Citic Securities baru saja ngeluarin laporan yang nunjukin bahwa proyeksi produksi tembaga global untuk 2026 resmi turun karena penundaan berulang Freeport dalam melanjutkan operasional di proyeknya di Indonesia dan pengurangan panduan produksi 2026-27 yang komprehensif. Menurut Jin10, laporan ini menyoroti potensi gangguan pasokan dari kondisi cuaca ekstrem, yang bisa semakin memperparah situasi. Citic Securities memperkirakan bahwa pengurangan inventaris yang tidak terduga di China, yang mencerminkan dinamika supply-demand yang kuat dan tekanan makroekonomi yang berkurang, akan membantu menstabilkan harga tembaga di $13,000 per ton pada kuartal kedua 2026. Selain itu, ketidaksesuaian antara ekspektasi pasokan dan permintaan bisa mendorong harga tembaga untuk menantang level tertinggi sebelumnya. Laporan ini menyatakan optimisme tentang peluang konfigurasi sektor tembaga, dengan mengutip resonansi elastisitas profit dan elastisitas valuasi.
