Pasar derivatif terbesar di dunia, CME Group, sekali lagi mendapati dirinya berselisih dengan regulator AS. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) untuk sementara menghentikan peluncuran perdagangan futures minyak mentah 24/7 yang direncanakan oleh CME, menunda salah satu ekspansi produk paling signifikan dari bursa tersebut.
Keputusan ini muncul karena CME secara bersamaan tengah mempersiapkan pengenalan Treasury Link, sebuah platform baru yang dirancang untuk menghubungkan futures Treasury AS dengan pasar kas Treasury. Kombinasi pengawasan peraturan dan rencana ekspansi yang ambisius kembali memunculkan pertanyaan tentang strategi masa depan perusahaan.
CFTC menunda peluncuran kontrak berjangka minyak mentah yang diperdagangkan 24 jam
CFTC menggunakan kewenangan regulasinya untuk secara sementara memblokir pencantuman kontrak berjangka minyak mentah baru milik CME. CME memilih untuk menyertifikasi sendiri produknya sementara regulator masih mengevaluasi kekhawatiran yang lebih luas terkait perdagangan derivatif berkelanjutan 24/7.
Pada saat yang sama, otoritas tersebut membuka periode komentar publik untuk menilai apakah perdagangan berjangka sepanjang waktu sesuai dengan peraturan pasar yang ada dan menyediakan perlindungan yang memadai bagi para pelaku pasar.
Ketua CFTC Michael S. Selig mengatakan komisi tersebut secara cermat mengevaluasi apakah pasar berjangka yang beroperasi terus-menerus memenuhi standar inti regulasi. Ia juga menekankan bahwa kelas aset yang berbeda memerlukan pendekatan regulasi yang berbeda dan tidak boleh diperlakukan identik.
Menurut CFTC, bursa harus berkonsultasi dengan regulator sebelum meluncurkan produk yang memperkenalkan perubahan struktural yang signifikan terhadap pasar. Badan tersebut menyatakan bahwa pengajuan CME memerlukan peninjauan tambahan karena potensi risiko hukum dan pasar.
Sengketa terbaru ini menandai babak lain dalam hubungan yang kian kompleks antara CME Group dan CFTC. CEO CME yang keluar, Terry Duffy, sebelumnya telah menunjukkan bahwa bursa sedang mempertimbangkan tindakan hukum terhadap regulator terkait penanganan produk-produk yang bersaing.
Kekhawatiran tersebut dipicu oleh persetujuan CFTC atas produk berjangka kriptokurensi yang ditawarkan oleh Kalshi, yang juga telah mengumumkan rencana untuk memperluas penawaran derivatifnya di luar aset digital, menunggu persetujuan regulasi.
Treasury Link tetap menjadi fokus utama
Terlepas dari kendala regulasi terbaru, CME terus melanjutkan Treasury Link, sebuah platform yang dirancang untuk mengintegrasikan pasar berjangka U.S. Treasury dengan pasar Treasury tunai.
Layanan ini diharapkan memungkinkan para trader untuk mengeksekusi spread trade berjangka Treasury dan kas yang terkait melalui satu transaksi, sehingga membuat perdagangan dan pengelolaan posisi menjadi lebih efisien.
Treasury Link dijadwalkan untuk diluncurkan pada kuartal keempat tahun 2026, dengan syarat persetujuan dari otoritas regulasi.
Pelaku pasar kini dengan cermat mengamati bagaimana CME menanggapi tantangan regulasi terbarunya. Meskipun intervensi CFTC dapat menimbulkan ketidakpastian jangka pendek, peluncuran produk-produk baru yang berhasil dapat memperkuat posisi kompetitif jangka panjang CME Group di pasar derivatif global.
#cme , #CFTC , #markets , #trading , #Investing
Maju satu langkah di depan ā ikuti profil kami dan tetap dapat informasi tentang semua hal penting di dunia kriptokurensi.
Pernyataan:
Informasi dan opini yang disajikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi, dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi. Tidak ada apa pun di halaman ini yang merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset apa pun. Investasi kriptokurensi memiliki risiko yang inheren dan dapat mengakibatkan kerugian finansial. Selalu lakukan riset sendiri sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
