Berdasarkan analisis ekonomi dan data dari World Gold Council, tren akumulasi emas oleh bank sentral diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir dekade ini (2030) atau sampai tercapainya tatanan moneter global yang baru. Ada tiga faktor utama yang menentukan kapan tren ini akan melambat: Hingga Utang AS Mencapai Titik Kritis. Selama utang nasional AS terus membengkak (saat ini di atas $38 triliun, berdasarkan Rasio Hutang Terhadap PDB sekitar ~123% - 128%), negara-negara akan terus membeli emas untuk melindungi kekayaan mereka dari risiko pelemahan dolar. Bukan berarti jelek angka besar ini, bahkan Jepang saja mencapai 237%. Namun jika AS berhasil melakukan reformasi fiskal besar-besaran, barulah minat terhadap emas mungkin mereda. Mungkin disaat itulah blockchain seperti $BTC dan blockchain lain diperhitungkan sebagai aset baru. Terlebih lagi saat ini emas sudah masuk kedalam chain juga seperti $PAXG , hal ini memungkinkan juga perpindahan besar2an bank2 untuk dapat menukarkan emasnya ke dari paxg ke btc sebagai nilai tukar. Hal ini didasari oleh pendapat pribadi tentang waktu jual beli yang tidak lagi mengikuti waktu pasar buka di market tradisional melainkan buka setiap waktu di blockhain. Dan setiap pembelian disertai dengan kontrak pintar yang otomatis. Nilai tukar pun juga juga berbeda atau spread, bahkan mencapai 10-12% dari harga market di pasar tradisional, itu adalah nilai yang sangat besar. Berbeda dengan blockchain yang membutuhkan gas fee cuman 0,1% - 3% atau bahkan biaya tetap bukan persentase. Hal ini membuat blockchain memiliki terlalu banyak kelebihan. Jadi tidak mustahil pertumbuhan emas ini adalah awal yang sangat bagus untuk kedepannya.Munculnya Mata Uang Baru (BRICS), Jika aliansi BRICS berhasil meluncurkan sistem pembayaran atau mata uang yang stabil dan dipercaya dunia, kebutuhan untuk menumpuk emas sebagai "jangkar" keamanan mungkin akan berkurang. Hal ini disebabkan karna mata uang BRICKS adalah mata uang yang dipatok oleh emas. Namun, proses ini diperkirakan memakan waktu setidaknya 5 hingga 10 tahun. Melihat Cina yang mulai sangat gencar membeli emas setiap bulannya sejak tahun 2024 - 2025, besar kemungkinannya kesiapan mata uang BRICKS secara resmi akan mulai di uji coba secara umum di tahun 2030 - 2035. Pada tahun 2026 ditargetkan sebagai awal operasional BRICS Pay dan pada tahun 2030 BRICKS PAY akan di targetkan mencapai operasi penuh yaitu menyerap hingga 15% transaksi global. Saat di tahun 2030 BRICKS juga berupaya untuk menjaminkan emasnya sebesar 40% untuk setiap mata uangnya. Untuk saat ini BRICKS telah menguasai sekitar 50% produksi emas dunia dan terus menargetkan hingga 65-70% dengan begitu mereka bisa mengalokasikan 40% kedalam cadangan. Hal ini akan membuat BRICKS menjadi mata uang terkuat di dunia karna dollar tidak terjamin oleh aset fisik sama sekali. Meskipun demikian, tantangan politik akan sangat besar. Terlebih lagi saat ini Barat sudah memiliki 23-25% cadangan emas dunia di bank central. Berbeda dengan BRICKS walau produksi besar tapi yang masuk ke dalam cadangan masih sangat sedikit. Jadi hingga salah satu kalah, persaingan emas ini barulah surut. Tapi melihat kondisi geopolitik saat ini, ini akan sangat lama. Dan pertumbuhan emas akan terus berlanjut.Hingga Inflasi Global Stabil, Emas adalah musuh alami inflasi. Bank sentral akan terus menambah emas selama mereka tidak yakin bahwa inflasi benar-benar bisa dikendalikan di level rendah secara