Dua tanker minyak yang awalnya menuju Afrika telah membalikkan arah di Samudra Hindia dan mengalihkan perjalanan mereka ke Timur Tengah minggu ini, menurut laporan Bloomberg.

Perubahan rute ini dilihat sebagai indikasi bahwa pemilik kapal secara strategis memposisikan kapal-kapal mereka dengan harapan akan dibukanya kembali Selat Hormuz, sebuah koridor transit energi global yang krusial. Perkembangan ini menyoroti bagaimana operator pengiriman menyesuaikan logistik dan rencana penempatan mereka sebagai respons terhadap kondisi yang terus berkembang di wilayah tersebut.