Binance Square

walrus

3.2M penayangan
158,383 Berdiskusi
小 Lin
--
Lihat asli
#walrus $WAL Penyerapan pukul 4 sore, poin 252, jumlah 40 perkiraan 30u, tidak bisa dimainkan, poinnya begitu tinggi, melakukan 4x lipat $LISA hampir terpotong, bandar menyetor 10 juta koin, harga anjlok 75,88%, mulai dengan 500u, terpotong lebih dari 300u, alpha tidak bisa dimainkan lagi, coba tugas di Binance Square, jika peringkat tinggi mungkin bisa dapat ratusan u. Itu saja, acara penulisan Walrus, ikuti @WalrusProtocol , bergabung dengan #Walrus, transaksi 10u$WAL bisa, oh iya perlu akun X juga, selesai sudah bisa mulai. walrus bukan blockchain, tapi protokol penyimpanan, membuatmu aman dan nyaman menyimpan barangmu, berbeda dengan permainan kripto yang seperti berbisnis dengan harimau. Semangat👏
#walrus $WAL
Penyerapan pukul 4 sore, poin 252, jumlah 40 perkiraan 30u, tidak bisa dimainkan, poinnya begitu tinggi, melakukan 4x lipat $LISA hampir terpotong, bandar menyetor 10 juta koin, harga anjlok 75,88%, mulai dengan 500u, terpotong lebih dari 300u, alpha tidak bisa dimainkan lagi, coba tugas di Binance Square, jika peringkat tinggi mungkin bisa dapat ratusan u. Itu saja, acara penulisan Walrus, ikuti @Walrus 🦭/acc , bergabung dengan #Walrus, transaksi 10u$WAL bisa, oh iya perlu akun X juga, selesai sudah bisa mulai. walrus bukan blockchain, tapi protokol penyimpanan, membuatmu aman dan nyaman menyimpan barangmu, berbeda dengan permainan kripto yang seperti berbisnis dengan harimau. Semangat👏
B
image
image
LISA
Harga
0,165
Bulah Titcomb oXKW:
已经个位数了😅
Infrastruktur dan "Parasitic Innovation" di SolanaWAL tidak mungkin ada tanpa infrastruktur Solana yang memungkinkan penciptaan token instan dan biaya transaksi mikro. Token seperti ini memanfaatkan "parasitic innovation" – mereka tidak membangun teknologi baru, tetapi memanfaatkan kapasitas jaringan yang sudah ada untuk eksperimen sosial-ekonomi ekstrem. Mereka juga bergantung pada tool seperti Pump.fun, Raydium, atau Jupiter DEX Aggregator untuk likuiditas dan perdagangan. Namun, ini adalah pedang bermata dua: ketika jaringan Solana padat, perdagangan $WAL menjadi mahal dan lambat, menghancurkan day trading yang menjadi napasnya. $WAL, dengan demikian, adalah produk sampingan (by-product) dari skalabilitas Solana, sekaligus stres test bagi jaringan tersebut. #walrus @WalrusProtocol $WAL {spot}(WALUSDT)

Infrastruktur dan "Parasitic Innovation" di Solana

WAL tidak mungkin ada tanpa infrastruktur Solana yang memungkinkan penciptaan token instan dan biaya transaksi mikro. Token seperti ini memanfaatkan "parasitic innovation" – mereka tidak membangun teknologi baru, tetapi memanfaatkan kapasitas jaringan yang sudah ada untuk eksperimen sosial-ekonomi ekstrem.
Mereka juga bergantung pada tool seperti Pump.fun, Raydium, atau Jupiter DEX Aggregator untuk likuiditas dan perdagangan. Namun, ini adalah pedang bermata dua: ketika jaringan Solana padat, perdagangan $WAL menjadi mahal dan lambat, menghancurkan day trading yang menjadi napasnya. $WAL , dengan demikian, adalah produk sampingan (by-product) dari skalabilitas Solana, sekaligus stres test bagi jaringan tersebut.
#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL
Cara Membaca Walrus ($WAL) Secara Realistis Menilai Walrus tidak cukup dengan melihat harga jangka pendek. Pertanyaan yang lebih relevan : apakah kebutuhan storage terdesentralisasi akan tumbuh? Jika jawabannya iya, Walrus berada di jalur yang tepat. Jika tidak, adopsinya akan terbatas. Pendekatan realistis seperti ini lebih sehat daripada sekadar berharap momentum. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Cara Membaca Walrus ($WAL ) Secara Realistis

Menilai Walrus tidak cukup dengan melihat harga jangka pendek. Pertanyaan yang lebih relevan :

apakah kebutuhan storage terdesentralisasi akan tumbuh?

