#newt $NEWT @NewtonProtocol Saya menghabiskan beberapa waktu untuk mempelajari bagaimana Newton Protocol menangani perselisihan antar operator, dan saya menyadari bagian yang menarik bukanlah ketika semua orang sepakat.
Melainkan apa yang terjadi ketika seseorang tidak.
Di banyak sistem, sengketa akhirnya berakhir di hadapan pihak tepercaya.
Seseorang meninjau situasinya, membuat penilaian, dan semua orang menerima hasilnya karena mereka percaya pada pengambil keputusan.
Newton Protocol mengambil jalur yang sangat berbeda.
Saat menjelajahi arsitekturnya, saya melihat bahwa sebuah attestation tidak dianggap final hanya karena operator menandatanganinya.
Masih ada ruang bagi siapa pun untuk mempersoalkannya.
Bukan hanya validator.
Bukan hanya tata kelola.
Siapa pun.
Itu benar-benar mengubah cara pandang saya tentang otorisasi.
Sistem ini tidak meminta kita untuk percaya pada orang-orang yang mengevaluasi sebuah kebijakan.
Sistem ini bertanya apakah evaluasi mereka dapat bertahan dari verifikasi independen.
Jika seseorang percaya hasilnya salah, mereka tidak berdebat.
Mereka membuktikannya.
Dan jika pembuktian itu berhasil, protokol tidak perlu rapat, suara, atau peninjauan manual.
Hasil yang salah begitu saja tidak bertahan.
Itu membuat saya berpikir tentang sesuatu yang jauh lebih besar.
Mungkin sistem tanpa kepercayaan (trustless) tidak dibangun dengan menghilangkan perbedaan.
Mungkin sistem tersebut dibangun dengan membuat perbedaan menjadi bisa diverifikasi.
Jika setiap keputusan penting dapat diperdebatkan secara matematis, peran apa yang tersisa untuk kepercayaan buta?
$M
$BASED
Melainkan apa yang terjadi ketika seseorang tidak.
Di banyak sistem, sengketa akhirnya berakhir di hadapan pihak tepercaya.
Seseorang meninjau situasinya, membuat penilaian, dan semua orang menerima hasilnya karena mereka percaya pada pengambil keputusan.
Newton Protocol mengambil jalur yang sangat berbeda.
Saat menjelajahi arsitekturnya, saya melihat bahwa sebuah attestation tidak dianggap final hanya karena operator menandatanganinya.
Masih ada ruang bagi siapa pun untuk mempersoalkannya.
Bukan hanya validator.
Bukan hanya tata kelola.
Siapa pun.
Itu benar-benar mengubah cara pandang saya tentang otorisasi.
Sistem ini tidak meminta kita untuk percaya pada orang-orang yang mengevaluasi sebuah kebijakan.
Sistem ini bertanya apakah evaluasi mereka dapat bertahan dari verifikasi independen.
Jika seseorang percaya hasilnya salah, mereka tidak berdebat.
Mereka membuktikannya.
Dan jika pembuktian itu berhasil, protokol tidak perlu rapat, suara, atau peninjauan manual.
Hasil yang salah begitu saja tidak bertahan.
Itu membuat saya berpikir tentang sesuatu yang jauh lebih besar.
Mungkin sistem tanpa kepercayaan (trustless) tidak dibangun dengan menghilangkan perbedaan.
Mungkin sistem tersebut dibangun dengan membuat perbedaan menjadi bisa diverifikasi.
Jika setiap keputusan penting dapat diperdebatkan secara matematis, peran apa yang tersisa untuk kepercayaan buta?
$M
$BASED
$M
30%
$Base
70%
$Newt
0%
10 Voting • Voting ditutup