Mulai 20 April 2026, perdebatan intelektual yang sengit telah menyala kembali antara para pemimpin dari dua ekosistem terbesar di industri ini. Dalam wawancara terbaru di The O Show, pendiri Cardano (ADA) Charles Hoskinson memberikan kritik tajam terhadap model bisnis Ripple, secara eksplisit membandingkan XRP dengan stablecoin Tether (USDT). Hoskinson berargumen bahwa Ripple telah beralih ke apa yang dia sebut "Web 2.5" yaitu sistem hibrida di mana teknologi blockchain digunakan untuk memperkaya sebuah korporasi terpusat daripada pemegang token terdesentralisasi. Menurut Hoskinson, sementara Ripple mencapai kesuksesan institusional yang besar dan akuisisi, tidak ada nilai tersebut yang "terakumulasi" kepada pemegang XRP, meninggalkan mereka dengan instrumen yang tidak memiliki kepentingan langsung dalam kerajaan keuangan perusahaan yang berkembang pesat.
Perbandingan "Tether": Penangkapan Nilai Terpusat
Klaim utama Hoskinson adalah bahwa kesuksesan korporasi Ripple dan kinerja pasar XRP telah menjadi terpisah secara fundamental.
Nilai Korporasi vs. Token: Hoskinson membandingkan Ripple dengan Tether, mencatat bahwa sama seperti keuntungan besar Tether tetap di saku perusahaan induknya (dan CEO Paolo Ardoino), miliaran yang dihasilkan oleh alat institusional Ripple dan penjualan XRP tetap berada dalam korporasi Ripple.
Mesin Akuisisi: Dia menunjuk pada akuisisi Ripple baru-baru ini sebesar $1,2 miliar terhadap Hidden Road dan pengembangan stablecoin RLUSD sebagai langkah yang "mirip Tether". Usaha-usaha ini menciptakan pendapatan bagi Ripple, tetapi karena pemegang XRP tidak memiliki klaim hukum atas pendapatan atau aset Ripple, mereka tidak mendapatkan manfaat dari pertumbuhan korporasi ini.
Teori "Dump dan Beli": Hoskinson berpendapat bahwa model Ripple melibatkan membangun perhatian media untuk mendorong apresiasi harga, menjual XRP untuk mendanai operasi, dan kemudian menggunakan hasil tersebut untuk memperoleh aset lain yang tidak dimiliki oleh komunitas XRP.
Web 2.5 dan Pergeseran Kepatuhan Ripple
Pendiri Cardano percaya Ripple memimpin langkah menuju versi industri blockchain yang lebih "diperbolehkan" dan institusional.
Stealth Institusional: Dengan fokus pada alat kepatuhan otomatis dan privasi untuk bank, Hoskinson menyarankan Ripple bergerak menjauh dari akar "cypherpunk" crypto menuju sistem yang mencerminkan keuangan tradisional.
Strategi "Parit": Dia menuduh CEO Ripple Brad Garlinghouse melobi untuk kebijakan regulasi yang akan memperlakukan aset yang sudah mapan (BTC, ETH, ADA, XRP) sebagai satu-satunya aset "aman", sementara memberi label semua pendatang baru sebagai sekuritas. Hoskinson melihat ini sebagai upaya untuk menciptakan "parit regulasi" yang membunuh persaingan dari proyek baru yang inovatif.
Paralel EOS: Hoskinson lebih lanjut membandingkan Ripple dengan Block.one dan EOS, mencatat bahwa perusahaan tersebut mengumpulkan miliaran dalam Bitcoin dan Ether sementara jaringan asli (EOS) gagal mencapai kesuksesan yang proporsional atau memberikan nilai kembali kepada investor aslinya.
Argumen Balik: 20.000% Pengembalian dan Utilitas
Secara terduga, komunitas XRP dan pendukung Ripple telah menolak label "Web 2.5" dari Hoskinson.
Kinerja Historis: Pendukung menunjukkan bahwa XRP telah meningkat secara signifikan selama dekade terakhir, termasuk lonjakan 20.000% pada puncaknya. Mereka berargumen bahwa permintaan pasar untuk aset jembatan yang cepat dan biaya rendah secara alami mendorong nilai ke token, terlepas dari struktur ekuitas korporasi.
Utilitas Jaringan: Tidak seperti Tether, yang merupakan peg dolar statis, XRP adalah bahan bakar asli untuk XRP Ledger (XRPL). Seiring dengan bertambahnya utilitas di ledger termasuk ledakan permintaan aset dunia nyata yang ter-tokenisasi (RWAs), permintaan untuk XRP untuk biaya transaksi dan likuiditas meningkat.
Kenyataan Desentralisasi: Pendukung Ripple menekankan bahwa kritik Hoskinson tentang "80% pre-mine" mengabaikan fakta bahwa sebagian besar XRP Ripple terkunci dalam escrow dan bahwa XRPL berfungsi secara independen dari kelangsungan hidup korporasi perusahaan.
Pernyataan Keuangan yang Penting
Analisis ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Laporan tentang komentar Charles Hoskinson mengenai XRP dan Ripple didasarkan pada wawancara publik dan laporan pasar per 20 April 2026. Kritik terhadap model bisnis dan strategi regulasi adalah pendapat pribadi dari individu yang dikutip dan tidak menjamin hasil pasar di masa depan. XRP dan Cardano tetap merupakan aset berisiko tinggi yang tunduk pada volatilitas ekstrem. Selalu lakukan riset menyeluruh sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan profesional keuangan berlisensi.
Apakah XRP menjadi "Tether Utilitas", memperkaya sebuah perusahaan pusat sementara pemegang menunggu "Penetapan Ulang" yang mungkin tidak akan pernah datang?