permanen. Terlebih lagi kondisi teknologi semakin terus memakan cadangan negara, dan hutang terus bertambah. Ada sebuah konsep baru dalam energi, ini berbeda dengan emas. NVIDIA dan TESLA bekerja sama untuk pembangunan energi di luar angkasa dengan panel Surya. Hal ini disebabkan diluar angkasa selalu siang, mata hari tidak tertutup. Ini juga diperkirakan tidak akan memakan harga besar karna matahari tidak akan pernah habis, maka baterai yang dibutuhkan juga tidak akan banyak. Kemudian membangun data center di luar angkasa dan mengirimkannya ke bumi juga adalah langkah yang praktis yang dapat membuat bumi berjalan normal kembali karna tidak dibebani oleh tenaga besar untuk AI dan blockchain. Bukan berarti bumi tidak upgrade level energi. Sudah jelas saat ini cuman ada 3 energi saja yang dapat menjalankan teknologi saat ini yaitu, panel Surya dengan matahari, nuklir reactor, dan geotermal. Bila negara ingin terus mengikuti perkembangan zaman teknologi baru ini AI dan Blockchain maka salah satu dari 3 energi ini wajib dimiliki sebagai pendukung infrastruktur dunia yang semakin terhubung dan Multipolar ini. Akibat perkembangan teknologi yang terlalu maju ini, dunia belum siap. AI dan Blockchain, Emas dan Energi. Dunia tidak akan mampu untuk bertahan bila suplai energi berasal dari minyak dan gas saja. Mengakibatkan krisis energi dan inflasi pada sektor-sektor lainnya. Demi ketahan, negara mau tidak mau akan memilih prioritas cadangan terbaiknya. Dari 3 alasan tersebut trend kenaikan ini sepertinya akan bertahan sangat lama. Dari target target negara tersebut kita dapat melihat segmen pertama berada pada tahun 2030-2035. Ditahun ini lah apakah mata uang BRICKS berhasil beroperasi penuh dan berhasil mengalokasikan 40% emas dunia sebagai cadangannya atau tidak. Atau Energi luar angkasa berhasil di capai oleh TESLA dan NVIDIA. Bila salah satu berhasil, maka akan terjadinya deflasi teknologi, karna harga energi yang murah. Dengan begitu dunia bisa kembali seperti sebelumnya. Namun berhasil bukan berarti bisa berjalan dengan baik, masih butuh waktu untuk penyempurnaan. Dengan estimasi 10 hingga 20 Tahun kedepannya berarti sekitar 2045- 2055. Melihat ini kembali kesimpulannya adalah walau energi bisa kembali stabil dan inflasi mereda sehingga terjadinya deflasi nilai teknologi. Emas tetap akan menjadi nilai lindung disaat krisis. Dan kenaikan emas saat ini adalah nilai nyata yang terus berkembang. #BTC #ETH #GOLD #SILVER
Saya menulis banyak tentang emas untuk kalian paham, politik pelik ini akan berlangsung sangat lama. Bila anda mencari aset aman untuk berjaga-jaga dalam jangka waktu panjang, emas adalah pilihannya. Metode pembelian bisa dipilih sendiri, apapun itu dalam jangka yang lama emas akan selalu menjadi pilihannya. 🦅#PAXG
Diantara genius dan licik. Semakin kontroversial seseorang maka nilainya semakin rendah dimata publik, tapi begitupula dia akan semakin hype. Hal itu membuat verifikasi data semakin sulit dan media semakin bias. Tapi pada akhirnya ketika data berhasil diverifikasi oleh waktu, data yang akan membuka mata orang-orang. $PAXG
Menggunakan AI sebagai verifikasi berita adalah hal yang wajib dilakukan untuk memfilter bias. Ini juga bisa dijadikan sebagai rujukan saran aset yang aman dimasa yang kritis. $PAXG
