Menurut Bloomberg dan Yonhap News Agency, saham Korea Selatan turun karena volatilitas kembali menghantam para pembuat chip setelah lonjakan kinerja (earnings) Samsung Electronics yang sangat kuat membuat para investor menginginkan lebih. Produsen memori terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar anjlok 7,5% di Seoul setelah laba kuartalannya melonjak 19 kali lipat dan laba operasional melampaui proyeksi sekitar 8%, namun gagal memukau investor, sehingga rekan-rekannya di seluruh kawasan ikut jatuh.

Indeks Kospi jatuh 395,02 poin, atau 4,91%, menjadi ditutup pada 7.656,31, ketika Bursa Korea mengaktifkan pemutus sirkuit selama 20 menit setelah indeks tersebut merosot lebih dari 8% pada perdagangan harian.

Samsung Electronics ditutup turun 6,92% menjadi 296.000 won, sementara SK Hynix turun 6,06% menjadi 2.201.000 won menjelang rencana pencatian saham senilai 29 miliar dolar AS minggu ini.

Institusi dan asing masing-masing menjual bersih 309,1 miliar won dan 2,92 triliun won, sementara individu membeli bersih 3,13 triliun won.  

Futures Nasdaq 100 turun 0,8%, dengan SpaceX bergabung dengan Nasdaq 100 pada Selasa. 

Kepala strategi Panmure Liberum Joachim Klement mengatakan reaksi pasar terhadap Samsung menunjukkan investor telah mengadopsi pola pikir beat-and-raise, dan bahwa masuknya SpaceX ke indeks Nasdaq dapat membebani saham teknologi karena dana indeks menjual sebagian kepemilikan untuk memberi ruang. 

Brent naik 1,4% menjadi $73,03 per barel setelah sebuah kapal tanker LNG yang membawa muatan diserang proyektil dekat pesisir Oman, sebuah serangan baru yang menguji kesepakatan damai AS-Iran pada akhir Juni. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,50%. Yen sedikit menguat di sekitar 161,91 per dolar meskipun data posisi menunjukkan dana lindung nilai menjadi paling negatif terhadap mata uang Jepang sejak 2007. Emas turun untuk hari kedua menjadi sekitar $4.130 per ounce. Indeks MSCI Asia Pacific turun 1,6% dan Indeks MSCI Emerging Markets turun 1,9%.