Pertanyaan hipotetis dari pakar kripto John Squire menarik perhatian di seluruh komunitas XRP, mendorong para pemegang untuk mempertimbangkan bagaimana respons mereka jika aset digital tersebut tiba-tiba mencapai level harga yang luar biasa.
Dalam sebuah postingan X, Squire meminta para pengikutnya untuk membayangkan bangun dan melihat XRP diperdagangkan di US$ 2.000 sepanjang malam. Skenario tersebut, meski sepenuhnya spekulatif, memanfaatkan aspirasi yang telah lama ada di antara banyak pendukung XRP yang tetap berinvestasi selama bertahun-tahun menghadapi volatilitas pasar dan ketidakpastian regulasi.
“DAN ANDA XRP BISA MENYENTUH US$ 2.000 DALAM SATU MALAM?” Squire menulis, sebelum membagikan kepada para pengikutnya tiga opsi besar: tetap memegang dengan harga yang berpotensi lebih tinggi, menarik semuanya, atau menginvestasikan kembali keuntungan ke peluang-peluang baru. Ia mengakhiri postingannya dengan mengatakan bahwa para pemegang XRP sedang menunggu momen seperti ini.
Squire menyajikan sebuah skenario hipotetis
Postingan itu tidak menawarkan prediksi atau analisis harga, seolah-olah menyiratkan bahwa XRP bisa mencapai ambang US$ 2.000. Alih-alih itu, Squire membingkai pertanyaan tersebut sebagai eksperimen pikiran yang dirancang untuk menilai sentimen dan prioritas investor jika terjadi lonjakan harga yang dramatis.
Skenario itu dengan cepat memunculkan respons dari pendukung XRP; banyak dari mereka menguraikan rencana rinci untuk mengelola potensi kekayaan. Alih-alih hanya fokus pada penjualan, beberapa komentator membahas strategi untuk melestarikan modal, menghasilkan pendapatan pasif, serta menciptakan keamanan finansial dalam jangka panjang.
Jawaban-jawaban tersebut menyoroti tema yang berulang di dalam komunitas XRP: banyak pemegang melihat investasi mereka sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun kekayaan, bukan sebagai posisi trading jangka pendek.
Anggota Komunitas Menguraikan Rencana Jangka Panjang
Di antara yang menjawab adalah Jon Duhachek, yang menyatakan bahwa ia tidak akan menjual kepemilikannya meski XRP mencapai level hipotetis US$ 2.000.
Sebaliknya, Duhachek mengatakan bahwa ia akan mempertahankan aset tersebut dan meminjam dengan menggunakannya sebagai jaminan, lalu memakai dana itu untuk berinvestasi pada peluang tambahan guna menghasilkan pendapatan. Pendekatannya mencerminkan strategi yang sering dibahas di kalangan investor yang lebih memilih mempertahankan kepemilikan aset yang berpotensi naik nilainya, sambil memanfaatkannya untuk investasi lain.
Seorang anggota komunitas lainnya, Tony, memberikan jawaban yang lebih terperinci. Ia mengatakan akan menjual sekitar 2.000 XRP sambil mempertahankan sisanya dari kepemilikan yang ia miliki.
Menurut Tony, sebagian keuntungan akan ditempatkan dalam rekening tabungan hasil tinggi yang menghasilkan antara 4% hingga 5% per tahun untuk menyediakan pendapatan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa sisanya akan dialokasikan ke investasi penghasil pendapatan yang secara otomatis menginvestasikan kembali keuntungan tersebut.
Tony juga mencatat bahwa sebagian modal akan dialihkan kembali ke XRP, sementara bagian lainnya akan diinvestasikan pada aset digital berkualitas yang menurutnya berfokus pada kegunaan. Ia juga menyatakan bahwa semua aset akan ditempatkan ke dalam dana yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable trusts) yang ditujukan untuk memberi manfaat bagi generasi mendatang dalam keluarganya.
Jendela Bagi Persepsi Pemegang XRP
Meskipun skenario XRP senilai US$ 2.000 masih bersifat hipotetis, pertanyaan dari Squire memberikan gambaran tentang seberapa banyak anggota komunitas yang memikirkan pengelolaan kekayaan, penciptaan pendapatan, dan perencanaan keuangan jangka panjang.
Alih-alih berfokus hanya pada pengeluaran yang bersifat langsung, banyak tanggapan menekankan pada pelestarian dan peningkatan kekayaan, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang XRP masih melihat investasi mereka melalui lensa jangka panjang.#Xrp🔥🔥 #XRPGoal

