CIA khawatir tentang komputer kuantum karena bisa masuk ke bank Bitcoin. Badan intelijen dan ahli keamanan siber khawatir tentang komputer kuantum canggih karena bisa jadi mereka mampu meretas beberapa sistem enkripsi yang digunakan saat ini. Contohnya: Bank menggunakan enkripsi untuk melindungi transaksi online dan data pelanggan. Bitcoin menggunakan algoritma kriptografi (terutama tanda tangan ECDSA) untuk mengamankan dompet dan transaksi. Badan pemerintah, termasuk Badan Intelijen Pusat dan Badan Keamanan Nasional, memantau perkembangan komputer kuantum karena komputer kuantum yang cukup kuat bisa mengancam metode enkripsi saat ini. Namun, ada satu poin penting: ✅ Komputer kuantum saat ini belum cukup kuat untuk meretas Bitcoin atau enkripsi perbankan modern secara besar-besaran. Peneliti dan pemerintah sudah mengembangkan kriptografi pasca-kuantum—metode enkripsi baru yang dirancang untuk resisten terhadap serangan kuantum. Organisasi seperti Institut Nasional Standar dan Teknologi telah mulai menstandarkan algoritma yang tahan kuantum. Jadi, kekhawatiran itu nyata, tetapi dianggap sebagai tantangan keamanan siber di masa depan, bukan ancaman langsung. Sebuah komputer kuantum yang mampu meretas dompet Bitcoin atau sistem perbankan besar akan membutuhkan perangkat keras kuantum yang jauh lebih stabil dan kuat daripada yang ada saat ini.