Jika jawabannya iya, Walrus berada di jalur yang tepat. Jika tidak, adopsinya akan terbatas. Pendekatan realistis seperti ini lebih sehat daripada sekadar berharap momentum.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Mengapa Walrus ($WAL) Tidak Ramai Tapi Tetap Layak Dipantau Walrus tidak dibangun untuk viral. Tidak ada fitur yang “wah” untuk pengguna akhir. Namun proyek infrastruktur jarang terlihat ramai di awal. Relevansi Walrus akan terlihat seiring bertambahnya aplikasi yang benar-benar membutuhkan storage terdesentralisasi. $WAL mengikuti logika pertumbuhan tersebut, bukan logika hype. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Mengapa Walrus ($WAL ) Tidak Ramai Tapi Tetap Layak Dipantau

Walrus tidak dibangun untuk viral. Tidak ada fitur yang “wah” untuk pengguna akhir.

Namun proyek infrastruktur jarang terlihat ramai di awal. Relevansi Walrus akan terlihat seiring bertambahnya aplikasi yang benar-benar membutuhkan storage terdesentralisasi.

$WAL mengikuti logika pertumbuhan tersebut, bukan logika hype.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
--
Bullish
Token ini biasanya memiliki suplai besar dengan desentralisasi kepemilikan awal, tanpa utilitas teknis yang melekat. Modelnya mengikuti pola standar meme coin: likuiditas dikunci, tanpa pajak transaksi yang rumit, yang memungkinkan perdagangan bebas namun juga membuatnya sangat volatil dan rentan manipulasi oleh pemegang saham besar. #walrus @WalrusProtocol $WAL {spot}(WALUSDT)
Token ini biasanya memiliki suplai besar dengan desentralisasi kepemilikan awal, tanpa utilitas teknis yang melekat. Modelnya mengikuti pola standar meme coin: likuiditas dikunci, tanpa pajak transaksi yang rumit, yang memungkinkan perdagangan bebas namun juga membuatnya sangat volatil dan rentan manipulasi oleh pemegang saham besar.
#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL
Gimana Cara Kerja Walrus? Tenang, Nggak Serumit KedengarannyaKalau dengar istilah teknis di crypto, kadang langsung pusing duluan. Tenang, cara kerja Walrus ini sebenarnya bisa dijelasin dengan sederhana. Biasanya, kalau kita simpan file di cloud, filenya utuh dan disimpan di satu server (atau beberapa server milik satu perusahaan). Kalau server itu bermasalah, ya ikut kena semua. Di Walrus, caranya beda. File yang kamu simpan dipecah jadi banyak potongan kecil. Potongan ini lalu disebar ke banyak node di jaringan. Jadi nggak ada cerita data numpuk di satu tempat. “Terus kalau potongannya ada yang hilang, gimana?” Nah, ini bagian pintarnya. Walrus pakai teknologi yang namanya erasure coding. Gampangnya, sistemnya udah pintar dari awal. Walaupun nggak semua potongan ada, file aslinya tetap bisa dibuka. Mirip puzzle yang nggak harus lengkap 100% tapi gambarnya tetap kebentuk. Selain itu, Walrus juga pakai blob storage, yang memang dirancang buat nyimpen data besar dengan lebih efisien. Jadi bukan cuma aman, tapi juga hemat biaya. Karena datanya tersebar: nggak ada single point of failure lebih tahan sensor lebih cocok buat aplikasi Web3 yang butuh data selalu tersedia Dan semua ini jalan di atas blockchain Sui, yang dikenal cepat dan scalable. Kombinasi ini bikin Walrus bukan cuma konsep, tapi infrastruktur yang siap dipakai. Intinya, Walrus itu nggak mencoba jadi ribet. Dia cuma ngubah cara lama nyimpen data jadi versi yang lebih masuk akal untuk dunia terdesentralisasi. #walrus @WalrusProtocol $WAL {future}(WALUSDT)

