seputar hak kepemilikan dan perubahan aturan main.
Jefferies menyoroti bahwa meski Bitcoin pernah mengalami fork sebelumnya, tindakan untuk menyita atau membatalkan koin bisa merusak nilai-nilai mendasar yang membuat jaringan ini dipercaya.
Jefferies juga menyoroti bahwa sebagian besar suplai Bitcoin bisa saja rentan jika skenario quantum benar-benar terjadi. Termasuk di antaranya:
aset dari era Satoshi yang disimpan di alamat Pay-to-Public-Key (P2PK)
Koin yang hilang, dan
Alamat yang digunakan ulang berkali-kali dalam banyak transaksi
Jika dijumlahkan, potensi ini menyentuh jutaan BTC.
Analisis terbaru dari Coinbase juga menggemakan sejumlah kekhawatiran tersebut. Kepala Riset Investasi Coinbase David Duong mengatakan, komputasi kuantum membawa risiko jangka panjang, bukan hanya untuk keamanan private key, tapi bisa mempengaruhi model ekonomi serta keamanan Bitcoin.
Meski menekankan bahwa teknologi kuantum saat ini masih belum mampu membobol Bitcoin, Duong mengingatkan ada sekitar 6,5 juta BTC yang rentan terhadap serangan quantum dalam jangka panjang. Kondisi ini membuat migrasi ke kriptografi pasca-kuantum menjadi sangat penting, meskipun pelaksanaannya masih bertahun-tahun lagi.
Bitcoin Berisiko Terkena Serangan Quantum akibat Alamat yang Rentan | Sumber: David Duong di LinkedIn
Sementara itu, Wood mengatakan bahwa pertanyaan jangka panjang seputar komputasi kuantum justru menjadi hal positif untuk emas dalam jangka panjang. Pandangan ini didasarkan pada sejarah emas sebagai lindung nilai yang telah teruji dan bebas dari ketidakpastian teknologi maupun tata kelola.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam pola pikir institusional. Pendiri dan CIO Cyber Capital, Justin Bons, menyatakan Bitcoin bisa saja runtuh kapan saja setelah tahun 2033. Meski begitu, Bons menjelaskan penyebabnya adalah subsidi miner yang terus menurun setelah halving dan biaya transaksi yang rendah.
Menurut Justin Bons, 51% attack bisa menjadi menguntungkan dengan biaya harian di bawah US$3 juta, sehingga berpotensi memungkinkan terjadinya double-spend di exchange dengan nilai miliaran. Semua kekhawatiran ini berkaitan dengan keamanan Bitcoin.
Chart of the Day
Performa Harga Bitcoin dan Emas Sejak Alokasi Modal Awal Wood | Sumber: TradingView Byte-Sized Alpha
Berikut rangkuman berita kripto AS menarik lainnya hari ini:
Pertemuan pemegang saham BitMine menandai pergeseran dari proxy staking ETH: Simak ke mana Tom Lee akan melangkah selanjutnya.
Mengapa Bitcoin telah menjadi elemen perlawanan dalam krisis ekonomi Iran.
Russell 2000 cetak all-time high baru dan memicu harapan altcoin season di kuartal 1.
RLUSD mencapai rekor tertinggi di tengah dorongan institusional Ripple — namun XRP tertinggal.
Presiden Trump merencanakan “lelang darurat tenaga listrik”: Apa dampaknya bagi Bitcoin miner.
Hampir US$3 miliar opsi Bitcoin dan Ethereum akan kedaluwarsa ketika pasar uji keyakinan breakout.
3 Altcoin untuk Dipantau Akhir Pekan Ini | 17 – 18 Januari
Dengan pasar yang nampaknya mulai berubah dari bullish ke bearish, kini muncul pertanyaan apakah reli altcoin belakangan ini akan bertahan atau tidak. Sementara beberapa altcoin mungkin sangat tergantung pada perkembangan eksternal, sebagian lainnya masih mengikuti arahan dari pergerakan BTC.
Oleh karena itu, BeInCrypto telah menganalisis tiga altcoin berikut yang berpotensi mengejutkan investor di akhir pekan ini.
Chiliz (CHZ)
Chiliz nampaknya akan menjalani akhir pekan yang berpotensi bullish setelah mengumumkan visi Chiliz 2030. Roadmap jangka panjang tersebut berfokus pada pengembangan blockchain olahraga dan mendorong adopsi di dunia nyata. Update strategi ini telah meningkatkan sentimen terhadap CHZ, sehingga altcoin ini berada pada posisi yang lebih baik di mata investor yang sedang menilai prospek pertumbuhan jaringan di masa depan.
Walau pengumuman ini mungkin belum cukup untuk memicu pemulihan penuh, pengumuman tersebut bisa menjaga minat setelah reli mingguan CHZ sebesar 30%. Saat ini CHZ diperdagangkan di level US$0,057 dan kemungkinan akan konsolidasi di dekat level harga sekarang. Jika CHZ mampu bertahan di atas US$0,053, hal itu menandakan stabilitas yang menunjukkan para pembeli masih aktif hingga akhir pekan walaupun katalis jangka pendeknya terbatas.
Ingin dapat insight token seperti ini? Daftarkan diri untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Analisis Harga CHZ | Sumber: TradingView
Risiko pergerakan ke bawah masih ada karena indikator momentum menunjukkan tanda waspada. Money Flow Index mengisyaratkan kondisi overbought, yang menandakan tekanan beli mungkin sudah jenuh. Jika aksi ambil untung mulai meningkat, CHZ bisa jatuh di bawah US$0,053. Koreksi lebih dalam ke area US$0,050 akan membatalkan outlook netral dan menegaskan tekanan bearish jangka pendek.
Dash (DASH)
DASH menjadi salah satu aset kripto dengan performa terbaik pekan ini setelah meroket 114% hanya dalam tujuh hari. Saat ini altcoin tersebut diperdagangkan mendekati US$80, ditopang oleh momentum beli yang sangat kuat. Meski reli besar sudah terjadi, DASH masih 24,8% di bawah level US$100, sehingga para trader terus memantau apakah kekuatan reli ini dapat bertahan.
