Beberapa minggu terakhir telah menjadi masa yang cukup sulit bagi pasar kripto. Hanya enam minggu yang lalu, Bitcoin diperdagangkan di atas 80 ribu dolar dan banyak pakar berharap harga bisa segera mencapai 100 ribu dolar. Namun, situasinya berubah secara tiba-tiba dan harga Bitcoin turun hampir 23 ribu dolar hingga mendekati 60 ribu dolar
Pertanyaannya sekarang: apa penyebab sebenarnya di balik penurunan besar ini?
Menurut analis kripto ternama Ali Martinezs, salah satu indikator penting—yang dikenal sebagai Coinbase Premium—terus berada di zona negatif. Metrik ini membandingkan harga Bitcoin di Coinbase dan Binance.
Secara umum, ketika Coinbase Premium bernilai positif, itu biasanya berarti lembaga AS dan investor besar sedang membeli Bitcoin. Namun, dalam 46 hari terakhir, situasi ini tidak terlihat. Ini diartikan bahwa investor institusional AS saat ini menjauh dari pasar dan tidak melakukan pembelian baru.
Selama periode yang sama, sekitar 5 miliar dolar telah keluar dari Spot Bitcoin ETFs. Ini juga menunjukkan bahwa investor besar saat ini bersikap lebih hati-hati dan menunggu kondisi ekonomi menjadi lebih jelas.
Selain itu, beberapa faktor lain juga membebani pasar. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, menguatnya dolar AS, dan aksi jual dari beberapa investor lama juga turut memengaruhi harga Bitcoin.
Masalah penting lain yang muncul berkaitan dengan perusahaan Strategy dan rencana keuangannya. Beberapa ahli berpendapat bahwa jika tekanan terhadap perusahaan terus meningkat, perusahaan mungkin terpaksa menjual cadangan Bitcoin miliknya, yang dapat menambah tekanan di pasar.
Namun, sejarah pasar kripto juga menunjukkan bahwa setelah penurunan besar, sering kali terjadi pemulihan yang kuat. Itulah sebabnya banyak investor memandang situasi saat ini sebagai risiko sekaligus peluang potensial.
Sekarang yang perlu dilihat adalah apakah Bitcoin kembali mendapatkan momentumnya atau pasar memerlukan waktu lebih lama lagi.
#SICryptoNews #BitcoinPriceUpdate $BTC