Gimana Cara Kerja Walrus? Tenang, Nggak Serumit Kedengarannya

Kalau dengar istilah teknis di crypto, kadang langsung pusing duluan.
Tenang, cara kerja Walrus ini sebenarnya bisa dijelasin dengan sederhana.
Biasanya, kalau kita simpan file di cloud, filenya utuh dan disimpan di satu server (atau beberapa server milik satu perusahaan). Kalau server itu bermasalah, ya ikut kena semua.
Di Walrus, caranya beda.
File yang kamu simpan dipecah jadi banyak potongan kecil. Potongan ini lalu disebar ke banyak node di jaringan. Jadi nggak ada cerita data numpuk di satu tempat.
“Terus kalau potongannya ada yang hilang, gimana?”
Nah, ini bagian pintarnya.
Walrus pakai teknologi yang namanya erasure coding. Gampangnya, sistemnya udah pintar dari awal. Walaupun nggak semua potongan ada, file aslinya tetap bisa dibuka. Mirip puzzle yang nggak harus lengkap 100% tapi gambarnya tetap kebentuk.
Selain itu, Walrus juga pakai blob storage, yang memang dirancang buat nyimpen data besar dengan lebih efisien. Jadi bukan cuma aman, tapi juga hemat biaya.
Karena datanya tersebar:
nggak ada single point of failure
lebih tahan sensor
lebih cocok buat aplikasi Web3 yang butuh data selalu tersedia
Dan semua ini jalan di atas blockchain Sui, yang dikenal cepat dan scalable. Kombinasi ini bikin Walrus bukan cuma konsep, tapi infrastruktur yang siap dipakai.
Intinya, Walrus itu nggak mencoba jadi ribet.
Dia cuma ngubah cara lama nyimpen data jadi versi yang lebih masuk akal untuk dunia terdesentralisasi.
#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL
Kekuatan utama $WAL terletak pada komunitasnya yang aktif menciptakan meme, narasi, dan kampanye media sosial. Komunitas ini berfungsi sebagai mesin pemasaran organik yang membangun eksitasi kolektif, sering kali dengan retorika "melawan paus" atau "menuju bulan" yang memicu FOMO (Fear Of Missing Out). #walrus @WalrusProtocol
Kekuatan utama $WAL terletak pada komunitasnya yang aktif menciptakan meme, narasi, dan kampanye media sosial. Komunitas ini berfungsi sebagai mesin pemasaran organik yang membangun eksitasi kolektif, sering kali dengan retorika "melawan paus" atau "menuju bulan" yang memicu FOMO (Fear Of Missing Out).
#walrus @Walrus 🦭/acc
Walrus ($WAL) Bukan Layer Sensasi, Tapi Layer Kebutuhan Banyak proyek Web3 fokus ke apa yang terlihat pengguna. Walrus ($WAL) bekerja di lapisan kebutuhan dasar: penyimpanan data. Tanpa storage yang stabil, dApps cepat mentok. Walrus tidak mencoba menghibur, tapi menyediakan fondasi agar aplikasi bisa berjalan tanpa ketergantungan ke server terpusat. $WAL digunakan sebagai mekanisme agar jaringan tetap berfungsi secara ekonomi. Sederhana dan langsung ke inti. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Walrus ($WAL ) Bukan Layer Sensasi, Tapi Layer Kebutuhan

Banyak proyek Web3 fokus ke apa yang terlihat pengguna. Walrus ($WAL ) bekerja di lapisan kebutuhan dasar: penyimpanan data. Tanpa storage yang stabil, dApps cepat mentok. Walrus tidak mencoba menghibur, tapi menyediakan fondasi agar aplikasi bisa berjalan tanpa ketergantungan ke server terpusat.

