
Badai geopolitik di sekitar Venezuela terus memburuk seiring kekuatan global mengecam intervensi militer AS dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Penangkapan tersebut mendapat kecaman tajam dari Rusia, Tiongkok, dan Iran, yang menyebut operasi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan ancaman terhadap perdamaian regional.
Rusia tidak hanya menuntut pembebasan Maduro tetapi juga memperingatkan warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Venezuela, menyoroti risiko keamanan di tengah krisis yang sedang berlangsung.
Negara-negara Amerika Latin dan Uni Eropa bergabung dalam gelombang kritik dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB, dengan banyak pihak menyebut intervensi tersebut sebagai 'agresi yang tidak dapat diterima' yang merusak kedaulatan dan norma global.
Langkah AS juga melibatkan penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia di Atlantik Utara, yang memperparah ketegangan ekonomi dan berpotensi memperdalam ketegangan AS–Rusia jauh melampaui perbatasan Venezuela.
Para ahli memperingatkan krisis ini dapat membentuk kembali aliansi, pasar energi, dan hubungan diplomatik, mengubah konflik regional yang semula menjadi persaingan kekuasaan yang lebih luas antara kekuatan dunia terkemuka.
Ini bukan lagi krisis politik lokal, melainkan sebuah pemicu geopolitik global di mana bahkan kesalahan kecil pun dapat memicu ketidakstabilan yang luas.
#venezuela #ETHWhaleWatch #CPIWatch #USNonFarmPayrollReport