Kenaikan harga DASH baru-baru ini terjadi setelah adopsi merchant meningkat, salah satunya ketika Alchemy Pay mengintegrasikan jaringan DASH. Namun indikator momentum menunjukkan kehati-hatian. Chaikin Money Flow menampilkan divergensi bearish, di mana harga mencetak higher high sementara CMF justru melemah. Ini mengindikasikan terjadi arus keluar modal di balik reli DASH, sehingga meningkatkan risiko pergerakan harga ke bawah.
Analisis Harga DASH | Sumber: TradingView
Jika tekanan jual makin kuat, DASH bisa kehilangan support di US$74 dan turun ke kisaran US$63 dalam waktu dekat. Pergerakan ini akan mengonfirmasi fase koreksi. Sebaliknya, jika arus modal masuk kembali, harga bisa stabil. Permintaan yang berkelanjutan akan memungkinkan DASH memperpanjang kenaikan dan mencoba menantang level US$100 pada pekan depan.
Polygon (POL)
Salah satu altcoin lain yang perlu diperhatikan akhir pekan ini adalah POL, yang tampil sangat volatil di bulan Januari dengan reli 46% pada pekan lalu saat sentimen bullish mendominasi perdagangan awal. Tapi, momentum tersebut langsung memudar. Ketidakpastian pasar yang tinggi menyebabkan pergerakan harga sangat tajam, sehingga POL turun 15,6% minggu ini.
Reversal mendadak ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat rapuh dan menggambarkan betapa cepatnya permintaan spekulatif bisa lenyap.
Arus modal ke POL juga melemah signifikan dalam beberapa sesi terakhir, sehingga POL jadi salah satu altcoin pertama yang ditinggalkan investor. Chaikin Money Flow menampilkan arus masuk yang mengering sepenuhnya. Jika arus keluar menguasai pasar, tekanan turun bisa semakin kuat. Dalam kondisi seperti itu, harga POL berisiko turun ke zona support US$0,138.
Analisis Harga POL | Sumber: TradingView
Pembalikan bullish masih mungkin terjadi jika sentimen di pasar secara umum membaik. Akumulasi yang terjadi lagi bisa mendorong POL kembali ke atas support di US$0,155. Jika harga bertahan di level ini, maka kepercayaan jangka pendek bisa kembali pulih. Dengan pembelian yang berkelanjutan, POL berpotensi memperpanjang pemulihan menuju US$0,183 sehingga membatalkan outlook bearish saat ini.
Harga HBAR Turun 40% sejak Peluncuran ETF Canary; Apa yang Salah?
Pergerakan harga Hedera belakangan ini kesulitan membangkitkan kepercayaan, karena HBAR gagal mempertahankan pemulihan yang berarti.
Walaupun ekspektasi tinggi setelah peluncuran exchange-traded fund (ETF) HBAR, performa token yang datar menyoroti narasi yang sudah sering terjadi di dunia aset kripto. Kejadian ini semakin mirip dengan skenario klasik “beli saat rumor, jual saat berita resmi”.
HBAR ETF – Kisah yang Mengecewakan
Canary HBAR ETF muncul sebagai salah satu ETP aset kripto dengan performa paling lemah sejak debutnya. Saat peluncurannya di akhir Oktober, produk ini sempat menarik minat kuat dan mencapai puncaknya dengan arus masuk kumulatif sekitar US$30.000.000. Tapi, momentum itu dengan cepat menghilang dan sampai sekarang belum kembali secara konsisten.
Data terbaru menunjukkan ETF ini hanya mencatat arus masuk sebesar US$875.000, sementara sebagian besar hari perdagangan arus bersihnya tetap datar di angka nol. Pola ini mencerminkan aksi spekulatif sebelum peluncuran ETF. Begitu ETF diperdagangkan, peserta awal merealisasikan keuntungan, memicu tekanan jual yang terus berlanjut. Persetujuan ETF itu sendiri gagal menarik permintaan baru yang berarti.
Lebih lanjut, dampak ETF ini lebih ke simbolis dibanding penggerak modal nyata. Canary ETF memang meningkatkan visibilitas, tapi tidak mampu mendorong permintaan spot HBAR yang signifikan. Tanpa volume lanjutan yang kuat, harga pun gagal bertahan di level teknikal penting, sehingga pergerakan turun semakin cepat.
Ingin wawasan token lain seperti ini? Daftar ke Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
HBAR ETF | Sumber: SoSoValue
Indikator teknikal memperkuat pandangan hati-hati ini. Chaikin Money Flow, yang melacak pergerakan modal pada holder besar, mulai turun di bawah garis nol. Berdasarkan sejarah, perubahan pada CMF seperti ini sering kali bertepatan dengan periode kelemahan harga HBAR, karena outflow mulai mendominasi inflow.
Perilaku ini menandakan minat institusi dan whale masih sangat rentan. Saat modal keluar dari Hedera, harga biasanya langsung bereaksi dengan cepat. Jika CMF terus menurun, bisa jadi ini pertanda gelombang distribusi selanjutnya. Dinamika ini akan membatasi upaya harga untuk naik dan membuat pemulihan sulit tercapai.
HBAR CMF | Sumber: TradingView Pemulihan Harga HBAR Sulit
Sejak ETF HBAR resmi diperdagangkan, harga token turun sekitar 41%, dari US$0,200 menjadi sekitar US$0,117 pada waktu publikasi. Penurunan ini memperjelas adanya kesenjangan antara ekspektasi dan permintaan nyata di pasar. Setelah penurunan tajam, HBAR kini memasuki fase konsolidasi yang menandakan ketidakpastian arah selanjutnya.
Hasil serupa yang bergerak dalam rentang sempit sepertinya akan kembali terjadi. HBAR kini bergerak di antara resistance US$0,131 dan support US$0,113. Jika tekanan jual bertambah dan outflow makin besar, penurunan di bawah US$0,113 kemungkinan menyusul. Jika itu terjadi, target penurunan selanjutnya di US$0,104, sedangkan US$0,096 akan menjadi support yang lebih dalam.
