Minyak Tembus US$100, Dampak Perang Iran Mulai Mengguncang Pasar Energi

Harga minyak dunia melonjak tajam menembus US$100 per barel di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan gangguan distribusi energi di kawasan Teluk. Lonjakan ini terjadi setelah aktivitas pelayaran di Strait of Hormuz terganggu, jalur vital yang menyalurkan sekitar 20% konsumsi minyak global.

Minyak jenis West Texas Intermediate tercatat melonjak sekitar 20,7% ke level US$109,75 per barel, sementara Brent Crude naik sekitar 18,2% hingga US$109,48 per barel. Kenaikan tajam ini dipicu oleh keputusan sejumlah produsen utama Timur Tengah seperti Kuwait, Iraq, dan United Arab Emirates yang memangkas produksi karena meningkatnya risiko bagi kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.

Di tengah situasi ini, Presiden Donald Trump menyebut lonjakan harga minyak dalam jangka pendek sebagai “harga kecil” yang harus dibayar untuk menghentikan ancaman nuklir Iran.

Bagi pasar global, lonjakan harga energi biasanya memicu tekanan inflasi baru serta meningkatkan volatilitas di berbagai aset, mulai dari saham hingga kripto seperti Bitcoin. Risiko gangguan pasokan diperkirakan tetap tinggi hingga lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali normal.

Ikuti update geopolitik dan dampaknya ke market kripto hanya di Menjadi Trader. Follow sekarang agar tidak ketinggalan insight penting #bitcoin #crypto #oil #geopolitik #menjaditrader

Disclaimer: Bukan nasihat finansial (NFA). Selalu lakukan riset mandiri (DYOR).

$BTC