Ada satu hal yang selalu terasa aneh bagi saya tentang DeFi: kami sudah mengotomatiskan hampir semua tindakan transaksi, tetapi proses pengambilan keputusan masih bergantung pada manusia. Mereka tetap harus memantau data, menilai risiko, lalu memindahkan modal sendiri—sepertinya itu tidak banyak berubah dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Ini adalah masalah yang jarang dibahas. Protokol semakin banyak memiliki fitur, sementara pengguna malah harus mengolah lebih banyak informasi. Terlalu banyak optimasi terjadi di lapisan eksekusi, sementara lapisan pengambilan keputusan tetap menjadi hambatan.
Sistem saat ini bekerja cukup efektif ketika menerima instruksi yang jelas, tetapi jarang sekali membantu pengguna membuat keputusan yang benar-benar andal sejak awal.

Sepertinya OpenGradient sedang mengambil pendekatan dari arah yang berbeda. Mereka tidak membangun protokol DeFi tambahan, melainkan mengembangkan infrastruktur agar model AI dan agen AI dapat melakukan inferensi dengan cara yang dapat diverifikasi dan berinteraksi dengan aplikasi onchain. Jika model ini dipakai oleh banyak protokol, ia bisa membuka jalan bagi semacam Autonomous Finance—di mana fokusnya bukan pada otomatisasi transaksi, melainkan pada peningkatan tingkat kepercayaan terhadap keputusan yang didukung oleh AI.

Belum lagi apakah ini sudah sukses; adoption tetap lebih penting daripada narasi apa pun. Yang ingin saya amati adalah apakah para pengembang benar-benar membangun aplikasi yang membuat pengguna bersedia bergantung pada keputusan yang berasal dari AI, bukan sekadar menganggap AI sebagai lapisan tambahan.

Setidaknya dari cara saya melihatnya, bagian yang paling menarik justru ada di situ.
#opg $OPG @OpenGradient