Analisis Harga HBAR | Sumber: TradingView
Skenario bullish hanya mungkin terjadi jika arus modal berubah. Jika outflow melambat dan sentimen pasar secara umum membaik, HBAR bisa stabil di sekitar US$0,113 dan memantul naik. Pergerakan tegas di atas US$0,131 akan membuka harapan pemulihan. Jika harga berhasil menembus US$0,150, asumsi bearish akan gugur dan kepercayaan pasar pun bisa kembali.
Bitcoin Hadapi Potensi Runtuh dalam 7 hingga 11 Tahun, Peringat Founder Cyber Capital
Pendiri dan chief investment officer Cyber Capital, Justin Bons, memprediksi bahwa Bitcoin (BTC) bisa runtuh dalam 7 hingga 11 tahun ke depan.
Ia menyoroti anggaran keamanan yang menurun, risiko serangan 51% yang meningkat, dan apa yang ia sebut sebagai pilihan mustahil bagi jaringan. Bons memperingatkan bahwa kerentanan mendasar ini dapat mengikis kepercayaan dan bahkan memicu perpecahan chain.
Model Keamanan Ekonomi Bitcoin dalam Sorotan
Selama bertahun-tahun, para ahli telah mengingatkan tentang berbagai risiko yang mengancam Bitcoin, yang paling menonjol adalah komputasi kuantum yang bisa menggoyang standar kriptografi saat ini.
Tetapi, lewat sebuah unggahan yang detail, Bons menyampaikan kekhawatiran yang berbeda. Ia menilai ancaman jangka panjang Bitcoin ada pada model keamanan ekonominya.
“BTC akan runtuh dalam 7 sampai 11 tahun mendatang! Industri mining akan tumbang terlebih dahulu, seiring anggaran keamanan yang menyusut. Saat itulah serangan mulai terjadi; sensor & double-spend,” tulisnya.
Pada inti argumennya adalah anggaran keamanan Bitcoin yang terus menurun. Setiap halving, reward miner berkurang separuh, membuat insentif untuk mengamankan jaringan jadi menurun.
Halving terakhir terjadi pada April 2024 dan akan terus berlangsung setiap empat tahun sekali. Bons menilai bahwa untuk menjaga tingkat keamanan seperti sekarang, Bitcoin butuh pertumbuhan harga yang terus-menerus secara eksponensial atau biaya transaksi yang selalu tinggi, keduanya ia anggap tidak realistis.
Anggaran Keamanan Bitcoin yang Menurun. Sumber: X/Justin Bons Pendapatan Miner Menurun dan Risiko Serangan Meningkat
Menurut Bons, pendapatan miner, bukan sekadar hashrate, adalah tolok ukur paling penting untuk keamanan jaringan. Ia menyoroti bahwa seiring efisiensi perangkat keras yang meningkat, hashrate bisa naik walaupun biaya memproduksi hash turun, sehingga hashrate menjadi indikator yang menyesatkan tentang ketahanan terhadap serangan.
Menurutnya, pendapatan miner yang menurun langsung menurunkan biaya untuk menyerang jaringan. Ketika biaya menjalankan serangan 51% lebih kecil daripada potensi keuntungan dari double-spending atau mengacaukan jaringan, serangan seperti itu jadi masuk akal secara ekonomi.
“Teori permainan kripto-ekonomi bergantung pada hukuman & imbalan, carrot & stick. Itulah alasan kenapa pendapatan miner menentukan biaya sebuah serangan. Untuk sisi imbalannya: Double-spending dengan serangan 51% yang menyasar exchange, adalah vektor serangan yang sangat realistis karena keuntungan potensialnya sangat besar,” ulas unggahan itu.
Saat ini, biaya transaksi hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan miner. Ketika subsidi blok mendekati nol dalam beberapa dekade mendatang, Bitcoin nyaris hanya bisa mengandalkan biaya transaksi untuk menjaga keamanan jaringan. Tapi, ruang blok terbatas bikin jumlah transaksi dan total pendapatan biaya jadi terbatas.
Bons juga menyatakan kecil kemungkinan biaya tinggi bisa bertahan lama, sebab pengguna cenderung keluar dari jaringan setiap kali biaya membengkak, sehingga biaya tidak dapat secara konsisten menggantikan subsidi blok dalam jangka panjang.
Kepadatan, Dinamika Bank Run, dan Potensi Death Spiral
Selain kekhawatiran soal anggaran keamanan, Bons juga memperingatkan potensi skenario “rush ke bank”. Menurut dia,
“Bahkan menurut estimasi paling konservatif, jika setiap pengguna BTC saat ini hanya melakukan satu transaksi, antrean akan panjang hingga 1,82 bulan!”
Ia memaparkan bahwa saat terjadi kepanikan, jaringan tidak akan mampu memproses penarikan dengan cukup cepat sehingga pengguna bisa terjebak karena kemacetan dan biaya yang melonjak. Kondisi ini mirip dengan rush ke bank.
Bons juga menyoroti mekanisme penyesuaian tingkat kesulitan dua minggu sekali pada Bitcoin sebagai risiko yang bisa memperburuk. Jika harga turun tajam, miner yang tidak lagi untung bisa tutup usaha, sehingga produksi blok melambat sampai penyesuaian berikutnya.
“Karena kepanikan bikin harga jatuh, lalu makin banyak miner tutup, sehingga chain makin melambat, memicu kepanikan baru yang bikin harga makin terjun dan masih lebih banyak miner menutup operasinya, begitu seterusnya, tanpa henti…Itu disebut sebagai siklus ganas dalam teori permainan, juga dikenal sebagai negative feedback loop atau death spiral,” tutur Bons.
Ia menambahkan bahwa risiko kemacetan ini membuat self-custody massal jadi tidak aman saat periode stres, dan memperingatkan bahwa pengguna bisa saja tidak dapat keluar dari jaringan ketika lonjakan permintaan terjadi.
Dilema yang Tidak Terhindarkan untuk Bitcoin
Bons menyimpulkan bahwa Bitcoin menghadapi dilema mendasar. Salah satu pilihan adalah menambah total suplai di atas batas 21 juta koin untuk menjaga insentif miner dan keamanan jaringan. Tapi, ia menyoroti bahwa hal ini akan merusak proposisi nilai utama Bitcoin dan kemungkinan besar memicu perpecahan chain.