$WAL digunakan sebagai mekanisme agar jaringan tetap berfungsi secara ekonomi. Sederhana dan langsung ke inti.
@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Kenapa Walrus Dibutuhkan? Karena Cloud Nggak Selalu Aman Seperti yang Kita KiraSelama ini kita kebiasaan nyimpen data di cloud. Foto, file kerja, data aplikasi—semua dititipin ke satu pihak. Praktis sih, tapi jarang ada yang mikir: sebenarnya siapa yang pegang kendali atas data itu? Cloud tradisional itu terpusat. Artinya, data kita ada di server milik perusahaan tertentu. Selama semuanya normal, nggak ada masalah. Tapi begitu ada gangguan server, perubahan aturan, sensor, atau bahkan penutupan layanan, kita sebagai pengguna cuma bisa nerima. Masalah lain soal biaya. Awalnya murah, lama-lama naik. Apalagi kalau data makin besar. Buat developer atau aplikasi Web3, ini bisa jadi beban serius. Di titik inilah konsep kayak Walrus mulai masuk akal. Walrus dibangun buat ngilangin ketergantungan ke satu server. Data nggak disimpan di satu tempat, tapi dipecah dan disebar ke banyak node. Jadi kalau satu titik bermasalah, datanya tetap aman dan bisa diakses. Bukan cuma soal aman, tapi juga tahan sensor. Karena datanya tersebar, nggak ada satu pihak yang bisa seenaknya nutup atau ngatur akses. Ini penting banget buat aplikasi terdesentralisasi yang pengen benar-benar bebas dan mandiri. Walrus juga mikirin efisiensi. Dengan teknologi erasure coding, data nggak perlu disalin berkali-kali seperti storage tradisional. Jadi lebih hemat biaya, tapi tetap kuat. Intinya, Walrus nggak muncul karena ikut tren. Dia hadir karena ada masalah nyata di cara kita nyimpen data hari ini. Dan kalau Web3 mau tumbuh serius, solusi storage kayak gini bakal makin relevan. Di artikel berikutnya, kita bakal bahas gimana sebenarnya cara kerja Walrus, tapi versi gampang dipahami—tanpa istilah ribet. #walrus @WalrusProtocol $WAL {spot}(WALUSDT)

Kenapa Walrus Dibutuhkan? Karena Cloud Nggak Selalu Aman Seperti yang Kita Kira

Selama ini kita kebiasaan nyimpen data di cloud. Foto, file kerja, data aplikasi—semua dititipin ke satu pihak. Praktis sih, tapi jarang ada yang mikir: sebenarnya siapa yang pegang kendali atas data itu?
Cloud tradisional itu terpusat. Artinya, data kita ada di server milik perusahaan tertentu. Selama semuanya normal, nggak ada masalah. Tapi begitu ada gangguan server, perubahan aturan, sensor, atau bahkan penutupan layanan, kita sebagai pengguna cuma bisa nerima.
Masalah lain soal biaya.
Awalnya murah, lama-lama naik. Apalagi kalau data makin besar. Buat developer atau aplikasi Web3, ini bisa jadi beban serius.
Di titik inilah konsep kayak Walrus mulai masuk akal.
Walrus dibangun buat ngilangin ketergantungan ke satu server. Data nggak disimpan di satu tempat, tapi dipecah dan disebar ke banyak node. Jadi kalau satu titik bermasalah, datanya tetap aman dan bisa diakses.
Bukan cuma soal aman, tapi juga tahan sensor. Karena datanya tersebar, nggak ada satu pihak yang bisa seenaknya nutup atau ngatur akses. Ini penting banget buat aplikasi terdesentralisasi yang pengen benar-benar bebas dan mandiri.
Walrus juga mikirin efisiensi.
Dengan teknologi erasure coding, data nggak perlu disalin berkali-kali seperti storage tradisional. Jadi lebih hemat biaya, tapi tetap kuat.
Intinya, Walrus nggak muncul karena ikut tren. Dia hadir karena ada masalah nyata di cara kita nyimpen data hari ini. Dan kalau Web3 mau tumbuh serius, solusi storage kayak gini bakal makin relevan.
Di artikel berikutnya, kita bakal bahas gimana sebenarnya cara kerja Walrus, tapi versi gampang dipahami—tanpa istilah ribet.
#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL
Cloud kelihatan aman, tapi datanya tetap dipegang satu pihak. Kalau server bermasalah, disensor, atau aturannya berubah—kita nggak punya kontrol. Walrus hadir buat itu. Data dipecah, disebar, dan nggak bergantung satu server. Lebih tahan gangguan, lebih masuk akal buat Web3.#walrus $WAL @WalrusProtocol {future}(WALUSDT)
Cloud kelihatan aman, tapi datanya tetap dipegang satu pihak.
Kalau server bermasalah, disensor, atau aturannya berubah—kita nggak punya kontrol.
Walrus hadir buat itu.
Data dipecah, disebar, dan nggak bergantung satu server.
Lebih tahan gangguan, lebih masuk akal buat Web3.#walrus $WAL @Walrus 🦭/acc
Walrus ($WAL) dan Relevansinya untuk Developer Dari sisi developer, masalah storage sering muncul belakangan, saat skala mulai besar. Walrus hadir sebagai opsi terdesentralisasi untuk menyimpan data dalam jumlah besar tanpa mengorbankan prinsip Web3. Bagi developer, $WAL bukan aset spekulasi, tapi biaya operasional. Dan itu justru tanda bahwa tokennya punya fungsi jelas. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Walrus ($WAL ) dan Relevansinya untuk Developer

