Proyek ENA ini, daftar institusinya bisa membuat mata silau—harga koinnya $0,08.

Ethena mengerjakan USDe, yaitu dolar sintetis yang bisa menghasilkan imbal hasil. Saat ini skalanya sudah mencapai lebih dari 4 puluh miliar. Dan penopangnya adalah institusi yang satu lebih “menakutkan” daripada yang lain: BlackRock memasukkan USDe ke dalam sistem internalnya yang mengelola aset 200 triliun, menjadi aset kripto ke-3 setelah Bitcoin dan Ethereum yang masuk; Robinhood menjadikannya sebagai aset jaminan untuk produk manajemen dana; sementara Binance mengintegrasikannya ke dalam ekosistemnya yang dimiliki oleh 280 juta penggunanya.

Secara teori, dengan kualitas seperti ini, harga koin harusnya melesat.

Namun kenyataannya, harga itu jatuh 95% dari puncaknya, dan pada akhir Juni bahkan membuat rekor terendah sepanjang masa.

Masalah lamanya kambuh—ENA pada dasarnya hanya “suara tata kelola” (governance). Uang terbesar yang diperoleh protokol justru datang dari transaksi lindung nilai (hedging) yang rumit, dan pada dasarnya tidak ada hubungannya dengan koin yang kamu pegang. Sekalipun bisnisnya makin besar, nilai tidak bisa tersalurkan ke harga koin.

Selain itu, di atasnya selalu ada tekanan pelepasan (unlock). Totalnya 15 miliar, pada 4 Juli baru dilepas 170 juta, dan pada Agustus masih ada batch lain yang akan diberikan ke yayasan serta investor awal. Di satu sisi ada tekanan jual yang sulit terserap, di sisi lain pendapatan tak bisa dibagikan.

Sekarang ada perubahan arah yang tengah disiapkan—komunitas akan memberikan suara untuk membuka apa yang disebut “saklar pembagian (pembagian hasil)”. Jika disetujui, pendapatan protokol akan mengambil sebagian untuk membeli kembali ENA di pasar dan membagikannya kepada para pemegang yang melakukan staking. Mirip seperti ONDO dan LDO sebelumnya—tinggal lihat apakah saklar ini bisa diputar atau tidak.#ENA $ENA