Setiap kali saya melakukan transaksi di pasar P2P untuk mengubah dana saya menjadi kripto seperti $BTC, $ETH atau BNB, saya selalu menghadapi realitas yang sama di dalam chat: seperti bongkahan es. Teks-teks otomatis dengan syarat komersial telah sepenuhnya menggantikan kesopanan dasar. Jarang sekali ada sapaan di awal atau ucapan terima kasih di akhir.
Meski suasananya sangat dingin di dunia digital ini, saya tetap menjaga kebiasaan untuk menyapa dan mengucapkan terima kasih. Tidak masalah apakah saya membeli atau menjual; saya paham bahwa ada seseorang yang sedang memberikan layanan. Apa salahnya tetap bersikap sopan dan ramah?
Beberapa hari lalu, saat saya mengoperasikan sambil melihat grafik candlestick $BTC untuk memanfaatkan pergerakan pasar, anak saya melihat bagaimana saya menuliskan salam kebiasaan saya di chat P2P. Reaksinya protes: «Apa yang kamu lakukan? Tidak ada yang akan membalasmu». Jawaban saya sederhana:
«Kita harus bersikap ramah, bahkan jika kamu merasa sedang berbicara dengan AI atau robot.».
Di dunia yang penuh dengan algoritme, otomatisasi, dan analisis pasar, empati tidak boleh hilang. Menjaga kesopanan adalah hal yang mendefinisikan kita sebagai manusia. Bersikap ramah tidak ada biayanya, tetapi memberikan nilai kemanusiaan yang tidak bisa ditiru oleh teknologi.
Kalau begitu, apakah kamu juga memberi salam di pesanan P2P-mu atau lebih suka anonimitas yang dingin?