Dari sisi developer, masalah storage sering muncul belakangan, saat skala mulai besar. Walrus hadir sebagai opsi terdesentralisasi untuk menyimpan data dalam jumlah besar tanpa mengorbankan prinsip Web3. Bagi developer, $WAL bukan aset spekulasi, tapi biaya operasional. Dan itu justru tanda bahwa tokennya punya fungsi jelas.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Walrus ($WAL) dalam Ekosistem Sui Berada di ekosistem Sui memberi Walrus keunggulan dari sisi performa dan skalabilitas. Kombinasi ini membuat Walrus cocok untuk aplikasi yang membutuhkan throughput tinggi dan penyimpanan data besar. $WAL berperan menjaga agar penyedia storage dan pengguna berada dalam satu sistem insentif yang seimbang. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Walrus ($WAL ) dalam Ekosistem Sui

Berada di ekosistem Sui memberi Walrus keunggulan dari sisi performa dan skalabilitas. Kombinasi ini membuat Walrus cocok untuk aplikasi yang membutuhkan throughput tinggi dan penyimpanan data besar. $WAL berperan menjaga agar penyedia storage dan pengguna berada dalam satu sistem insentif yang seimbang.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Mekanisme dan Ekosistem di Solana Sebagai token SPL (Solana Program Library), Walrus memanfaatkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi yang sangat rendah dari blockchain Solana. Hal ini memungkinkan perdagangan yang cepat dan akses yang lebih mudah bagi trader ritel. Biasanya, token seperti Walrus melibatkan mekanisme seperti pembakaran token (burning) atau sistem redistribusi dalam pajak transaksi untuk mengelola pasokan dan memberi insentif kepada pemegang jangka panjang, meskipun detailnya sangat bergantung pada roadmap yang ditetapkan oleh pengembang dan komunitasnya. @WalrusProtocol #walrus $WAL
Mekanisme dan Ekosistem di Solana
Sebagai token SPL (Solana Program Library), Walrus memanfaatkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi yang sangat rendah dari blockchain Solana. Hal ini memungkinkan perdagangan yang cepat dan akses yang lebih mudah bagi trader ritel. Biasanya, token seperti Walrus melibatkan mekanisme seperti pembakaran token (burning) atau sistem redistribusi dalam pajak transaksi untuk mengelola pasokan dan memberi insentif kepada pemegang jangka panjang, meskipun detailnya sangat bergantung pada roadmap yang ditetapkan oleh pengembang dan komunitasnya.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Walrus nggak nyimpen data di satu tempat. File dipecah, disebar, dan aman walau ada node yang mati. Simple idea, tapi penting banget buat storage terdesentralisas#walrus $WAL @WalrusProtocol {future}(WALUSDT)
Walrus nggak nyimpen data di satu tempat.
File dipecah, disebar, dan aman walau ada node yang mati.
Simple idea, tapi penting banget buat storage terdesentralisas#walrus $WAL @Walrus 🦭/acc
Gimana Walrus nyimpen data? File dipecah, disebar ke banyak node, dan tetap bisa dibuka walau sebagian hilang. Lebih tahan gangguan, lebih cocok buat We#walrus $WAL @WalrusProtocol {future}(WALUSDT)
Gimana Walrus nyimpen data?
File dipecah, disebar ke banyak node, dan tetap bisa dibuka walau sebagian hilang.
Lebih tahan gangguan, lebih cocok buat We#walrus $WAL @Walrus 🦭/acc
Walrus (WAL) itu bukan proyek crypto yang ribut soal harga. Dia fokus ke hal yang sering dilupain: penyimpanan data. Dibangun di atas Sui, data di Walrus nggak numpuk di satu server, tapi dipecah dan disebar ke banyak node. Lebih aman, lebih privat, dan tahan gangguan. WAL juga bukan cuma token buat trading, tapi bagian dari sistem storage itu sendiri. Kadang proyek yang kerjanya di belakang layar justru yang paling penting. #walrus $WAL @WalrusProtocol {future}(WALUSDT)
Walrus (WAL) itu bukan proyek crypto yang ribut soal harga.
Dia fokus ke hal yang sering dilupain: penyimpanan data.
Dibangun di atas Sui, data di Walrus nggak numpuk di satu server, tapi dipecah dan disebar ke banyak node. Lebih aman, lebih privat, dan tahan gangguan.
WAL juga bukan cuma token buat trading, tapi bagian dari sistem storage itu sendiri.
Kadang proyek yang kerjanya di belakang layar justru yang paling penting.
#walrus $WAL @Walrus 🦭/acc
Sebagai aset tanpa penghasilan atau arus kas, harga $WAL murni didorong oleh sentimen dan momentum perdagangan. Polanya sering menunjukkan pump cepat diikuti dump yang tajam, yang mencerminkan perilaku spekulatif jangka pendek dan kurangnya investor jangka panjang. #walrus @WalrusProtocol
Sebagai aset tanpa penghasilan atau arus kas, harga $WAL murni didorong oleh sentimen dan momentum perdagangan. Polanya sering menunjukkan pump cepat diikuti dump yang tajam, yang mencerminkan perilaku spekulatif jangka pendek dan kurangnya investor jangka panjang.
#walrus @Walrus 🦭/acc
Walrus ($WAL) dan Masalah Nyata di Web3 Banyak dApps jalan mulus untuk transaksi kecil, tapi mulai bermasalah saat harus menyimpan data besar. Di titik ini, solusi terpusat sering jadi jalan pintas. Walrus ($WAL) hadir untuk mengatasi celah itu: storage terdesentralisasi yang memang dirancang untuk beban data besar. $WAL berfungsi sebagai mekanisme ekonomi agar penyimpanan tetap berkelanjutan. Fokusnya jelas: bukan fitur ramai, tapi kapasitas dan ketahanan. @WalrusProtocol #walrus $WAL {future}(WALUSDT)
Walrus ($WAL ) dan Masalah Nyata di Web3