Disamping memburuknya keuangan, justru membuat peluang peningkatan kepercayaan dollar yang semakin tinggi. Amerika tinggal menunggu waktu yang tepat mengubah konsep cara pandang orang. Bila FIAT kehilangan nilai karna tidak punya backup yang cukup, Amerika tinggal menandatangani dollar di backup dengan emas, logam lain, dan US Treasury. Membuat kepercayaan beralih dengan sangat pesat karna nilainya yang meningkat drastis. Dengan begitu, gelembung keuntungan dollar akan sangat tinggi, yang membuat akumulasi emas di BRICKS menjadi terganggu. Terlebih lagi bank- bank yang telah bekerjasama pemerintah serta swasta yang telah mengumpulkan emas tinggal menyetor kepemerintahan dan mengalokasikan kedalam penyimpanan. Membuat peningkatan emas saat ini menjadi nilai yang stabil dan pertumbuhan yang tidak berkurang lagi. $PAXG 🦅
Penurunan efisiensi, peringkat performa, atau gangguan rantai pasok Logistik Dunia
Penurunan efisiensi, penurunan peringkat performa, atau gangguan rantai pasok menyebabkan biaya menjadi mahal. Hal ini disebabkan oleh Faktor geopolitik, cuaca ekstrem, dan kurangnya kontainer sering menyebabkan gangguan. Yang mengakibatkan "pengurangan" atau hambatan dalam pergerakan barang, bukan pengurangan permintaan barang itu sendiri. 1. Dominasi dan "Monopoli" Infrastruktur Utama Tiongkok tidak hanya mendominasi volume barang, tetapi juga menguasai sarana pendukungnya secara signifikan: Produksi Kontainer: Tiongkok memiliki monopoli virtual dengan memproduksi 95% kontainer pengiriman dunia dan 86% pasokan sasis intermodal.Pembuatan Kapal: Pangsa pasar pembuatan kapal Tiongkok melonjak dari 5% pada 1999 menjadi lebih dari 50% pada 2023.Pelabuhan Terpadu: Tiongkok memiliki 7 dari 10 pelabuhan tersibuk di dunia (seperti Shanghai dan Ningbo-Zhoushan) dan telah berinvestasi di lebih dari 100 pelabuhan di seluruh dunia melalui Belt and Road Initiative (BRI). 2. Ketimpangan Produksi & Arus Barang Ketimpangan terjadi karena Tiongkok berperan sebagai pusat produksi utama, sedangkan banyak negara lain hanya menjadi konsumen atau pemasok bahan mentah.Ketergantungan Ekspor: Pangsa ekspor global Tiongkok naik dari 12% pada 2020 menjadi sekitar 18% pada 2024.Efek Domino: Ketika terjadi gangguan di Tiongkok (seperti masalah kebijakan atau perubahan produksi), dampaknya langsung terasa ke seluruh rantai pasok global karena posisi sentralnya sebagai global supply chain hub. 3. Masalah "Logistik Satu Arah" Ketimpangan ini sering menyebabkan inefisiensi logistik bagi negara lain. Contohnya, banyak kapal atau kontainer yang datang penuh ke suatu negara dari Tiongkok, namun kembali dalam keadaan kosong atau kurang muatan karena negara tujuan tidak memiliki kapasitas produksi ekspor yang sebanding. Hal ini membuat biaya logistik per unit menjadi jauh lebih mahal bagi negara-negara tersebut. Dampaknya? Banyak negara kini mulai menerapkan strategi "China +1", yaitu mencoba mendiversifikasi produksi ke negara lain (seperti Vietnam, India, atau Indonesia) untuk mengurangi ketergantungan yang terlalu besar pada satu pusat logistik. Jadi Logistik menjadi salah satu pasar yang akan menguntungkan dalam kondisi geopolitik saat ini. Sudah banyak metode2 terbaru dengan modal kecil untuk memulainya. Dibandingkan menunggu sesuatu yang belum pasti, melakukan spending investasi di bidang logistik akan sangat menguntungkan. Taro dibawah harga pasar saja langsung diborong bila tidak ingin terbuang mubazir. Misalnya di Indonesia, harga tanah yang terus meningkat menjadi masalah kebanyakan orang. Tapi tidak dengan tanah pertanian, harganya masih sangat terjangkau dari 50-300rb saja atau sekitar $3 - $20 per meter persegi.
