Pemimpin tertinggi Iran mengatakan bahwa perkara hukum harus ditindak terhadap AS dan Israel terkait 'pembunuhan anak-anak, kejahatan perang'

Mojtaba, yang tidak pernah tampil di ruang publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret, menyampaikan pernyataan ini dalam pesannya pada peringatan kematian kepala lembaga peradilan Iran saat itu, Ayatollah Mohammad Beheshti, serta beberapa tokoh politik kunci dalam ledakan bom pada 1981.

Pesan tersebut dibagikan di akun resmi X-nya dan diberitakan oleh media Iran.

Ia mengatakan bahwa kerusakan fisik dan psikologis “yang dialami setiap individu dari bangsa Iran dalam perang yang dipaksakan pada tahap ke-2 dan ke-3, mulai dari pembunuhan anak-anak dan kejahatan perang di Minab dan Lamerd hingga serangan ke pusat-pusat medis, adalah berkas hukum yang harus ditindaklanjuti di pengadilan dalam negeri maupun internasional.”

Ia juga menyatakan bahwa dari “pembunuhan” bayi-bayi dan orang tua hingga pembunuhan ayahnya serta pendahulunya, Ayatollah Ali Khamenei, “masing-masing adalah berkas di antara ribuan berkas perkara hukum utama yang harus dituntut dengan sungguh-sungguh di pengadilan dalam negeri dan internasional”.

“Yang pasti adalah para kriminal ini harus ditangkap dari kerahnya dan dibawa ke pengadilan atas perbuatan kriminal mereka,” tegasnya.
$FUEL
$TRUMP
$SPCXB