Banyak dApps jalan mulus untuk transaksi kecil, tapi mulai bermasalah saat harus menyimpan data besar. Di titik ini, solusi terpusat sering jadi jalan pintas.

Walrus ($WAL ) hadir untuk mengatasi celah itu: storage terdesentralisasi yang memang dirancang untuk beban data besar.

$WAL berfungsi sebagai mekanisme ekonomi agar penyimpanan tetap berkelanjutan. Fokusnya jelas: bukan fitur ramai, tapi kapasitas dan ketahanan. @Walrus 🦭/acc #walrus $WAL
Pertanyaan Utilitas: Bisakah Coin Meme Berevolusi?Debat utama seputar proyek seperti $WAL adalah pertanyaan tentang utilitas. Kaum puris berargumen bahwa menambahkan utilitas justru mengencerkan esensi murni coin meme yang digerakkan oleh budaya. Namun, untuk memastikan umur panjang, banyak proyek mengeksplorasi utilitas ringan. Ini bisa mencakup penggunaan $WAL sebagai token tata kelola untuk keputusan komunitas, sebagai token yang diperlukan untuk mencetak NFT terkait, atau sebagai mata uang dalam pengalaman game atau metaverse bertema walrus yang akan datang. Tantangannya adalah menambahkan fungsionalitas tanpa membuat janji berlebihan atau merumitkan daya tarik viral sederhana yang menarik pengguna sejak awal. $WAL @WalrusProtocol #walrus

Pertanyaan Utilitas: Bisakah Coin Meme Berevolusi?