Setelah pidato Trump di WEF 2026, analis mengatakan bank central terus menaikan pembelian emas dan stablecoin. Emas kemungkinan dapat tembus mendekati $ 5400 - 6K hingga akhir tahun/ awal tahun 2027. Kecepatan akumulasi ini diperkirakan dapat menembus $7500 hingga 2030/2031
Berdasarkan analisis ekonomi dan data dari World Gold Council, tren akumulasi emas oleh bank sentral diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir dekade ini (2030) atau sampai tercapainya tatanan moneter global yang baru. Ada tiga faktor utama yang menentukan kapan tren ini akan melambat: Hingga Utang AS Mencapai Titik Kritis. Selama utang nasional AS terus membengkak (saat ini di atas $38 triliun, berdasarkan Rasio Hutang Terhadap PDB sekitar ~123% - 128%), negara-negara akan terus membeli emas untuk melindungi kekayaan mereka dari risiko pelemahan dolar. Bukan berarti jelek angka besar ini, bahkan Jepang saja mencapai 237%. Namun jika AS berhasil melakukan reformasi fiskal besar-besaran, barulah minat terhadap emas mungkin mereda. Mungkin disaat itulah blockchain seperti $BTC dan blockchain lain diperhitungkan sebagai aset baru. Terlebih lagi saat ini emas sudah masuk kedalam chain juga seperti $PAXG , hal ini memungkinkan juga perpindahan besar2an bank2 untuk dapat menukarkan emasnya ke dari paxg ke btc sebagai nilai tukar. Hal ini didasari oleh pendapat pribadi tentang waktu jual beli yang tidak lagi mengikuti waktu pasar buka di market tradisional melainkan buka setiap waktu di blockhain. Dan setiap pembelian disertai dengan kontrak pintar yang otomatis. Nilai tukar pun juga juga berbeda atau spread, bahkan mencapai 10-12% dari harga market di pasar tradisional, itu adalah nilai yang sangat besar. Berbeda dengan blockchain yang membutuhkan gas fee cuman 0,1% - 3% atau bahkan biaya tetap bukan persentase. Hal ini membuat blockchain memiliki terlalu banyak kelebihan. Jadi tidak mustahil pertumbuhan emas ini adalah awal yang sangat bagus untuk kedepannya.Munculnya Mata Uang Baru (BRICS), Jika aliansi BRICS berhasil meluncurkan sistem pembayaran atau mata uang yang stabil dan dipercaya dunia, kebutuhan untuk menumpuk emas sebagai "jangkar" keamanan mungkin akan berkurang. Hal ini disebabkan karna mata uang BRICKS adalah mata uang yang dipatok oleh emas. Namun, proses ini diperkirakan memakan waktu setidaknya 5 hingga 10 tahun. Melihat Cina yang mulai sangat gencar membeli emas setiap bulannya sejak tahun 2024 - 2025, besar kemungkinannya kesiapan mata uang BRICKS secara resmi akan mulai di uji coba secara umum di tahun 2030 - 2035. Pada tahun 2026 ditargetkan sebagai awal operasional BRICS Pay dan pada tahun 2030 BRICKS PAY akan di targetkan mencapai operasi penuh yaitu menyerap hingga 15% transaksi global. Saat di tahun 2030 BRICKS juga berupaya untuk menjaminkan emasnya sebesar 40% untuk setiap mata uangnya. Untuk saat ini BRICKS telah menguasai sekitar 50% produksi emas dunia dan terus menargetkan hingga 65-70% dengan begitu mereka bisa mengalokasikan 40% kedalam cadangan. Hal ini akan membuat BRICKS menjadi mata uang terkuat di dunia karna dollar tidak terjamin oleh aset fisik sama sekali. Meskipun demikian, tantangan politik akan sangat besar. Terlebih lagi saat ini Barat sudah memiliki 23-25% cadangan emas dunia di bank central. Berbeda dengan BRICKS walau produksi besar tapi yang masuk ke dalam cadangan masih sangat sedikit. Jadi hingga salah satu kalah, persaingan emas ini barulah surut. Tapi melihat