Pilihan lainnya, terang dia, adalah menerima model keamanan yang makin lemah dari waktu ke waktu sehingga risiko serangan dan sensor semakin tinggi.
“Kemungkinan terbesar, dalam 7 sampai 11 tahun ke depan, kedua opsi yang saya paparkan & lebih banyak lagi bisa terjadi bersamaan,” tulis Bons.
Ia juga mengaitkan masalah ini dengan warisan perang ukuran blok, dan berpendapat bahwa kendala tata kelola dalam Bitcoin Core membuat perubahan protokol yang bermakna sulit terjadi secara politis sebelum krisis benar-benar memaksa. Saat momen itu terjadi, ia memperingatkan, bisa saja sudah terlambat.
Harga Zcash di Persimpangan – Breakout US$450 atau Crash di Bawah US$400 Selanjutnya?
Zcash memasuki fase yang lebih tenang setelah berminggu-minggu mengalami pergerakan tajam, dengan volatilitas harga yang kini menurun signifikan. Perlambatan ini memicu terbentuknya pola segitiga simetris, yang ditandai oleh higher low dan lower high yang semakin rapat.
Ketika ZEC semakin terkompresi dalam pola ini, para trader memperhatikan dengan seksama, karena perilaku investor akan menentukan pergerakan besar berikutnya.
Penjualan Zcash Semakin Menguat
Data on-chain menunjukkan peningkatan kewaspadaan di antara para holder Zcash. Data Nansen mencatat adanya peningkatan saldo ZEC di exchange terpusat secara konsisten. Tren ini biasanya menandakan niat investor untuk menjual, karena aset dipindahkan dari wallet pribadi ke exchange untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.
Peningkatan saldo di exchange sebesar 16% dalam 24 jam terakhir memperlihatkan bahwa para holder kini lebih fokus menjaga modal daripada menambah kepemilikan. Perilaku ini mencerminkan keyakinan yang melemah dan menambah tekanan jual secara bertahap, sehingga bisa membebani harga selama fase konsolidasi.
Ingin info token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Saldo Zcash di Exchange | Sumber: Nansen
Tekanan jual biasanya juga meluas ke pasar derivatif, sehingga risiko meningkat akibat likuidasi. Pada kasus Zcash, peta likuidasi saat ini menunjukkan adanya asimetri yang membatasi percepatan penurunan. Posisi short berada di area US$500 dengan eksposur sekitar US$48 juta, lebih tinggi dibandingkan US$25 juta posisi long yang terkumpul di kisaran US$357.
Ketidakseimbangan ini bikin penjual short relatif masih aman saat ini, sementara trader long justru menanggung risiko lebih besar dalam waktu dekat. Jika ZEC turun lebih dalam dan posisi long terlikuidasi, maka minat bullish bisa semakin luntur. Kondisi seperti ini biasanya mengurangi permintaan leverage, sehingga aktivitas Futures akan tetap rendah sampai ada sinyal arah yang lebih jelas.
Peta Likuidasi Zcash | Sumber: Coinglass Harga ZEC Menanti Arah yang Jelas
ZEC tetap bergerak dalam pola segitiga simetris, dengan harga tertinggi dan terendah yang makin mendekat satu sama lain. Struktur ini biasanya mengindikasikan bahwa akan ada pergerakan tajam ketika volatilitas makin menurun. Saat harga mendekati puncak pola, trader perlu mempersiapkan diri pada potensi breakout atau breakdown yang dipengaruhi oleh arus spot market dan posisi derivatif.
Kondisi saat ini lebih condong ke risiko penurunan. Tekanan jual yang terus berlangsung serta saldo exchange yang naik meningkatkan peluang terjadinya breakdown di bawah US$405. Jika harga menyentuh US$340, kemungkinan besar akan terjadi likuidasi posisi long. Efek domino ini bisa memperdalam penurunan harga, menyeret harga Zcash hingga ke level US$300 seiring memudarnya keyakinan para bullish.
Analisis Harga ZEC | Sumber: TradingView
Skenario positif pun masih terbuka jika tekanan jual mereda dan dana masuk kembali ke pasar. Breakout bersih di atas batas atas segitiga di sekitar US$504 bakal membatalkan skenario bearish. Langkah ini berpotensi memicu likuidasi short, membuka peluang reli cepat menuju US$600 seiring momentum berpihak penuh ke para pembeli.
Apa Kenaikan 500% Token GAS Mengungkap Tentang Meta Baru yang Muncul di Dunia Kripto
Gas Town (GAS) muncul sebagai altcoin top gainer harian di pasar aset kripto, naik lebih dari 500% dan mencetak all-time high (ATH) baru hari ini.
Reli ini menjadi bagian dari tren baru yang berkembang di mana para builder makin banyak memanfaatkan aset kripto untuk mendukung pengembangan proyek.
Apa Itu Token Gas Town (Gas)?
Token GAS terinspirasi dari Gas Town. Proyek ini merupakan framework AI multi-agent orchestration buatan Steve Yegge, mantan engineer senior di Google dan Amazon.
“Yegge merilis Gas Town pada 1 Januari 2026: sebuah open-source workspace manager multi-agent yang dirancang untuk mengoordinasikan dan mengatur AI coding agent seperti Claude Code dan Gemini. Framework ini memungkinkan pengembang menjalankan 20–30 (atau lebih) AI agent secara bersamaan dalam proyek kompleks tanpa kehilangan konteks, tanpa menciptakan konflik merge, ataupun membuat kekacauan tugas,” tulis Lookonchain .
Gas Town berbeda dengan asisten biasa karena berfungsi seperti pabrik coding AI skala industri. Arsitektur agent yang bertingkat terdiri atas bagian yang disebut Town (kantor pusat) dan Rigs (repository).
Sistem ini juga memiliki peran seperti Mayor (agent utama), Overseer (pengguna), Refinery, Polecats, Crew, Witness, Deacon, dan Dogs. Seperti yang dijelaskan posting blog Yegge, Gas Town “mirip sekali dengan” Kubernetes dan Temporal, serta “100% vibe coded.“
Berkat pertumbuhan minat pada proyek ini, sebuah token langsung muncul, meski bukan dari Yegge sendiri. Seorang anggota komunitas anonim menciptakan token GAS di BAGS.
