Suara hawkish di dalam The Federal Reserve terdengar makin keras. Pada 19 Juli, pernyataan terbaru dari Gubernur The Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester, memberi isyarat bahwa: menghadapi inflasi yang masih tinggi, The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga untuk menekannya.
Bagi emas, ini bukan kabar yang baik. Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga menguat, aset dolar yang menghasilkan imbal hasil menjadi makin menarik; sementara daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas ikut menurun—suku bunga riil yang naik merupakan salah satu faktor penekan paling langsung bagi harga emas.
Untuk jangka pendek, jika $PAXG turut tertekan, tak ada salahnya menambah sedikit kesabaran: isyarat hawkish ini masih berjarak dari kenaikan suku bunga yang benar-benar terjadi. Ke depan, perhatikan dua hal—apakah pejabat The Fed lainnya ikut melontarkan sinyal hawkish, dan apakah data inflasi berikutnya akan menjadi penguat bagi pernyataan tersebut; jika data inflasi mendingin, sentimen negatif ini juga bisa dengan cepat dicerna pasar.
Menurut Anda, apakah The Fed benar-benar berani menaikkan suku bunga di posisi ini? Ayo diskusikan di kolom komentar.
#黄金