kondisi geopolitik saat ini, ini akan sangat lama. Dan pertumbuhan emas akan terus berlanjut.Hingga Inflasi Global Stabil, Emas adalah musuh alami inflasi. Bank sentral akan terus menambah emas selama mereka tidak yakin bahwa inflasi benar-benar bisa dikendalikan di level rendah secara permanen. Terlebih lagi kondisi teknologi semakin terus memakan cadangan negara, dan hutang terus bertambah. Ada sebuah konsep baru dalam energi, ini berbeda dengan emas. NVIDIA dan TESLA bekerja sama untuk pembangunan energi di luar angkasa dengan panel Surya. Hal ini disebabkan diluar angkasa selalu siang, mata hari tidak tertutup. Ini juga diperkirakan tidak akan memakan harga besar karna matahari tidak akan pernah habis, maka baterai yang dibutuhkan juga tidak akan banyak. Kemudian membangun data center di luar angkasa dan mengirimkannya ke bumi juga adalah langkah yang praktis yang dapat membuat bumi berjalan normal kembali karna tidak dibebani oleh tenaga besar untuk AI dan blockchain. Bukan berarti bumi tidak upgrade level energi. Sudah jelas saat ini cuman ada 3 energi saja yang dapat menjalankan teknologi saat ini yaitu, panel Surya dengan matahari, nuklir reactor, dan geotermal. Bila negara ingin terus mengikuti perkembangan zaman teknologi baru ini AI dan Blockchain maka salah satu dari 3 energi ini wajib dimiliki sebagai pendukung infrastruktur dunia yang semakin terhubung dan Multipolar ini. Akibat perkembangan teknologi yang terlalu maju ini, dunia belum siap. AI dan Blockchain, Emas dan Energi. Dunia tidak akan mampu untuk bertahan bila suplai energi berasal dari minyak dan gas saja. Mengakibatkan krisis energi dan inflasi pada sektor-sektor lainnya. Demi ketahan, negara mau tidak mau akan memilih prioritas cadangan terbaiknya. Dari 3 alasan tersebut trend kenaikan ini sepertinya akan bertahan sangat lama. Dari target target negara tersebut kita dapat melihat segmen pertama berada pada tahun 2030-2035. Ditahun ini lah apakah mata uang BRICKS berhasil beroperasi penuh dan berhasil mengalokasikan 40% emas dunia sebagai cadangannya atau tidak. Atau Energi luar angkasa berhasil di capai oleh TESLA dan NVIDIA. Bila salah satu berhasil, maka akan terjadinya deflasi teknologi, karna harga energi yang murah. Dengan begitu dunia bisa kembali seperti sebelumnya. Namun berhasil bukan berarti bisa berjalan dengan baik, masih butuh waktu untuk penyempurnaan. Dengan estimasi 10 hingga 20 Tahun kedepannya berarti sekitar 2045- 2055. Melihat ini kembali kesimpulannya adalah walau energi bisa kembali stabil dan inflasi mereda sehingga terjadinya deflasi nilai teknologi. Emas tetap akan menjadi nilai lindung disaat krisis. Dan kenaikan emas saat ini adalah nilai nyata yang terus berkembang. #BTC #ETH #GOLD #SILVER
Saya menyukai cerita Trump yang menceritakan semua alur cerita geopolitik serta alasan- alasannya di WEF 🥰🦅. Amerika memang harus begini, kepercayaan adalah segalanya meskipun itu pahit.$BTC $ETH $SOL #XRP #ADA #LINK
Seruan perang dunia ke-3 kian nyata. Hal ini ditandai oleh: 1. Pembentukan blok - blok negara yang saling berhadapan 2. Pembangunan militer besar-besaran termasuk nuklir, minyak dan gas 3. Penyiapan ketahanan ekonomi, logam dan logistik 4. Serta geopolitik yang terus memanas dalam jangka waktu yang lama
Sejarah telah mencatat tanda- tanda ini, tapi sepertinya tidak ada yang peduli. Masyarakat di setiap bangsa sudah jenuh mendengar isu negatif dan lebih memilih untuk diam dan berlalu.
