Saya telah melihat cukup banyak narasi yang dibangun seputar AI dan agen. Setiap siklus, muncul lagi lapisan infrastruktur baru yang disebut "tulang punggung" untuk masa depan digital. Orang membicarakan otomatisasi, orang membicarakan ekonomi tempat agen menggantikan manusia untuk menangani semua tugas, tetapi sebagian besar masih berhenti pada demo yang tampak indah dan beberapa dasbor yang penuh angka.
Hal yang sering industri ini abaikan—dan terdengar cukup membosankan—adalah: agen tidak hanya perlu cerdas, ia juga harus dapat dipercaya. Jika sebuah agen bisa melakukan trading, pembayaran, atau berkoordinasi dengan agen lain, maka harus ada cara untuk membuktikan identitas, otoritas, dan riwayat tindakannya. Itulah hal yang selalu membuat saya gelisah. AI berkembang sangat cepat, tetapi lapisan infrastruktur agar para agen bisa saling berinteraksi secara bertanggung jawab tampaknya masih belum benar-benar jelas.
Newton Protocol tampaknya mencoba menyelesaikan persoalan itu, bukan dengan membuat chatbot atau framework AI baru, melainkan dengan membangun lapisan autentikasi dan orkestrasi untuk agen-agen otomatis. Setidaknya dari sudut pandang saya, ini adalah arah yang lebih praktis dibanding sekadar menceritakan kisah tentang Agent Economy.
Tentu saja, narasi apa pun terdengar masuk akal di atas kertas. Pada akhirnya, pertanyaan pentingnya adalah: apakah agen benar-benar memakainya untuk menjalankan operasional, atau tidak. Saya masih memantaunya; di sini dibutuhkan waktu untuk mendapatkan jawaban.
#newt $NEWT @NewtonProtocol
Hal yang sering industri ini abaikan—dan terdengar cukup membosankan—adalah: agen tidak hanya perlu cerdas, ia juga harus dapat dipercaya. Jika sebuah agen bisa melakukan trading, pembayaran, atau berkoordinasi dengan agen lain, maka harus ada cara untuk membuktikan identitas, otoritas, dan riwayat tindakannya. Itulah hal yang selalu membuat saya gelisah. AI berkembang sangat cepat, tetapi lapisan infrastruktur agar para agen bisa saling berinteraksi secara bertanggung jawab tampaknya masih belum benar-benar jelas.
Newton Protocol tampaknya mencoba menyelesaikan persoalan itu, bukan dengan membuat chatbot atau framework AI baru, melainkan dengan membangun lapisan autentikasi dan orkestrasi untuk agen-agen otomatis. Setidaknya dari sudut pandang saya, ini adalah arah yang lebih praktis dibanding sekadar menceritakan kisah tentang Agent Economy.
Tentu saja, narasi apa pun terdengar masuk akal di atas kertas. Pada akhirnya, pertanyaan pentingnya adalah: apakah agen benar-benar memakainya untuk menjalankan operasional, atau tidak. Saya masih memantaunya; di sini dibutuhkan waktu untuk mendapatkan jawaban.
#newt $NEWT @NewtonProtocol