#BinancePickAndWin #IsraelHezbollahCeasefireAgreed
Tim nasional sepak bola Belanda, yang dikenal dengan julukan "De Oranje" atau "pembuat angin" (Oranje), adalah salah satu tim yang paling menarik dan menginspirasi dalam sejarah sepak bola. Meskipun secara historis digambarkan sebagai "raja yang tidak terjaga" karena mencapai final Piala Dunia tiga kali tanpa meraih gelar, jejak taktis yang ditinggalkannya telah mengubah bentuk permainan selamanya.
Era 1970-an: Revolusi "Sepak Bola Total"
Pada tahun 1970-an, Belanda memperkenalkan kepada dunia konsep "Sepak Bola Total" (Total Football) di bawah kepemimpinan jenius taktis Rinus Michels dan maestro Johan Cruyff. Gaya revolusioner ini bergantung pada tidak adanya posisi tetap untuk para pemain; bek menyerang, penyerang bertahan, dan semua bergerak sebagai satu kesatuan yang saling terhubung untuk mengepung lawan dan berbagi ruang.
Piala Dunia 1974 dan 1978: Tim Belanda mengejutkan dunia dengan penampilan mengesankan dan mencapai final dua kali berturut-turut, tetapi kalah di final pertama melawan tuan rumah Jerman Barat (2-1), dan di final kedua melawan tuan rumah juga, Argentina (3-1) setelah perpanjangan waktu.
Keberhasilan Eropa yang tunggal: Generasi emas 1988
Belanda harus menunggu hingga tahun 1988 untuk merasakan rasa emas dan meraih trofi besar pertama dalam sejarahnya, yaitu Piala Eropa (Euro) yang diadakan di Jerman Barat.