BAGS merupakan platform crypto yang berfokus pada kreator dan launchpad di blockchain Solana. Dalam blog terbaru, Yegge mengungkapkan bahwa komentar seorang pengguna membuatnya sadar dia telah menerima dana sekitar US$49.000 dalam bentuk BAGS.
“Singkat cerita, pagi ini saya benar-benar mengklaim penghasilan saya; totalnya waktu itu sudah naik jadi US$68.000 dan sekarang menjadi US$75.000. Dan saat postingan ini mulai beredar, yah, bisa dibilang saya akan ada klaim tambahan lagi,” terang dia . “Sebagai pencipta Gas Town, saya mendapatkan 99% dari trading fee tersebut, berkat orang yang menciptakan koin GAS.”
Ia juga menuturkan bahwa dana tersebut akan memungkinkan dirinya berinvestasi ulang ke proyek, sehingga peluang Gas Town menjadi lebih sukses makin terbuka lebar.
“Dengan AI, ekonomi kreator akan mengalahkan ekonomi korporasi. Dalam 2 tahun ke depan semuanya akan terbalik,” papar Yegge.
Mengapa Gas Token Mengalami Reli?
Menariknya, token ini sudah mencuri perhatian beberapa key opinion leader (KOL), sehingga membuat popularitasnya makin meroket dan sepertinya turut memicu reli harga terbaru ini.
Menurut data GeckoTerminal, kapitalisasi pasar token GAS sempat menyentuh hampir US$60.000.000 hari ini, yang merupakan ATH baru. Pada waktu publikasi, token ini diperdagangkan di US$0,044, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$44.000.000.
Aktivitas trading ikut melonjak seiring pergerakan harga. GAS mencatat volume perdagangan 24 jam sebesar US$109.000.000, naik tajam 1.613%.
Performa Harga Token GAS | Sumber: GeckoTerminal
Investor awal telah menikmati imbal hasil besar berkat lonjakan harga GAS. Lookonchain melaporkan seorang trader (S2XVoy) membelanjakan US$394 untuk mendapatkan 12,6 juta token GAS. Dari jumlah tersebut, investor tersebut telah menjual 5,3 juta token dengan nilai sekitar US$98.800. Selain itu, nilai sisa asetnya, yaitu 7,3 juta GAS, kini telah naik menjadi sekitar US$322.500.
“Hanya dengan US$394 bisa jadi profit US$420.700 — cuan 535x lipat!” bunyi unggahan tersebut.
Token GAS menunjukkan bagaimana pengembang AI open-source dapat memakai aset kripto untuk menggalang dana langsung dari komunitasnya. RALPH adalah contoh lain.
Token ini terinspirasi dari teknik Ralph Wiggum yang dikembangkan oleh Geoffrey Huntley. Dia telah secara terbuka mendukung token ini dan membuat website khusus untuknya. Sebanyak 99% royalti dialokasikan untuk mendukung riset terbuka Huntley tentang software evolusioner.
“Akhir-akhir ini ada fenomena baru yang terjadi di onchain…Fenomena ini terutama berfokus pada para founder AI open source, pengembang, dan engineer yang memanfaatkan aset kripto untuk mengumpulkan sumber daya, mirip seperti yang kita lihat pada tren agent meta dan Internet Capital Markets. Jika dibandingkan dengan tren sebelumnya, gelombang kali ini nampaknya jauh lebih berakar pada pengembangan nyata di dunia nyata,” terang Connor King.
Meski tren baru ini menyoroti cara-cara baru bagi pengembang untuk menarik perhatian dan sumber daya melalui mekanisme asli kripto, hasil akhirnya kemungkinan bakal berbeda-beda di setiap proyek. Penting juga untuk dicatat bahwa GAS adalah token baru dengan kapitalisasi pasar di bawah US$100,000.000.
Aset dengan ukuran seperti ini bisa sangat fluktuatif dan rentan terhadap manipulasi harga. Investasi pada token tahap awal membawa risiko besar, dan pembaca harus melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial apa pun.
Minat pasar terhadap token seperti ini biasanya menunjukkan perpaduan antara eksperimen teknologi, partisipasi komunitas, dan aktivitas spekulatif. Meski begitu, seberapa berkelanjutan model-model ini akan sangat bergantung pada eksekusi, transparansi, dan relevansi jangka panjang.
Tiga Privacy Coin Mid-cap Alami Akumulasi Besar oleh Whale pada Januari
Meski aset privasi terkemuka seperti Monero (XMR), Zcash (ZEC), dan Dash (DASH) sudah mencapai kapitalisasi pasar miliaran US dollar dan mencatatkan lonjakan harga yang kuat, aliran modal saat ini nampaknya mulai berpindah ke aset privasi dengan kapitalisasi lebih kecil.
Pada bulan Januari, aktivitas akumulasi mencolok terjadi pada beberapa altcoin dengan kapitalisasi menengah hingga rendah. Hal ini bisa menunjukkan posisi crypto whale yang bersiap menghadapi ekspektasi bahwa narasi aset privasi akan terus menarik modal pada tahun 2026.
1. Horizen (ZEN)
Horizen adalah protokol layer privasi yang dibangun di Base, yaitu jaringan layer-2 Ethereum.
Horizen bertujuan menghadirkan privasi dengan tetap taat regulasi. Protokol ini memungkinkan institusi, perusahaan, dan pengguna untuk melakukan transaksi serta perhitungan di on-chain secara rahasia, dapat diverifikasi, serta sesuai aturan hukum.
ZEN saat ini termasuk altcoin berkapitalisasi menengah, dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$226 juta. Pada bulan Januari, harga ZEN naik lebih dari 50%. Walaupun sudah terjadi rebound, nilainya masih turun lebih dari 90% dibanding puncak tahun 2021.
Kepemilikan ZEN oleh Grayscale Investment | Sumber: Coinglass
ZEN juga menjadi bagian dari produk investasi Grayscale melalui Grayscale Horizen Trust. Data CoinGlass memperlihatkan Grayscale meningkatkan akumulasi ZEN sejak akhir 2024. Saat ini, mereka memegang lebih dari 948.000 ZEN, atau setara dengan lebih dari 5% dari total suplai yang beredar.
