Musuh terbesar seorang trader finansial tidak terletak pada grafik, maupun algoritma dari exchange, melainkan di dalam pikirannya sendiri: yaitu ego yang ingin selalu benar. Ketika kamu menganalisis aset dengan volatilitas tinggi seperti Sui ($SUI ) dan merancang proyeksi yang detail, ego langsung menempel pada ide tersebut, membuatmu percaya bahwa pasar harus memenuhi ekspektasimu dengan tepat.
Selama bertahun-tahun, saya beroperasi di bawah bias destruktif itu; jika harga bergerak melawan saya, saya menjauhkan stop-loss atau mencari berita eksternal yang membenarkan posisiku, hanya untuk memperburuk kerugian. Kematangan sejati dalam lingkungan ini datang pada hari ketika kamu melihat diri sendiri di cermin dan menerima bahwa menjadi benar tidak membayar tagihan bulanan.