Situasi di Timur Tengah meningkat dengan cepat. Pada hari Selasa, Presiden Trump menggelar rapat Ruang Situasi yang bernilai tinggi untuk membahas rencana bagi serangan ofensif besar yang lebih luas di Iran—yang menurut sumber akan jauh melampaui serangan AS saat ini yang terpusat di sekitar Selat Hormuz.

​Berikut ini keadaan yang terjadi saat ini:

​Aksi Militer Berlanjut: Untuk hari keempat berturut-turut, militer AS melancarkan serangan terarah di seluruh Selat Hormuz dan pesisir selatan Iran. Operasi tersebut berfokus pada upaya menonaktifkan pertahanan udara, sistem radar, lokasi rudal anti-kapal, serta fasilitas peluncuran drone. Pejabat AS menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah melindungi jalur pelayaran internasional dengan melemahkan kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal yang melintas.

​Blokade Angkatan Laut & Pengiriman: Blokade angkatan laut resmi AS di pelabuhan-pelabuhan Iran mulai berlaku pada Selasa sore. Meski situasinya sangat tegang, pejabat AS mencatat bahwa mereka berhasil mengoordinasikan transit aman 300 kapal niaga melalui selat tersebut dalam sepekan terakhir.

​Tanggapan Balasan Iran: Sebagai respons atas pemboman tersebut, Iran terus melancarkan serangan rudal dan drone balasan yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain.

​Apa yang Akan Terjadi Berikutnya?

​Konflik ini berpotensi akan mengalami perluasan besar-besaran. Dalam wawancara Fox News tepat sebelum rapat Situation Room, Presiden Trump memperingatkan bahwa serangan AS akan meningkat selama tiga hari ke depan. Ia mengeluarkan ultimatum yang tegas: jika Iran menolak untuk datang ke meja perundingan, AS akan mulai menargetkan infrastruktur penting—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—mulai seawal minggu depan.

​Namun, jalur diplomatik belum sepenuhnya tertutup. Trump juga mengonfirmasi bahwa perunding AS mengadakan pembicaraan dengan pejabat Iran pada Selasa, sehingga masih ada celah sempit untuk resolusi diplomatik sebelum konflik memasuki fase baru yang berbahaya.