Akumulasi berlanjut dari Grayscale, meskipun harga ZEN sudah anjlok lebih dari 70% sejak akhir 2024, menjadi sinyal keyakinan jangka panjang dari investor Grayscale. Sebelumnya, promosi Grayscale juga menjadi salah satu pendorong utama reli ZEC tahun lalu.
Beberapa investor yakin bahwa setelah reli Monero (XMR) dan Dash (DASH), Horizen (ZEN) bisa menjadi kandidat berikutnya.
“Kami sudah mengambil posisi besar di Horizen (ZEN). Altcoin ini tampak siap untuk pump agresif setelah XMR dan DASH mencatatkan kenaikan besar,” ujar The Whale Pod .
2. Railgun (RAIL)
RAILGUN merupakan sistem privasi dan keamanan on-chain yang dibangun langsung di berbagai blockchain, seperti Ethereum, BSC, Polygon, dan Arbitrum.
Railgun memanfaatkan kriptografi zero-knowledge (ZK) agar pengguna bisa bertransaksi dan menggunakan layanan decentralized finance (DeFi) secara anonim.
RAIL adalah token governance dari RAILGUN dan sekarang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$165 juta. Data Nansen menunjukkan dalam 30 hari terakhir, saldo RAIL di exchange turun lebih dari 5%. Sementara itu, saldo di wallet whale justru naik lebih dari 24%.
Saldo RAIL di Exchange | Sumber: Nansen
Sebuah laporan dari Messari, platform analitik on-chain, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, Railgun memproses transaksi shielded dan unshielded senilai US$2 miliar. Aktivitas ini menghasilkan pendapatan sebesar US$5 juta.
Railgun Quant, peneliti di Messari, menyoroti bahwa dengan harga di bawah US$3, RAIL bisa jadi sedang undervalued. Harga token ini secara potensial dapat naik dua kali lipat dari level saat ini.
“Bahkan di harga US$3,10, RAIL masih diperdagangkan dengan diskon lebih dari 50% dari estimasi model valuasi RAILGUN saya di level dasar US$6,26,” terang Railgun Quant .
3. Decred (DCR)
Decred (DCR) adalah blockchain layer-1 yang menggunakan mekanisme konsensus hybrid Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS). Jaringan ini juga mendukung transaksi yang menjaga privasi pengguna.
Saat ini, DCR memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$479 juta. Tren akumulasi tercermin dari meningkatnya persentase suplai yang di-stake sejak kuartal IV 2025.
Data Decred mencatat, sudah ada lebih dari 10 juta DCR yang di-stake atau lebih dari 62% dari total suplai. Angka ini menjadi rasio tertinggi sejak Maret 2025.
Partisipasi Stake Railgun | Sumber: Decred Charts
Di tengah meningkatnya minat terhadap privacy coin, Decred kini masuk dalam 5 besar privacy coin berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinGecko. Para analis memperkirakan harganya bisa menembus level saat ini di US$27,6 dan bahkan berpotensi mencapai US$60.
“DCR baru saja breakout dari akumulasi! Pola inverse head & shoulders sudah terkonfirmasi. Ini menggeser pasar ke mode markup!” prediksi analis AltCryptoTalk .
Pakar masih memberi nilai tinggi pada narasi privacy coin hingga 2026. Privacy coin berkapitalisasi besar yang sudah bernilai miliaran dolar mungkin akan mendapat tekanan untuk realisasi cuan. Altcoin dengan kapitalisasi kecil punya risiko likuiditas yang lebih tinggi. Privacy coin berkapitalisasi menengah bisa menjadi pilihan seimbang dan berpotensi masuk ke dalam grup kapitalisasi pasar miliaran dolar.
Harga PENGU Lewatkan Sinyal di Kerja Sama Pudgy Penguins dengan Manchester City
Pudgy Penguins mengumumkan kemitraan bersejarah dengan klub sepak bola Premier League, Manchester City.
Ini menjadi salah satu kolaborasi paling bergengsi antara merek Web3 dan penggemar olahraga global.
Kerja Sama Pudgy Penguins dan Manchester City Tunjukkan Strategi Baru NFT
Kolaborasi ini akan menghadirkan koleksi NFT eksklusif beserta merchandise premium, sehingga memperluas jangkauan Pudgy Penguins jauh melampaui audiens kripto tradisional.
“Kami sangat antusias mengumumkan bahwa kami akan berkolaborasi dengan Man City untuk perilisan koleksi dan merchandise premium, sehingga membawa Pengu ke jutaan fans Man City di seluruh dunia,” tulis Pudgy Penguins dalam sebuah postingan.
Tim tersebut menambahkan bahwa kemitraan ini dirancang untuk saling memperkenalkan kedua belah pihak. Artinya, mereka membawa PENGU ke para penggemar mereka secara global, dan sekaligus memperkenalkan Man City ke komunitas Pudgy Penguins yang lebih luas.
Koleksi NFT dan perilisan merchandise ini dijadwalkan pada 17 Januari 2026, dan akan menyasar audiens berusia 18 tahun ke atas.
Saat Pudgy Penguins menyebut “perilisan koleksi dan merchandise premium,” artinya mereka lebih menekankan posisi eksklusif, bukan NFT massal. Strategi ini mengikuti tren terbaru di sektor ini, yang fokus pada kualitas, pengenalan merek, dan relevansi budaya di dunia nyata.
Penting untuk melihat dampak kerja sama ini bagi Pudgy Penguins, sebab ini menjadi langkah ekspansi strategis yang besar. Manchester City memiliki basis penggemar global yang sangat besar dan sangat aktif secara komersial di dunia sepak bola.
Peluang ini memberi Pudgy Penguins akses ke jutaan calon pelanggan yang memang sudah terbiasa membeli merchandise dan koleksi berlisensi dari klub favorit mereka.
Dengan menggandeng merek olahraga papan atas, Pudgy Penguins terus berupaya memposisikan PENGU sebagai intellectual property yang mainstream, bukan hanya karakter yang muncul dari dunia kripto saja.