Debat utama seputar proyek seperti $WAL adalah pertanyaan tentang utilitas. Kaum puris berargumen bahwa menambahkan utilitas justru mengencerkan esensi murni coin meme yang digerakkan oleh budaya.
Namun, untuk memastikan umur panjang, banyak proyek mengeksplorasi utilitas ringan. Ini bisa mencakup penggunaan $WAL sebagai token tata kelola untuk keputusan komunitas, sebagai token yang diperlukan untuk mencetak NFT terkait, atau sebagai mata uang dalam pengalaman game atau metaverse bertema walrus yang akan datang.
Tantangannya adalah menambahkan fungsionalitas tanpa membuat janji berlebihan atau merumitkan daya tarik viral sederhana yang menarik pengguna sejak awal.
$WAL @Walrus 🦭/acc #walrus
Walrus (WAL): Proyek Crypto yang Kerjanya Nyimpen Data, Bukan Cuma Ribut HargaKalau dengar nama Walrus, jangan langsung mikir hewan laut 😄 Di dunia crypto, Walrus (WAL) itu proyek yang kerjanya justru di balik layar: ngurusin penyimpanan data. Selama ini banyak orang kenal crypto cuma dari token dan grafik. Naik senang, turun panik. Padahal di balik semua aplikasi Web3, ada satu pertanyaan penting: data ini disimpan di mana, dan siapa yang pegang kendalinya? Walrus hadir buat ngisi celah itu. Dia adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Sui. Fokusnya bukan gimmick, tapi bikin sistem penyimpanan yang aman, privat, dan tahan sensor. Kalau pakai cloud biasa, data kita numpuk di server perusahaan tertentu. Aman sih… selama servernya nggak bermasalah. Begitu ada gangguan, kebijakan berubah, atau sensor, kita nggak punya banyak pilihan. Di Walrus, data nggak disimpan di satu tempat, tapi dipecah dan disebar ke banyak node. Teknologinya juga nggak ribet kalau dijelasin pelan-pelan. Walrus pakai erasure coding dan blob storage. Intinya, file besar dipecah jadi bagian kecil, disimpan terpisah, dan tetap bisa dibuka walau sebagian potongan itu hilang. Jadi lebih tahan banting tanpa bikin biaya membengkak. Terus token WAL fungsinya apa? Bukan cuma buat spekulasi. WAL dipakai buat transaksi di jaringan, insentif penyedia storage, staking, dan ikut ngatur arah protokol lewat governance. Jadi ada hubungan langsung antara token dan kerja sistemnya. Walrus ini tipikal proyek yang nggak teriak-teriak, tapi perannya penting. Dia bukan soal “cepat kaya”, tapi soal fondasi Web3. Dan biasanya, proyek model begini baru kerasa nilainya pas ekosistemnya makin rame. Di tulisan berikutnya, kita bakal bahas kenapa penyimpanan data terpusat mulai kelihatan rapuh, dan kenapa solusi kayak Walrus pelan-pelan jadi relevan #walrus @WalrusProtocol $WAL {spot}(WALUSDT)

Walrus (WAL): Proyek Crypto yang Kerjanya Nyimpen Data, Bukan Cuma Ribut Harga

Kalau dengar nama Walrus, jangan langsung mikir hewan laut 😄
Di dunia crypto, Walrus (WAL) itu proyek yang kerjanya justru di balik layar: ngurusin penyimpanan data.
Selama ini banyak orang kenal crypto cuma dari token dan grafik. Naik senang, turun panik. Padahal di balik semua aplikasi Web3, ada satu pertanyaan penting: data ini disimpan di mana, dan siapa yang pegang kendalinya?
Walrus hadir buat ngisi celah itu.
Dia adalah protokol penyimpanan data terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Sui. Fokusnya bukan gimmick, tapi bikin sistem penyimpanan yang aman, privat, dan tahan sensor.
Kalau pakai cloud biasa, data kita numpuk di server perusahaan tertentu. Aman sih… selama servernya nggak bermasalah. Begitu ada gangguan, kebijakan berubah, atau sensor, kita nggak punya banyak pilihan. Di Walrus, data nggak disimpan di satu tempat, tapi dipecah dan disebar ke banyak node.
Teknologinya juga nggak ribet kalau dijelasin pelan-pelan.
Walrus pakai erasure coding dan blob storage. Intinya, file besar dipecah jadi bagian kecil, disimpan terpisah, dan tetap bisa dibuka walau sebagian potongan itu hilang. Jadi lebih tahan banting tanpa bikin biaya membengkak.
Terus token WAL fungsinya apa?
Bukan cuma buat spekulasi. WAL dipakai buat transaksi di jaringan, insentif penyedia storage, staking, dan ikut ngatur arah protokol lewat governance. Jadi ada hubungan langsung antara token dan kerja sistemnya.
Walrus ini tipikal proyek yang nggak teriak-teriak, tapi perannya penting. Dia bukan soal “cepat kaya”, tapi soal fondasi Web3. Dan biasanya, proyek model begini baru kerasa nilainya pas ekosistemnya makin rame.
Di tulisan berikutnya, kita bakal bahas kenapa penyimpanan data terpusat mulai kelihatan rapuh, dan kenapa solusi kayak Walrus pelan-pelan jadi relevan
#walrus @Walrus 🦭/acc $WAL
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel