Sejarah Tim Nasional Aljazair (dikenal sebagai "Pahlawan Gurun" atau "Fennecs") adalah kisah epik yang melampaui batas sepak bola; perjalanan yang memadukan politik dengan bakat luar biasa, yang dimulai sebagai alat perlawanan diplomatik sebelum kemerdekaan, dan kemudian bertransformasi menjadi kepemimpinan sepak bola yang meninggalkan jejaknya di Piala Dunia dan benua hitam.
1. Tim Front Pembebasan Nasional (1958 - 1962): Sepak Bola sebagai Pesan Revolusi
Sebelum tim nasional Aljazair memiliki federasi resmi, Tim Front Pembebasan Nasional (FLN) didirikan pada tahun 1958. Bintang-bintang Aljazair terkemuka (seperti Rachid Mekhloufi dan Mustapha Zitouni) meninggalkan klub-klub Prancis mereka dan mengorbankan karir profesional mereka untuk berkeliling dunia sebagai "Duta untuk kasus Aljazair". Tim ini telah memainkan sekitar 91 pertandingan yang berkontribusi secara signifikan dalam menyebarkan gema revolusi pembebasan, hingga Aljazair meraih kemerdekaan pada tahun 1962 dan Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF) didirikan.
2. Generasi Emas tahun 80-an: Mengagumkan Dunia dan Guncangan "Gijón"
Periode tahun 80-an dianggap sebagai zaman keemasan bagi tim nasional Aljazair, di mana mereka memiliki generasi luar biasa yang dipimpin oleh bintang-bintang yang mencatatkan nama mereka dalam sejarah permainan seperti Rabah Madjer (pemilik tumit emas yang terkenal), Lakhdar Belloumi, dan Salah Assad. #BinancePickAndWin