🚨 BERITA TERBARU: RBI Mendorong Pembatasan yang Lebih Ketat terhadap Kripto di India
Bank Sentral India, Reserve Bank of India (RBI), kembali mendesak pembuat kebijakan untuk mengadopsi pendekatan "cenderung melarang" bagi mata uang kripto swasta, dengan alasan kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan, kebijakan moneter, dan risiko sistemik.
Menurut pembahasan pemerintah, RBI ingin bank dan lembaga keuangan yang teregulasi dilarang untuk memegang, memperdagangkan, atau memberikan eksposur terhadap aset kripto swasta.
Sementara itu, Direktorat Pajak Penghasilan India telah mengangkat kekhawatiran terpisah terkait kepatuhan pajak. Pejabat mengatakan transaksi yang dilakukan melalui bursa kripto lepas pantai sulit dipantau, sehingga penegakan pajak menjadi lebih menantang.
Data pemerintah menunjukkan bahwa kurang dari 25% dari sekitar 645.000 orang India yang melakukan transaksi kripto pada 2023 melaporkannya dalam SPT pajak penghasilan mereka, yang menyoroti kekhawatiran terkait potensi penghindaran pajak.
Meski ketidakpastian regulasi masih ada, India diperkirakan memiliki sekitar 39 juta investor kripto yang memegang kira-kira $2,1 miliar dalam aset digital.
📈 Kenapa ini penting:
• RBI terus mengadvokasi kontrol yang lebih ketat terhadap kripto swasta.
• Bank dapat menghadapi pembatasan yang lebih ketat jika kebijakan baru diperkenalkan.
• Industri kripto India masih berada dalam ketidakjelasan regulasi meskipun adopsi terus meningkat.
• Perdebatan ini muncul saat beberapa negara lain, termasuk AS, terus mengembangkan regulasi kripto yang lebih jelas ketimbang mengejar larangan total.
💬 Menurut Anda, apakah India seharusnya mengatur kripto dengan lebih efektif atau bergerak menuju larangan total?
#Bitcoin #Crypto #India #RBI #Regulation