BitMine, perusahaan treasury Ethereum yang dipimpin oleh Tom Lee, kembali menarik perhatian pasar setelah menambah sekitar 90 juta dolar AS dalam bentuk Ethereum. Langkah ini memperluas posisi mereka yang sudah sangat besar di aset kripto terbesar kedua tersebut, sekaligus mempertegas ambisi perusahaan untuk menjadi salah satu pemegang ETH paling dominan di dunia.
Dalam laporan yang dikutip dari CoinGape, BitMine disebut membeli sekitar 45.759 ETH dengan nilai kurang lebih 90,83 juta dolar AS, pada harga rata-rata sekitar 3.821 dolar per koin. Ini menjadi pembelian terbesar mereka sepanjang tahun ini. Transaksi tersebut melengkapi akumulasi sebelumnya sebesar 17.722 ETH senilai sekitar 34,7 juta dolar, sehingga total pembelian dalam satu minggu mencapai sekitar 62.722 ETH atau setara dengan 123 juta dolar AS.
Dengan tambahan ini, total kepemilikan BitMine kini mencapai sekitar 4.371.497 ETH. Jumlah tersebut mewakili kira-kira 3,3 persen dari pasokan ETH yang beredar. Nilainya mencapai miliaran dolar, tergantung pada harga pasar saat ini, dan menjadikan BitMine sebagai salah satu treasury Ethereum terbesar secara global. Artinya, satu neraca perusahaan secara konsisten menyerap pasokan ETH dalam jumlah besar dari pasar yang likuid, bahkan ketika harga sedang berada dalam tekanan.
Strategi BitMine tidak berhenti di situ. Perusahaan secara terbuka menargetkan untuk menguasai 5 persen dari seluruh pasokan ETH yang beredar. Target ini tergolong agresif untuk sebuah perusahaan publik, karena menciptakan eksposur yang sangat terkonsentrasi pada satu aset kripto. Secara tidak langsung, posisi BitMine menjadikannya semacam proksi jangka panjang terhadap harga dan adopsi jaringan Ethereum, meskipun ETF dan dana spot ETH di periode yang sama justru mengalami arus keluar dana yang signifikan.
Dalam konteks tersebut, BitMine berperan sebagai pembeli besar yang mengimbangi berkurangnya eksposur dari sebagian institusi. Bagi investor jangka panjang, akumulasi konsisten dari neraca perusahaan dapat memperkuat narasi kelangkaan pasokan, terlebih dengan semakin banyaknya ETH yang dikunci melalui mekanisme staking.
Namun, strategi agresif ini juga membawa risiko yang tidak kecil. Dengan harga masuk rata-rata di kisaran 3.820 dolar per ETH dan harga pasar yang saat ini berada jauh di bawah level tersebut, BitMine dilaporkan mengalami kerugian belum terealisasi yang mencapai miliaran dolar, bahkan diperkirakan sekitar 8 miliar dolar. Kerugian sebesar ini menempatkan manajemen risiko, struktur pembiayaan, serta tekanan dari pemegang saham sebagai faktor yang sangat krusial.
Jika perusahaan tetap melanjutkan akumulasi mingguan, pasar kemungkinan akan melihatnya sebagai sinyal kepercayaan jangka panjang terhadap Ethereum. Namun sebaliknya, apabila terjadi perubahan strategi, misalnya untuk mengurangi risiko atau memperbaiki neraca, dan BitMine mulai menjual dalam skala besar, dampaknya terhadap harga ETH bisa signifikan karena besarnya konsentrasi kepemilikan mereka.
Ke depan, pelaku pasar perlu memantau beberapa hal penting: apakah BitMine konsisten menambah kepemilikan, seberapa dekat mereka dengan target 5 persen pasokan beredar, serta apakah ada tanda-tanda tekanan likuiditas atau perubahan strategi korporasi. Dalam dinamika pasar kripto yang sensitif terhadap arus dana besar, pergerakan satu pemegang raksasa dapat menjadi faktor penentu arah harga.
Pembelian ETH senilai sekitar 90 juta dolar terbaru ini memperkuat posisi BitMine sebagai kendaraan treasury Ethereum khusus yang terus mengakumulasi jutaan koin di tengah kondisi harga yang lemah. Di satu sisi, hal ini mendukung narasi permintaan jangka panjang dari neraca perusahaan terhadap ETH. Di sisi lain, konsentrasi pasokan pada satu entitas besar menciptakan risiko sistemik tersendiri yang harus dicermati secara serius oleh pasar.
#Ethereum $ETH