๐ Investor ritel tidak menyerah: CEO Coinbase Brian Armstrong membahas "buy the dip"
Ketika grafik menunjukkan warna hijau, dan pasar mengalami ketakutan, pemegang biasa terus menambah posisi. CEO Coinbase membagikan serangkaian data statistik menarik yang memicu pemikiran: ketika investor ritel semua "membeli", apakah kita benar-benar harus panik?
๐ Apa yang dijelaskan oleh data?
Bitcoin telah turun selama lima bulan berturut-turut. Setelah mencapai puncak $126,000 pada bulan Oktober, harga telah turun menjadi $70,000 (penurunan -45%). Ethereum (ETH) bahkan turun 60% dari puncaknya, dan saat ini berfluktuasi di sekitar $1,900.
๐ก Informasi internal Armstrong:
Meskipun pasar terus menurun, pengguna di bursa kripto terbesar di AS menunjukkan "keinginan yang kuat". Data Coinbase menunjukkan:
Jumlah BTC dan ETH yang dimiliki oleh investor ritel terus meningkat. Sebagian besar saldo cryptocurrency pelanggan saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan Desember tahun lalu. Investor ritel secara aktif memanfaatkan kesempatan penurunan untuk melakukan "pembelian bertahap" guna meratakan biaya kepemilikan.
๐ฐ Status bursa:
Musim dingin kripto juga berdampak pada metrik laporan keuangan: Coinbase mencatat kerugian bersih $667 juta pada kuartal keempat tahun 2025 (dibandingkan dengan keuntungan pada periode yang sama tahun lalu). Pendapatan turun 20%, dan harga saham $COIN turun 60% dari puncaknya pada bulan Juli 2025.
๐ค Apa artinya ini bagi pasar?
Umumnya, "buy the dip" oleh investor ritel sering dipandang skeptis oleh para profesionalโini sering dianggap sebagai sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya terdistribusi ulang (cut loss). Namun, ketahanan saat ini mungkin menunjukkan perubahan kualitas dalam audiens: investor menjadi lebih berpengalaman dan lebih menghargai kepemilikan jangka panjang.
Apa strategi Anda saat ini?
๐ โ Beli saat harga rendah (HODL)
๐ป โ Menunggu harga lebih rendah
๐ โ Percaya bahwa akan ada pembalikan pada bulan Maret
#Bitcoin #Ethereum #Coinbase #ๅ ๅฏ่ดงๅธๆฐ้ป #BTC