Kripto telah membuktikan dengan baik siapa yang mengendalikan sebuah wallet, tetapi keuangan berbasis AI membutuhkan lapisan lain: mendefinisikan apa yang sebenarnya diizinkan untuk dilakukan oleh wallet atau agen tersebut.

Yang menarik perhatian saya tentang Newton Protocol adalah pendekatannya yang modular dalam hal otorisasi. Alih-alih menduplikasi kode kebijakan untuk setiap aplikasi, protokol ini menjaga logika inti Rego agar bisa dipakai ulang, sekaligus memungkinkan setiap PolicyClient menyesuaikan batasan seperti batas pengeluaran, tujuan yang disetujui, dan preferensi risiko. Pemisahan ini meningkatkan konsistensi, mempermudah audit, dan mengurangi kebutuhan pemeliharaan.

Namun, tantangan sesungguhnya bukan hanya menulis kebijakan yang aman—melainkan mengonfigurasikannya dengan bijak. Bahkan kerangka otorisasi yang paling kuat pun dapat menjadi berisiko jika parameternya terlalu luas atau kurang ditinjau dengan baik.

Saat agen otonom menjadi semakin umum di DeFi, konfigurasi kebijakan yang transparan dan dapat diverifikasi mungkin sama pentingnya dengan kode yang mendasarinya. Masa depan otomasi on-chain tidak akan dibangun hanya dari fleksibilitas, tetapi dari membuat fleksibilitas itu bisa dipahami, ditinjau, dan dipertanggungjawabkan.

#USADP98KMiss #BitcoinWorstFirstHalfSince2022 #AvalancheTreasuryFlagsGoingConcernRisk #BlackRockIBITHoldingsFallNearly100000BTC #MicronFalls10.5%
$ALLO
$LAB

$NEWT
🤖 Safe AI limits?
50%
🔐 Who sets rules?
50%
⚖️ Risk or freedom?
0%
2 Voting • Voting ditutup