“Nilai yen melemah” yang tidak boleh diabaikan di baliknya. Kurs yen terhadap dolar AS jatuh menembus titik terendah 40 tahun menjadi 161,95. Jepang telah menghabiskan 72,5 miliar dolar AS untuk intervensi namun tidak berhasil. Atas permintaan AS, bank sentral Jepang menaikkan suku bunga dari 0,75% menjadi 1%, tetapi masih sulit untuk menghentikan tren pelemahan tersebut. Melemahnya yen memang menguntungkan perusahaan ekspor, namun sekaligus mendorong biaya impor energi dan inflasi domestik. Jepang meluncurkan program investasi gabungan pemerintah-swasta senilai 2,3 triliun dolar AS dengan fokus pada semikonduktor AI, tetapi menghadapi tekanan dari carry trade akibat perbedaan suku bunga. Analisis menyebutkan bahwa ini merupakan bagian dari strategi AS “membangun kembali kredibilitas dolar”. Dalam jangka pendek, yen berpotensi tertekan, sementara dalam jangka panjang mungkin memperoleh kompensasi yang sesuai. Siklus dolar kuat bisa berlanjut hingga awal 2027, kuncinya bergantung pada tempo kebijakan The Fed dan keunggulan relatif ekonomi AS. Pelebaran spread suku bunga AS-Jepang membuat yen tertekan, sementara emas terhambat karena kenaikan imbal hasil riil. $XAUT