Malaysia Mengamankan 75.000 Unit Rig Penambangan Kripto Ilegal dalam Penertiban Besar-besaran Pencurian Daya
Otoritas Malaysia melaksanakan operasi besar-besaran yang menargetkan operasi penambangan kripto tanpa izin, dengan menyita lebih dari 75.000 rig penambangan dan sepeda motor listrik di fasilitas listrik curian. Pengungkapan ini merupakan salah satu aksi penegakan anti-penambangan terbesar di Asia Tenggara hingga saat ini.
Operasi ini, yang dilakukan oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, mengungkap skema canggih di mana peralatan penambangan beroperasi menggunakan listrik yang dialihkan secara ilegal. Pihak berwenang memperkirakan operasi tersebut menyedot hampir daya skala megawatt dari jaringan listrik nasional, sehingga menimbulkan biaya jutaan untuk utilitas akibat konsumsi yang tidak tertagih.
Pengamat industri mencatat penindakan ini mencerminkan meningkatnya tekanan regulasi terhadap penambangan kripto tanpa izin di seluruh Asia Tenggara. Beberapa negara termasuk Thailand, Indonesia, dan Filipina juga telah memperketat penegakan terkait kepatuhan penggunaan daya dan persyaratan perizinan penambangan pada tahun 2026.
Peralatan yang disita, senilai sekitar 5 juta USD, akan dilelang atau dimusnahkan tergantung protokol penegakan yang diterapkan. Dua individu ditahan untuk dimintai keterangan sementara penyelidikan berlanjut ke jaringan yang lebih luas yang mengoperasikan fasilitas penambangan.
Watchlist: Malaysia telah muncul sebagai medan pertempuran utama dalam regulasi penambangan kripto. Sikap pemerintah yang agresif menunjukkan bahwa ini bukan kasus yang terisolasi, karena negara-negara Asia Tenggara berkoordinasi pada kerangka penegakan bersama.
#CryptoMining #CryptoRegulation #BlockchainNews
Otoritas Malaysia melaksanakan operasi besar-besaran yang menargetkan operasi penambangan kripto tanpa izin, dengan menyita lebih dari 75.000 rig penambangan dan sepeda motor listrik di fasilitas listrik curian. Pengungkapan ini merupakan salah satu aksi penegakan anti-penambangan terbesar di Asia Tenggara hingga saat ini.
Operasi ini, yang dilakukan oleh Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia, mengungkap skema canggih di mana peralatan penambangan beroperasi menggunakan listrik yang dialihkan secara ilegal. Pihak berwenang memperkirakan operasi tersebut menyedot hampir daya skala megawatt dari jaringan listrik nasional, sehingga menimbulkan biaya jutaan untuk utilitas akibat konsumsi yang tidak tertagih.
Pengamat industri mencatat penindakan ini mencerminkan meningkatnya tekanan regulasi terhadap penambangan kripto tanpa izin di seluruh Asia Tenggara. Beberapa negara termasuk Thailand, Indonesia, dan Filipina juga telah memperketat penegakan terkait kepatuhan penggunaan daya dan persyaratan perizinan penambangan pada tahun 2026.
Peralatan yang disita, senilai sekitar 5 juta USD, akan dilelang atau dimusnahkan tergantung protokol penegakan yang diterapkan. Dua individu ditahan untuk dimintai keterangan sementara penyelidikan berlanjut ke jaringan yang lebih luas yang mengoperasikan fasilitas penambangan.
Watchlist: Malaysia telah muncul sebagai medan pertempuran utama dalam regulasi penambangan kripto. Sikap pemerintah yang agresif menunjukkan bahwa ini bukan kasus yang terisolasi, karena negara-negara Asia Tenggara berkoordinasi pada kerangka penegakan bersama.
#CryptoMining #CryptoRegulation #BlockchainNews