Ketua CFTC menyerukan kepada parlemen: RUU “CLARITY” tinggal selangkah lagi, disarankan agar segera disahkan sebelum masa reses musim panas
Pada 9 Juli, menurut kabar dari pasar, Michael Seligh dalam wawancara dengan media menyatakan bahwa meskipun target awal untuk mengesahkan pada 4 Juli terlewat, kini jarak untuk mengesahkan RUU “CLARITY” masih sangat dekat.
Ketua CFTC Michael Seligh saat ini mendesak parlemen untuk secepat mungkin melanjutkan pekerjaan ini sebelum berakhirnya masa reses pada 7 Agustus, serta menekankan bahwa RUU tersebut “sangat penting” bagi daya saing Amerika Serikat di bidang kripto.
Tujuan utama RUU ini adalah membagi wewenang pengawasan secara jelas antara CFTC dan SEC, agar standar regulasi yang berbeda antarnegara bagian tidak membuat industri kebingungan. Dewan Perwakilan telah meloloskan RUU tersebut tahun lalu, namun kemajuannya saat ini terhenti di tahap Senat.
Hambatan utama dalam pembahasan RUU saat ini adalah perbedaan pandangan antar partai. Di antaranya, kubu Demokrat ingin memasukkan klausul moral terkait bisnis kripto keluarga Trump, sementara Selig menilai persyaratan tambahan tersebut adalah “menambah adegan”, yang akan memperlambat pengesahan RUU.
Sementara itu, kubu Demokrat tetap berpendapat bahwa klausul-klausul itu merupakan langkah yang diperlukan untuk melindungi konsumen. Kedua pihak jelas berbeda pandangan dalam isu ini, yang menjadi hambatan utama agar RUU dapat disahkan dengan lancar.
Selain itu, menurut Ketua Subkomite Aset Digital Senat Lummis, diperkirakan pada bulan ini akan diumumkan teks final RUU dan dijadwalkan untuk pemungutan suara. Namun, analis juga menilai bahwa jika RUU tersebut tidak dapat disahkan sebelum 7 Agustus, kesempatan berikutnya mungkin baru datang pada tahun 2030.
#CFTC #CLARITY法案