Bila ini terjadi, nuklir akan dipakai sebagai senjata. Diperkirakan setengah atau lebih manusia akan mati.
Harapan akan pupus, perkembangan akan terhenti.
Bukan kejahatan yang akan menang, tapi orang baiklah yang diam.
Bayangkan ketakutan anda menjadi nyata. Blockchain akan stagnan dan cenderung turun hingga jangka waktu yang panjang. Dan emas yang kalian pikir akan koreksi akan terus naik.
Orang- orang akan bercerita GOLD to the moon, dan anda belum memilikinya sama sekali.
Meskipun teman anda mengambil emas secara tradisional yang mahal, atau emas digital biasa. Kenaikan ini benar-benar memukul anda. Yang padahal anda tau di blockchain emas bisa beli langsung dari pasar dan gas fee-nya sangat murah. $PAXG
Sikap optimis para trader retail di seluruh dunia terhadap pasar US dalam permainan #DonaldTrump ditengah krisis pasar. Gambling mode on 😂, berhati-hati lah elang akan mencabik-cabik kalian 😶🌫️. Keluar dan pergi ke kapitalisasi pasar besar.
Beberapa analis berspekulasi $BTC akan jatuh hingga disekitar $60K, membuat peluang emas $PAXG dan logam lainnya meningkat drastis. Namun ini masih dalam pemantauan. Bila terjadi ini akan berimbas secara multi level terhadap ketidak percayaan masyarakat kepada blockchain.
Perang senjata Perang dagang Perang kestabilan wilayah/ kepercayaan masyarakat Perang kebutuhan makanan & air bersih Perang politik Perang kecerdasan warga negara Perang wilayah ekonomi Perang energi Perang teknologi Perang agama
Membuat ketidakstabilan disemua sektor meningkat. Satu satunya sektor aman cuman logam. Hal itu karna logam bisa dilihat, bisa pegang, dipercaya sejak zaman dulu kala, diterima semua etnis, disemua negara, disemua agama.
Meskipun demikian, bila membeli di Toko akan mahal. Bila beli dibank, atau toko besar tetap spread nya akan lumayan. Dan tidak semua waktu kita bisa membelinya. Opsi terbaik adalah emas digital, tapi tetap saja itu akan terkena spread disaat beli ataupun jual. Satu satunya hal yang saya ketahui di-block chain itu tidak akan terjadi.
Misalnya #PAXG kita bisa mendapatkan banyak benefit seperti: 1. Gas fee lebih murah dibandingkan spread di toko tradisional. 2. Waktu pembelian bebas, bisa kapanpun dan dimanapun dengan harga pasar terbaru 3. Dapat di cairkan dalam bentuk fisik dibeberapa negara
Satu persatu negara melakukan pemadaman listrik dalam jangka waktu yang lama dari 1 hinga 7 hari. Listrik akan di gilir dari daerah atau ke daerah lainnya.
Peningkatan kebutuhan listrik terus meningkat dan pasokan tidak mencukupi akibat timpangnya kemajuan teknologi dengan sumberdaya pembangkit listrik. #PAXG