Pengumuman partnership yang menampilkan karakter Pudgy Penguins dengan jersey Manchester City | Sumber: Pudgy Penguins/X Mengapa Pudgy Penguins Bertaruh pada Budaya, Bukan Harga Jangka Pendek
Langkah ini juga menyoroti bagaimana organisasi olahraga besar kini semakin sering bereksperimen dengan koleksi digital setelah siklus NFT sebelumnya melemah.
Bukannya membuat NFT spekulatif berdiri sendiri, kolaborasi seperti ini justru menitikberatkan pada storytelling merek, merchandise fisik, dan penggemar. Perlu dicatat, hal-hal ini memang sudah menjadi keunggulan klub sepak bola selama ini.
Walaupun pengumuman ini jadi sorotan, harga token PENGU tidak menunjukkan reaksi harga yang langsung atau signifikan.
Performa Harga Pudgy Penguins (PENGU) | Sumber: CoinGecko
Harga PENGU turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di level US$0,01222 pada waktu publikasi.
Kemitraan ini nampaknya lebih sebagai langkah branding jangka panjang, bukan pemicu trading jangka pendek. Meski demikian, sentimen terhadap token ini masih tetap optimistis secara umum.
Tazman, salah satu pengguna populer di X, menyoroti momentum ekosistem yang lebih luas, sekaligus memperkirakan harga PENGU masih berpotensi naik lagi di tahun 2026.
“…lihat saja bagaimana US$PENGU meroket di tahun 2026, naik 60% sejak 2025!!!! Percayalah pada 2026, para penguin akan tampil dengan sangat jelas dan berani,” tulis Tazman.
Tazman juga memaparkan bahwa banyak proyek besar, seperti OKX dan Crypto.com, sudah mulai mencantumkan penguin di postingan mereka.
Meski pergerakan harga masih landai untuk saat ini, kolaborasi Pudgy Penguins dan Manchester City ini merefleksikan tren yang lebih luas. Merek Web3 yang berhasil kini lebih bersaing dalam hal relevansi budaya dan jangkauan global.
Hal ini berbeda dibanding sekadar fokus pada metrik on-chain saja, dan agak mirip dengan langkah yang dilakukan BitMine baru-baru ini.
Jika dieksekusi dengan baik, peluncuran pada 17 Januari nanti bisa menjadi contoh baru bagaimana NFT dapat menyatu dengan fandom olahraga mainstream di fase adopsi kripto berikutnya.
Stablecoin RLUSD Cetak ATH di Tengah Dorongan Institusi Ripple — tapi XRP Tertinggal
Stablecoin RLUSD dari Ripple yang di dukung oleh US dollar, melonjak ke level tertinggi baru, di dorong oleh serangkaian kerja sama penting dan pencapaian regulasi yang mempercepat adopsinya di kalangan investor institusional.
Akan tetapi, sepertinya RLUSD menjadi satu-satunya token yang mendapatkan keuntungan dari kemajuan dan ekspansi Ripple, sedangkan XRP justru harus menanggung tekanan dari kekuatan pasar.
Kapitalisasi Pasar RLUSD Melonjak Melewati US$1,38 Miliar saat Ripple Perluas Adopsi Institusional
Data DefiLlama memperlihatkan bahwa kapitalisasi pasar stablecoin RLUSD kini sudah melewati US$1,38 miliar. Ini membuat RLUSD menjadi salah satu aset digital dengan pertumbuhan tercepat, karena US$125 juta tambahan sejak akhir November 2025.
Baca Juga: Analisis: Aksi Jual Masif 200 Juta XRP Tak Halangi Reli Harga
Kapitalisasi Pasar RLUSD | Sumber: DefiLlama
Pendorong terbaru dari pertumbuhan RLUSD berasal dari kemitraan baru Ripple bersama LMAX Group. LMAX Group sendiri merupakan marketplace lintas aset terkemuka di dunia untuk valuta asing dan aset digital.
Melalui kerja sama jangka panjang ini, RLUSD akan di integrasikan sebagai aset jaminan utama di seluruh infrastruktur trading institusional LMAX.
Integrasi ini memungkinkan bank, broker, dan institusi buy-side untuk memanfaatkan RLUSD sebagai jaminan silang dan efisiensi margin di spot crypto, futures perpetual, hingga CFD trading.
“Bermitra dengan pemimpin seperti Ripple merupakan pencapaian penting bagi LMAX,” ujar David Mercer, CEO LMAX Group. “Dengan kejelasan regulasi yang semakin besar di AS dan global, stablecoin yang didukung fiat akan menjadi katalis utama dalam mempertemukan TradFi dan aset digital, dan RLUSD sudah berada di posisi terdepan.”
Kemitraan dengan LMAX ini juga di dukung oleh komitmen pendanaan senilai US$150 juta dari Ripple. Dukungan ini akan memperkuat strategi pertumbuhan lintas aset jangka panjang dari exchange tersebut.
Klien institusi bisa menikmati likuiditas yang semakin tinggi, kustodi yang aman melalui wallet terpisah, serta akses 24 jam setiap hari ke marketplace lintas aset. Menariknya, fitur ini biasanya tidak tersedia untuk mata uang fiat konvensional.
“LMAX sudah lama menjadi pemimpin dalam menyediakan infrastruktur yang transparan dan teregulasi seperti yang dibutuhkan oleh pelaku institusional. Kemitraan ini akan mempercepat pemanfaatan RLUSD—yang kini sudah masuk lima besar stablecoin USD—dalam salah satu lingkungan trading terbesar dan paling canggih,” tambah Jack McDonald, SVP Stablecoin di Ripple.
Perjalanan pertumbuhan RLUSD ikut di perkuat oleh pengumuman dari Interactive Brokers bahwa klien yang memenuhi syarat nantinya dapat mendanai akun mereka menggunakan stablecoin ini. Langkah ini memperluas kehadiran RLUSD ke layanan broker utama.
Lembaga institusi besar lain yang mulai menggunakan RLUSD termasuk DBS, Franklin Templeton, dan SBI Holdings. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang makin tinggi terhadap RLUSD sebagai aset kliring dan jaminan yang tepercaya.
