Menurut Lianhe Zaobao yang mengutip AFP, Bank Dunia mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (2 Juli) bahwa ekonomi Papua Nugini diuntungkan dari pertumbuhan yang didorong oleh emas dan gas alam, namun sebagian besar warga belum merasakan hasilnya. Laporan itu menyebutkan bahwa pertumbuhan Papua Nugini menguat tahun lalu karena melonjaknya harga ekspor emas, tembaga, dan gas alam cair yang mengangkat laju ekspansi menjadi 5,6% dari 3,4% setahun sebelumnya, tetapi industri-industri tersebut hanya menyediakan 6% pekerjaan formal dan sebagian besar keuntungan dari proyek gas yang dimiliki pihak asing mengalir ke luar negeri. Bank Dunia mengatakan bahwa setelah memperhitungkan pertumbuhan penduduk yang cepat, tingkat kerja justru turun 0,3% tahun lalu, dan mereka mengutip indikator antara lain stunting pada satu dari dua anak balita, hampir tiga perempat anak usia 10 tahun yang tidak mampu membaca saat meninggalkan sekolah, serta 80% pekerja yang bekerja di sektor informal. Bank Dunia menyerukan perlunya agenda lapangan kerja yang lebih jelas, infrastruktur yang lebih kuat, perbaikan pendidikan dan layanan kesehatan, serta reformasi untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi investasi dan perekrutan sektor swasta.
