Evolusi ancaman siber dari pendekatan shotgun ke pemerasan ganda, dan sekarang, lanskap ancaman yang didorong oleh AI yang muncul 👇
💣 Dari Serangan Shotgun ke Pemerasan Ganda dan Sekarang, Era Ancaman AI
Ancaman siber berkembang lebih cepat dari sebelumnya.
Apa yang dimulai sebagai serangan “shotgun” yang acak dan berskala luas kini telah menjadi pertempuran yang ditargetkan, dioperasikan manusia, cerdas, dan didorong oleh AI untuk data dan kepercayaan.
🎯 Fase 1: Pendekatan Shotgun
Serangan siber awal lebih fokus pada volume daripada presisi, yaitu email phishing massal, ransomware oportunistik, dan upaya brute-force.
Penyerang menargetkan semua orang, berharap seseorang akan mengklik.
💰 Fase 2: Pemerasan Ganda
Kemudian muncul ransomware 2.0, tidak hanya mengenkripsi data, tetapi juga mencurinya.
Penyerang mulai mengancam untuk membocorkan informasi sensitif kecuali dibayar dua kali, satu untuk dekripsi, dan satu untuk diam.
Perubahan ini membuat pelanggaran lebih merusak dan negosiasi lebih kompleks.
🤖 Fase 3: Perbatasan Ancaman AI
Sekarang, kita memasuki era baru: serangan siber yang didorong oleh AI.
AI dapat menghasilkan konten phishing yang hampir tidak dapat dibedakan dari komunikasi manusia.
Deepfake dan kloning suara memperkuat rekayasa sosial.
Alat otomatis dapat menyelidiki kerentanan dengan kecepatan mesin.
Penyerang tidak lagi menebak, mereka sedang belajar. - Uji Pen AI?
🧩 Pembicaraan Kota
Keamanan siber tidak lagi tentang membangun tembok tetapi tentang mengalahkan lawan cerdas.
Seiring AI berkembang, begitu pula pertahanan kita: adaptif, berbasis data, dan sadar manusia.
Perbatasan berikutnya dari keamanan siber bukan hanya tentang perlindungan tetapi semua tentang ketahanan prediktif.
#CyberSecurity #Write2Earn $SOL $ETH $SUI