🇮🇷Seorang sumber keamanan kepada Press TV mengatakan: Strategi baru Iran adalah menutup sepenuhnya Selat Hormuz dan memberikan respons yang menghancurkan terhadap setiap serangan Amerika.

Sumber yang sangat mengetahui hal itu mengatakan kepada Press TV bahwa peristiwa 48 jam terakhir menunjukkan bahwa Iran tidak akan menyerah dalam mengendalikan Selat Hormuz dan siap untuk memperjuangkannya.

Sumber tersebut menekankan bahwa strategi baru Iran adalah sebagai berikut: setelah setiap serangan, pertama, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya, dan kedua, serangan akan dilancarkan terhadap pihak lawan dengan melibatkan setidaknya dua kali lebih banyak sasaran daripada jumlah fasilitas Iran yang menjadi target serangan.

Sumber itu menyatakan: "Memorandum of understanding yang ditandatangani mengenai isu ini secara tegas menetapkan bahwa Iran akan membuka kembali selat tersebut sesuai dengan kondisi yang telah ditetapkannya sendiri. Oleh karena itu, Iran tidak akan mengizinkan pembentukan rute-rute baru di luar tatanan yang telah didefinisikannya."

Menanggapi ancaman terbaru Trump, ia mengatakan: "Setiap ancaman akan mendapat respons yang kuat. Iran tidak membedakan antara AS dan sekutu regionalnya. Trump tidak akan mendapatkan apa pun dari ancaman terbarunya, tetapi ia pasti akan kehilangan Selat Hormuz dan perundingan untuk perjanjian akhir. Pilihannya sekarang ada padanya."

$CL
$NATGAS
$BTC
#USLaunchesNewStrikesAgainstIran #USStrikes80PlusIranianTargets #HormuzOilTankerTrafficNearlyStalls #OilJumpsBondsSlideAfterUSStrikesOnIran #OilRises5%OnUSIranTensions