Semua orang membicarakan AI yang menjadi semakin cerdas. Aku terus bertanya-tanya, apakah itu benar-benar masalah terbesar lagi.
Apa yang terjadi ketika AI mulai mengelola aset, mengeksekusi perdagangan, dan mengambil keputusan finansial atas nama kita? Kecerdasan memang penting, tapi akuntabilitas bahkan lebih penting.
Salah satu alasan Newton Protocol menarik perhatianku adalah gagasannya bukan sekadar mengotomatisasi aksi di-chain dengan AI—melainkan membuat aksi-aksi tersebut dapat diverifikasi dan berbasis izin, bukan meminta pengguna untuk mempercayai kotak hitam.
Namun, teknologi bukanlah bagian tersulit. Adopsilah yang sulit.
Kebanyakan orang tidak akan pindah hanya karena sebuah protokol memiliki kriptografi yang lebih baik atau arsitektur yang lebih elegan. Mereka akan pindah jika protokol itu secara konsisten menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan memberi mereka keyakinan bahwa AI bertindak sesuai batas yang mereka setujui.
Karena itu, menurutku tantangan terbesar Newton bukanlah membangun infrastruktur yang lebih baik. Tantangan utamanya adalah membuat kepercayaan terasa mudah bagi pengguna sehari-hari.
Jika keuangan berbasis AI terus bertumbuh, sistem yang menggabungkan otomatisasi dengan eksekusi yang dapat diverifikasi bisa menjadi standar, bukan pengecualian. Namun masa depan itu bergantung pada apakah orang menghargai transparansi sama seperti kenyamanan.
Pada akhirnya, pasar tidak mengadopsi teknologi karena teknologi itu mengesankan secara teknis. Mereka mengadopsi teknologi karena teknologi itu diam-diam menyelesaikan masalah dengan lebih baik dibanding alternatifnya.
@NewtonProtocol #Newt $NEWT $VANRY $EDGE