Mendapat satu cerita tentang "lupa memegang posisi": ada seseorang yang 20 tahun lalu menjual 99% saham Moutai, hanya menyisakan 100 saham sebagai kenang-kenangan. Lalu karena dividen saham (stock split bonus) dan pembagian dividen, 100 saham itu menjadi lebih dari 500 saham. Pada akhirnya saat dijual, uang yang masuk lebih dari satu juta.

Inti dari cerita ini sebenarnya bukan saham tertentu, melainkan sebuah kekuatan untuk menembus siklus: ketika kamu "dengan santai menahan" aset berkualitas, waktu itu sendiri akan menjadi pengungkit terbesar. Dalam pasar kripto, versi ceritanya adalah: mereka yang membeli BTC di posisi rendah lalu fokus pada kehidupan, sering kali lebih mampu bertahan memegang keseluruhan siklus dibanding orang yang tiap hari memantau chart.

Tapi ada perbedaan penting antara kripto dan saham: tidak ada dividen, volatilitas lebih besar, dan keamanan aset sepenuhnya bergantung pada dirimu sendiri. Yang benar-benar patut dipelajari bukan "beli lalu lupakan", melainkan:
1. Bangun posisi saat pemahamanmu jelas;
2. Titip kelola aset dengan aman menggunakan cold wallet serta backup phrase (seed) / kata sandi;
3. Biarkan volatilitas pasar yang bekerja, kamu fokus pada penciptaan nilai.

Prasyarat untuk memegang dalam jangka panjang bukanlah melupakannya, melainkan meyakini bahwa ia pantas untuk diingat.

$BTC
#Bitcoin #HODL #LongTerm