Trump satu kalimat, perang dagang Eropa-Amerika kembali menunjukkan tanda-tanda eskalasi. Banyak orang hanya melihat “pajak 100%”, tetapi yang sebenarnya patut diperhatikan adalah perselisihan pajak digital di baliknya.
Kabar terbaru menunjukkan Trump secara terbuka memperingatkan bahwa jika negara-negara Eropa terus mendorong pajak layanan digital (Digital Services Tax) yang menargetkan perusahaan teknologi AS, Amerika Serikat akan segera mengenakan tarif bea masuk 100% pada barang-barang yang diekspor dari negara-negara tersebut ke AS.
Mengapa respons Trump begitu kuat?
Karena pajak layanan digital versi Eropa terutama menargetkan platform internet dengan skala pendapatan yang besar, seperti Google, Apple, Meta, Amazon, dan raksasa teknologi lainnya dari AS. Prancis mulai menerapkan pajak layanan digital 3% sejak 2019, sementara Inggris dan negara lain juga memiliki kebijakan serupa. AS selama ini menganggap pajak seperti ini sebagai upaya “menargetkan secara tepat perusahaan-perusahaan AS”.
Ini juga bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ancaman keras.
Sebelumnya, ia pernah menyebut Prancis secara langsung: jika tidak mencabut pajak layanan digital, AS mungkin akan mengenakan tarif 100% pada produk seperti anggur dan sampanye dari Prancis. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kemudian merespons dengan tegas bahwa ia tidak akan mencabut pajak terkait hanya karena tekanan dari AS.
Saya justru lebih memperhatikan sinyal lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, gesekan perdagangan internasional sebagian besar berkisar pada baja, otomotif, dan chip.
Namun sekarang, objek rebutannya sudah berubah menjadi ekonomi digital.
Ke depan, yang benar-benar bernilai bukan hanya barang, melainkan data, platform, AI, dan komputasi awan.
Siapa yang menguasai industri-industri ini, maka ia akan menguasai kekuatan untuk menentukan arah dalam persaingan global putaran berikutnya.
Jadi, yang ditargetkan Trump kali ini, yang terlihat seperti “pajak layanan digital”, pada dasarnya adalah untuk menjaga keunggulan kompetitif global perusahaan teknologi AS.
Jika kedua belah pihak Eropa dan Amerika tidak mau berkompromi, dampaknya mungkin tidak hanya pada perusahaan teknologi, tetapi juga akan merembet ke perdagangan lintas negara, pasar modal, serta sentimen aset risiko global.
Bagi pasar kripto, setiap kali gesekan perdagangan meningkat, itu berarti sentimen menghindari risiko bisa ikut menghangat. Dolar AS, pasar saham, dan aset kripto berpotensi terkena efek berantai.
Pajak digital hanya menjadi pemantik. Pertarungan sesungguhnya sudah bergeser dari industri manufaktur tradisional ke era ekonomi digital.
#特朗普立场 #BTC #美光营收激增346%至415亿美元
Kabar terbaru menunjukkan Trump secara terbuka memperingatkan bahwa jika negara-negara Eropa terus mendorong pajak layanan digital (Digital Services Tax) yang menargetkan perusahaan teknologi AS, Amerika Serikat akan segera mengenakan tarif bea masuk 100% pada barang-barang yang diekspor dari negara-negara tersebut ke AS.
Mengapa respons Trump begitu kuat?
Karena pajak layanan digital versi Eropa terutama menargetkan platform internet dengan skala pendapatan yang besar, seperti Google, Apple, Meta, Amazon, dan raksasa teknologi lainnya dari AS. Prancis mulai menerapkan pajak layanan digital 3% sejak 2019, sementara Inggris dan negara lain juga memiliki kebijakan serupa. AS selama ini menganggap pajak seperti ini sebagai upaya “menargetkan secara tepat perusahaan-perusahaan AS”.
Ini juga bukan pertama kalinya Trump mengeluarkan ancaman keras.
Sebelumnya, ia pernah menyebut Prancis secara langsung: jika tidak mencabut pajak layanan digital, AS mungkin akan mengenakan tarif 100% pada produk seperti anggur dan sampanye dari Prancis. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, kemudian merespons dengan tegas bahwa ia tidak akan mencabut pajak terkait hanya karena tekanan dari AS.
Saya justru lebih memperhatikan sinyal lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, gesekan perdagangan internasional sebagian besar berkisar pada baja, otomotif, dan chip.
Namun sekarang, objek rebutannya sudah berubah menjadi ekonomi digital.
Ke depan, yang benar-benar bernilai bukan hanya barang, melainkan data, platform, AI, dan komputasi awan.
Siapa yang menguasai industri-industri ini, maka ia akan menguasai kekuatan untuk menentukan arah dalam persaingan global putaran berikutnya.
Jadi, yang ditargetkan Trump kali ini, yang terlihat seperti “pajak layanan digital”, pada dasarnya adalah untuk menjaga keunggulan kompetitif global perusahaan teknologi AS.
Jika kedua belah pihak Eropa dan Amerika tidak mau berkompromi, dampaknya mungkin tidak hanya pada perusahaan teknologi, tetapi juga akan merembet ke perdagangan lintas negara, pasar modal, serta sentimen aset risiko global.
Bagi pasar kripto, setiap kali gesekan perdagangan meningkat, itu berarti sentimen menghindari risiko bisa ikut menghangat. Dolar AS, pasar saham, dan aset kripto berpotensi terkena efek berantai.
Pajak digital hanya menjadi pemantik. Pertarungan sesungguhnya sudah bergeser dari industri manufaktur tradisional ke era ekonomi digital.
#特朗普立场 #BTC #美光营收激增346%至415亿美元