Meskipun menorehkan kesuksesan, mayoritas suplai RLUSD (hampir 76%) justru berada di Ethereum dan bukan di native XRP Ledger (XRPL) milik Ripple.
RLUSD Ripple di Ethereum vs. XRPL | Sumber: DefiLlama
Dengan demikian, walau integrasi ke Ethereum membuka likuiditas DeFi yang besar, hal ini membatasi utilitas langsung dari XRP. Pasalnya, transaksi RLUSD di Ethereum tidak berkontribusi pada mekanisme burn XRP maupun pendapatan bagi holder.
Situasi ini pun memicu perdebatan di komunitas XRP maupun masyarakat kripto secara umum. Kekhawatiran bermunculan karena inovasi Ripple seharusnya langsung mendorong permintaan XRP.
Meski demikian, persetujuan regulasi secara konsisten memperkuat kredibilitas institusional RLUSD. Otoritas Regulasi Jasa Keuangan Abu Dhabi (FSRA) telah memberikan izin RLUSD untuk digunakan secara institusional dan teratur.
Sementara itu, persetujuan EMI awal di Luksemburg membuka jalan untuk ekspansi operasi secara luas di Uni Eropa. Ripple kini diakui sebagai salah satu perusahaan kripto paling patuh regulasi di dunia, dengan lebih dari 75 lisensi resmi.
Dengan kapitalisasi pasar melebihi US$1,38 miliar serta deretan kemitraan bergengsi yang terus bertambah, RLUSD siap melaju lebih jauh lagi.
Integrasi RLUSD ke infrastruktur trading LMAX Group sekaligus pengakuan dari regulator global menandai langkah besar menuju adopsi stablecoin secara massal, menjembatani pasar kripto dan ekosistem TradFi.
Performa Harga Ripple (XRP) | Sumber: BeInCrypto
Pada waktu publikasi, XRP diperdagangkan di harga US$2,08, turun lebih dari 1% selama 24 jam terakhir.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Russell 2000 Cetak All-Time High Baru, Picu Harapan untuk Altcoin Season di Kuartal I
Indeks Russell 2000 mencapai level tertinggi sepanjang masa pada Januari. Breakout ini tidak hanya mencerminkan kekuatan saham-saham small-cap AS, tapi juga membawa implikasi penting untuk pasar aset kripto, terutama altcoin.
Sementara itu, data lain menunjukkan sentimen investor altcoin yang makin membaik. Pelaku pasar semakin berharap akan ada pemulihan selama kuartal ini.
Korelasi Kuat antara Russell 2000 dan Pasar Kripto
Russell 2000 memantau sekitar 2.000 perusahaan AS dengan kapitalisasi pasar kecil. Saham-saham ini merupakan aset berisiko lebih tinggi di dalam pasar keuangan tradisional.
Saat indeks ini memimpin kenaikan pasar, hal itu sering menandakan modal mulai berpindah ke aset yang lebih berisiko. Investor biasanya bersedia mengambil risiko lebih besar demi imbal hasil yang lebih tinggi.
“Russell 2000 mencapai rekor tertinggi baru setelah pembukaan pasar AS. Indeks naik 7% dalam 15 hari pertama tahun 2026 dan menambah hampir US$220 miliar dalam nilai pasar. Ini menunjukkan rotasi modal yang jelas ke aset berisiko lebih tinggi,” papar Bull Theory melalui laporan mereka.
Analis Hedgeye menambahkan bahwa Russell 2000 telah mengungguli S&P 500 selama sembilan hari berturut-turut. Ini menandai rentetan kemenangan terpanjang sejak 2017.
Kapitalisasi Pasar Aset Kripto dan Indeks Russell 2000 | Sumber: TradingView
Grafik yang membandingkan kapitalisasi pasar aset kripto dengan Russell 2000 menyoroti keterkaitan yang sangat kuat dalam dua tahun terakhir. Titik puncak dan dasar lokal pada indeks ini sangat selaras dengan puncak dan dasar total valuasi pasar kripto.
Dengan demikian, ketika indeks ini mencapai rekor baru, banyak yang berharap pasar kripto juga akan segera menembus rekor tertingginya seiring makin terbukanya investor terhadap risiko.
“Ini sangat bullish untuk altcoin,” komentar investor Ash Crypto melalui media sosial.
Analis lain juga menggunakan sinyal ini untuk memproyeksikan potensi kenaikan altcoin mulai dari 20% hingga 5 kali lipat.
Rasio Buy/Sell (Long/Short) Altcoin Tetap Tinggi di Januari
Pada saat bersamaan, mayoritas altcoin saat ini menunjukkan rasio Buy/Sell (Long/Short) di atas 1. Platform data Alphractal melihat hal ini sebagai tanda dominasi posisi long di pasar.
Peringkat vs Rasio Long/Short | Sumber: Alphractal
Grafik tersebut menunjukkan bahwa altcoin dengan peringkat lebih tinggi, yang biasanya memiliki kapitalisasi pasar lebih kecil, cenderung memperlihatkan rasio yang lebih tinggi juga. Pola ini menandakan bahwa para trader semakin mau mengambil risiko, yang mencerminkan kepercayaan akan pulihnya altcoin.
“Pola yang lebih luas muncul: semakin kecil market cap, makin tinggi bias long. Setup seperti ini sering mendahului volatilitas dan tekanan pada sisi long,” terang Alphractal dalam laporannya.
Dari sisi psikologis, banyak altcoin sudah mengalami penurunan 80%–90%. Kerugian sebesar ini membuat holder yang nyangkut makin jarang menjual dan malah cenderung menahan. Sementara itu, investor bermodal besar justru menganggap level harga seperti ini sebagai peluang beli yang menarik.
namun, meski altcoin season terjadi, tidak semua token pasti akan reli. Analis CW mengutip data arus bersih altcoin Binance dari CryptoQuant dan mengingatkan meskipun beberapa altcoin tengah banyak diakumulasi, yang lain justru mungkin mendapat tekanan jual.
Altcoin yang tetap dipercaya holder dan terus keluar dari exchange biasanya punya potensi kenaikan yang lebih kuat. Sebaliknya, token yang terus dikirim holder ke exchange untuk likuiditas bisa kesulitan tumbuh seperti yang lain.